MAMA

MAMA
Bab 111


__ADS_3

"Mana air putihnya?"Tanya ibu Nova.


"Ini bu." Nova memberikan segelas air putih.


Ibu Nova memangku kepala Lala kemudian membasuh wajah Lala dengan air putih.


Setelah dibasuhkan, Lala pun tersadar.


"Aduh, kepala ku pusing banget." Lala sadar sambil memegangi kepalanya.


"Gak apa-apa kok tadi kamu pingsan jadi ibu basuh wajah kamu dengan air biar kamu sadar." Kata ibu Nova menenangkan.


"Pingsan ? kenapa ya Tante ?" Tanya Lala bingung.


Lala sama sekali tidak mengingat sedikit pun apa yang terjadi dengan dirinya, dia seperti orang linglung.


Melihat Lala yang kebingungan, Arin menghampiri Lala.

__ADS_1


"Tadi itu kamu abis kerasukan roh halus, udah gitu kamu gigit tangan Sezha sampe berdarah Lala, gimana kamu gak inget ?" Arin bilang jujur.


"Hah ? apaan sih Rin, emang aku ini vampir yang suka gigit manusia. Idih ngada-ngada kamu, jelek ah becandanya." Lala keget ketika Arin mengatakan itu sementara ia merasa tidak melakukannya.


Mendengar Arin berbicara tanpa ada rem, Nova dan Sezha menatap ke Arin dengan tatapan malas.


Arin yang mendapatkan tatapan seperti itu jadi merasa sedikit heran.


"Lah kenapa kalian liatin aku kayak gitu sih ? ihh gak jelas deh kalian, salah aku apa coba, gak ada yang salah kan tante ?"


"Gak kok, yaudah ya Tante mau ke dapur lagi. Mau lanjutin masaknya belum selesai soalnya."


"Tidak apa-apa, tapi keadaan kamu sudah enakan ?" Ibu Nova bertanya pada Lala yang masih belum sepenuhnya sadar.


"Masih rada pusing sih Tante, nanti juga mendingan. Makasih Tante, saya kesini malah jadi ngerepotin karena pake acara pingsan segala." Lala sungkan.


"Sama-sama, yaudah ya lanjut sama Nova lagi. Tante mau kedapur."

__ADS_1


"Ya Tante, masak yang enak ya hehe." Gurau Arin.


Ibu Nova membalas dengan senyuman sembari berjalan menuju dapur.


Sekarang tinggal mereka ber empat disini. Sezha merasa canggung diantara mereka. Mendadak Sezha pamit untuk pulang kerumah terlebih dahulu.


"Oh ya btw, maaf ni aku pulang duluan ya soalnya aku mau istirahat dirumah. Gak apa-apa kan kalo aku gak ikutan ngobrol ?"


"Yach kok pulang sih Zha, belum lagi ngobrol dah pulang deh. Pulangnya barengan Arin sama Lala aja." Nova usul.


"Gak deh Nov, lain kali aja ok. Yaudah ya aku pamit dulu, permisi." Tanpa menunggu balasan Nova, Sezha bergegas menuju pintu depan.


Arin dan Lala dibuat penasaran oleh sikap Sezha.


"Ngerasa aneh gak sih liat Sezha ?" Tanya Arin.


"Iya sih, padahal aku masih mau nanyain mumpung kita ngumpul eh Sezha main balik aja. Yaudah deh, kita bertiga aja ngobrolnya."

__ADS_1


"Tapi aku jujur jiwa kepo ku meronta-ronta tau gak, ni ya pas Lala kerasukan tadi yang dicari itu Sezha lho, btw kenapa ya ? emangnya Sezha pernah kenal sama tuh makhluk halus ? dah gitu ya, aku perhatiin Lala, dari kayak anak kecil tiba-tiba berubah kayak bayi. Ish aneh gak sih atau aku aja yang terlalu mikirin ya ?" Arin curiga dan menduga.


"Ck gak tau dah, yaudah deh lupain aja males bahas hantu ntar yang ada balik kesini tuh hantu ihh merinding. Mending kita nonton tv aja sambil nunggu ibu aku nyiapin makanan." Nova mengalihkan agar Arin tidak memfokuskan pikirannya mengenai Sezha dan hubungan dengan makhluk halus yang merasuki Lala.


__ADS_2