MAMA

MAMA
Bab 168


__ADS_3

Rasa dongkol bidan tidak ia tampakkan dihadapan Sezha dan ibunya. Ia masih mengembangkan senyum walaupun kesal dalam hatinya dengan kelakuan Sezha.


"Tidak apa-apa Bu, kalo memang anak ibu mau melihat proses pencetakan fotonya." Ucap bidan ramah.


"Maafkan sikap keras kepala anak saya ya Bu." Ibu Sezha merasa tidak enak.


Sezha mendengar perkataan bidan dengan ibunya merasa malas. Ia menilai jikalau sikap ibunya terlalu berlebihan sebab harus meminta maaf segala pada bidan.


"Ish udah deh ibu ngapain juga ibu minta maaf, ini hak kita, kita kan udah bayar bukan gratis." Ucap Sezha ketus sambil melengos.


"Sezha jaga bicara kamu nak, jangan bicara seperti itu." Tegur ibu Sezha.


Bidan tidak membalas perkataan yang dilontarkan oleh Sezha. Ia hanya memberi senyuman terpaksa dan tanpa basa-basi ia segera mencetak foto hasil USG tadi. Ia mencetak sebanyak 3 foto.


Setelah selesai bidan memberikannya kepada ibu Sezha bukan kepada Sezha.


"Ini ibu hasil foto USG nya, silahkan dilihat kembali."

__ADS_1


"Iya Bu terimakasih." Ibu Sezha menerima.


Ibu Sezha memperhatikan kembali hasil foto USG tadi satu per satu.


Foto satu terlihat bentuk janin Sezha sudah sempurna.


Lalu ibu mengambil hasil foto kedua yaitu bentuk ke sepuluh jari tangan janin Sezha telah memiliki kuku yang panjang.


Kemudian ibu Sezha beralih mengambil hasil foto ke tiga, bagian kepala janin Sezha memiliki ukuran sedikit besar dari ukuran tubuhnya.


"Ini kenapa kepala bayi aku lebih besar ?" Tanya Sezha sembari memasang raut wajah kaget dan tidak percaya.


"Ibu juga gak tau." Jawab ibu.


Sezha yang tidak terima dengan bentuk bayinya, melontarkan protes kepada bidan.


"Bu, tolong jelaskan ke saya. Apa maksudnya dengan kedua foto ini ? yang pertama oke lah tapi foto kedua dan ketiga kenapa begini, yang kukunya panjanglah, eh yang ini malah kepalanya besar. Apa-apaan ini, jangan-jangan alat ibu rusak makanya hasilnya aneh."

__ADS_1


"Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada kerusakan dengan alat saya. Jika kamu keberatan dengan hasil USG dari alat yang saya miliki di puskesmas ini, silahkan kamu pergi kerumah sakit yang memiliki alat yang lebih bagus dari puskesmas ini." Balas bidan tegas.


"Oh oke, aku juga gak sudi periksain kandungan aku di puskesmas ini lagi huh, menyesal aku." Sezha angkuh.


"Sezha, kamu jangan berkata-kata tidak sopan begitu dengan ibu bidan. Ayo minta maaf sama Bu bidan." Ibu Sezha menyuruh Sezha untuk segera meminta maaf.


"Tidak perlu Bu, mungkin salah saya yang telah merekomendasikan anak ibu untuk melakukan USG di puskesmas ini. Seharusnya tadi saya menyuruh anak ibu untuk pergi kerumah sakit yang lengkap dengan fasilitas bukan di puskesmas ini. Kalo begitu ibu dan anak ibu bisa meninggalkan ruangan ini, dan untuk administrasinya ibu bisa selesaikan di meja depan. Terimakasih." Bidan tanpa berkata panjang kemudian meminta ibu Sezha dan Sezha meninggalkan ruangan USG ini.


"Baik Bu, sekali lagi saya minta maaf atas sikap putri saya. Kami permisi. Ayo Sezha kita pulang."


"Ayo Bu, aku juga udah gerah disini."


"Sezhaaa." Ibu menghela nafas.


Ibu Sezha dan Sezha keluar dari ruangan USG dan menuju meja depan untuk membayar.


Usai membayar ibu Sezha dan Sezha pun meninggalkan puskesmas ini.

__ADS_1


__ADS_2