
Sezha berusaha membujuk Nova sekali lagi, ia berharap jika Nova mau untuk ikut dengannya ke persinggahan itu.
"Nov, ikut donk ya mau ya. Kamu tega aku pergi sendirian kesana. Gak lama kok, palingan beberapa hari aja. Bosen liat kota pengen liat pendesaan yang sejuk gitu. Itung-itung buat ngilangin penat abis ujian."
"Gak Zha, aku gak mau titik pokonya." Nova bersikukuh tidak mau ikut.
Ditengah obrolan mereka, Arin dan Lala menghampiri.
"Ekhem, boleh gabung gak ? soalnya kita liat kayaknya kalian berdua lagi obrolin yang seru, jadi kita penasaran. Kali aja nyambung, ya kan La." Ucap Arin sembari menoleh ke Lala.
"Yup." Timpal Lala.
Sezha dan Nova saling melempar pandangan satu sama lain kemudian berbarengan memutar bola matanya malas.
"Kita gak ngobrolin apa-apa, ni juga mau pulang kok. Yuk Nov." Ajak Sezha beranjak.
"Yuk Zha, maaf ya Arin dan Lala kita pulang duluan, bye." Pamit Nova juga mewakili Sezha.
Sezha beranjak kemudian layar ponselnya menghadap ke Arin, Arin tanpa permisi langsung menyambar ponsel Sezha dari genggaman tangan Sezha.
__ADS_1
Arin memandang serius gambar persinggahan yang ada di ponsel Sezha.
"Ini kan~." Gumam Arin pelan seperti mengingat sesuatu.
Sezha kesal karena tindakan Arin yang dinilainya lancang, merampas begitu saja ponsel miliknya tanpa seizinnya yang masih berada digenggaman tangan Sezha.
"Apa-apaan sih Arin, kembaliin sini (Sezha mengambil paksa ponsel miliknya dari tangan Arin) ." Sezha nampak tidak senang.
Arin terbengong, Lala menepuk bahu Arin agar tersadar.
"Rin (seru Lala) malah bengong. Kamu kenapa main ambil gitu aja ponsel Sezha ?" Tanya Lala.
"Eh iya." Arin tersadar dari lamunannya.
"Arin kamu tau sesuatu kah ?" Tanya Nova ingin tau.
"Ya, aku tau persinggahan itu." Arin mengangguk dengan wajah serius.
Suasana yang tadinya cair penuh dengan obrolan santai berubah tegang ketika Nova dan Arin berbicara serius.
__ADS_1
"Sezha, kita harus mendengar penjelasan Arin. Setelah kita mendengar penjelasan dari Arin baru kita pulang." Nova meminta Sezha untuk tidak pulang.
"Ck, penjelasan apaan sih Nov." Sezha berdecak kesal.
"Udah sini ah ngeyel deh, katanya mau ngobrol nah sekarang kan seru rame." Nova menarik saja lengan Sezha.
"Iya deh iya ah, tapi janji ya gak lama, aku mau pulang soalnya."Sezha mengiyakan tapi wajah cemberut.
Mereka duduk berempat, karena memang di warung ini tersedia 4 kursi satu meja.
Arin masih nampak termenung setelah melihat persinggahan tadi.
Nova memulai pembicaraan.
"Rin, bisa kamu jelasin tentang Persinggahan ini ?"
"Ya, tapi aku gak bisa jelasin banyak." Ucap Arin.
"Gak apa-apa, yang penting kita tau persinggahan apa itu. Soalnya Sezha ingin sekali pergi kesana." Melirik sekilas ke arah Sezha.
__ADS_1
Sezha nampak acuh dengan arah oborolan Nova dan Arin sedangkan Lala sibuk dengan game yang ada di ponselnya. Lala seprti tidak berminat untuk masuk dalam obrolan ini, namun walaupun pandangannya sibuk ke layar ponsel tapi pendengaran Lala tetap memfokuskan isi oborolan mereka.
Arin menarik nafas perlahan, ia ragu untuk menyampaikan perihal persinggahan pondok Mak Iyem' yang ingin diketahui oleh Nova.