
Awalnya Tukijan begitu sangat terkejut saat menyaksikan langsung sosok Ratu Ajeng yang keseluruhan tubuhnya berwarna hitam pekat dan ia berada disebuah tempat yang penuh dengan batu permata hitam yang berkilauan. Namun rasa keterkejutannya itu mendadak hilang ketika Ratu Ajeng mengatakan.
"Kau tak perlu takut padaku, aku bisa memenuhi semua keinginanmu, apa pun itu. Asal kau menyanggupi setiap syarat yang aku berikan, maka semua yang kau inginkan akan terpenuhi detik ini juga." Ratu Ajeng berbicara diatas diatas singgasananya.
Tukijan seperti mendapatkan angin segar. Ia pun menganggukkan kepala sembari berkata.
"Baik, aku bersedia." Tukijan seperti terkena hipnotis dan tanpa berpikir ia menyetujui apa yang dikatakan oleh Ratu Ajeng.
"Bagus. Panggil aku dengan sebutan Ratu Ajeng." Ratu Ajeng berucap dengan wajah angkuh.
"Terima sembah ku Ratu Ajeng." Tukijan bersimpuh.
"Aku terima sembahmu, sekarang sebutkan apa yang kau inginkan dariku ?"
"Aku ingin hidup berkecukupan, tidak usah kaya lalu aku ingin kemampuan melepas sukma dari raga tanpa diketahui oleh pandangan manusia kemudian aku juga menginginkan kekuatan supranatural yang setiap orang meminta pertolonganku." Tukijan menyebutkan 3 keinginannya kepada Ratu Ajeng.
__ADS_1
"Hanya itu saja Ratu, yang aku inginkan."
"Apa kau yakin hanya itu saja yang kau inginkan, kau bisa meminta lebih dari itu." Ratu Ajeng menawarkan Tukijan untuk menambah keinginannya lagi.
"Untuk saat ini cukup itu saja Ratu." Tukijan merasa sudah cukup 3 keinginannya itu, tanpa mau menambahnya lagi.
"Aku akan memenuhi ketiga keinginanmu itu. Ambil satu permata hitamku ini, dan letakkan tepat dikeningmu." Dari telapak tangan Ratu Ajeng keluar sebuah permata hitam yang bersinar.
Tukijan berjalan mendekati Ratu Ajeng, dan dengan perlahan mengambil permata hitam yang ada di telapak tangan Ratu Ajeng.
Usai mengambilnya Tukijan kembali ke posisinya semula sembari duduk bersimpuh dengan sudah memegang permata hitam ditangannya.
"Taruh permata itu tepat dikeningmu, pejamkan matamu. Jangan kau buka matamu sebelum aku menyuruhmu."
Tukijan mengangguk sambil mengarahkan tangan yang sudah memegang permata hitam ke keningnya dan tak lupa ia memejamkan kedua mata sesuai perintah Ratu Ajeng.
__ADS_1
Begitu Tukijan meletakkan tepat dikeningnya, Ratu Ajeng dengan cara meniupkan hembusan angin yang keluar dari mulutnya tak lama permata hitam itu sudah masuk kedalam area kening Tukijan.
Setelah permata hitam itu sudah masuk kedalam kening Tukijan, Ratu Ajeng memerintahkan Tukijan untuk membuka mata.
"Buka matamu, permata ku sudah menyatu denganmu."
"Terimakasih banyak Ratu, sembah abdiku padamu."
"Aku sudah memenuhi keinginanmu sekarang kau harus memenuhi apa yang aku inginkan. Ingat mulai malam ini kau resmi menjadi pengikut ku, kau tidak bisa lari dari perjanjian ku sampai ajal menjemputmu, dan selama kau menjadi pengikut ku tugasmu cuma satu SESATKAN LEBIH BANYAK MANUSIA UNTUKKU, buat mereka lupa pada ibadah mereka, buat mereka melupakan agama dan Tuhan. Kau harus melakukannya, apa kau mengerti?"
"Aku bersedia demi kau Ratu ku, sembah abdiku hanya untukmu."
"Bagus." Ratu Ajeng tertawa jahat puas.
Semenjak itu Tukijan menjadi pengikut setia Ratu Ajeng. Ia sudah lama sekali menjadi pengikut setia Ratu Ajeng. Dari usia 30 tahun hingga sekarang usinya sudah memasuki 45 tahun.
__ADS_1
Ya ia menepati janjinya, sudah banyak orang yang memakai jasanya.
\= Sepenggal cerita bertemunya Tukijan dan Ratu Ajeng\=