MAMA

MAMA
Bab 110


__ADS_3

Ibu Nova tergesa-gesa ingin memercikan air Bidara ini yang telah dibacakan beberapa ayat pendek ruqyah.


Ibu Nova langsung mengambil posisi di dekat Sezha yang masih di cengkram pergelangan tangannya.


"Saya peringatkan kamu untuk segera keluar dari tubuh gadis ini, dan jangan sekalipun kembali mengganggu kami yang ada disini." Ucap ibu Nova tegas memperingatkan.


Mendengar ucapan seperti itu, sosok arwah anak perempuan ini merasa sangat tidak senang. Ia merasa tidak ada urusan dengan mereka melainkan hanya dengan Sezha.


"Jangan berani melarang aku." Lala memelototi ibu Nova dengan nafas menderu, tatapannya seakan ingin menghabisi.


Ibu Nova tidak bergeming, tidak ada rasa takut dalam dirinya. Ibu Nova memercikan air Bidara yang ada di pegangannya, sembari didalam hati berdzikir menyebut asma Allah.


Lala yang dirasuki oleh sosok anak perempuan ini dan juga arwah bayi Sezha nampak menggeliat kepanasan.


"Panas...panas...air apa ini..kakak tolong aku..kulit ku terasa terbakar.." Lala menatap Sezha lekat sambil mengusap-usap kasar wajah dan rambutnya.


Sezha tak beda jauh dengan Lala, ia juga merasakan tidak nyaman tatkala ibunya memercikan air yang ditujukan untuk Lala.


"Aku haus, Nov aku boleh minta minum ? tiba-tiba tenggorokanku terasa kering." Sezha seperti orang kebingungan.

__ADS_1


"Mau aku ambilin Zha?" Tanya Nova.


"Tidak usah Nov, aku aja. Kamu disini aja dampingi ibu kamu buat ngusir ni setan kurang aj*r." Sezha buru-buru menuju ke dapur Nova, guna menjauh dari ibu Nova yang sedang mengusir sosok anak perempuan yang merasuki tubuh Lala.


Sosok arwah anak perempuan ini melihat Sezha pergi menjauh darinya, mulai menangis tangisan bayi.


"Oeeeekkkkkkk... oeeeekkkkkkk...."


Ibu Nova terus saja memercikan air Bidara ini tanpa henti.


"Keluar lah dari tubuh gadis ini, sebelum kamu terbakar." Ultimatum ibu Nova.


Tak berselang lama setelah merintih kepanasan Lala pun pingsan.


Usai Lala pingsan, ibu Nova segera tidak lagi memercikan air Bidara ini ke tubuh Lala.


"Sepertinya makhluk itu sudah pergi, Nova ambilkan air putih segelas." Titah ibu Nova.


"Baik Bu." Kata Nova langsung bergegas ke dapur.

__ADS_1


Nova dan Sezha sama-sama berada di dapur, kemudian Arin datang menghampiri setelah ia selesai membasuh wajahnya karena terkena ludahan air liur bercampur darah dari Lala yang dirasuki.


"Gimana Lala, Nov ? apakah makhluk halus yang merasuki tubuh Lala udah pergi ?" Tanya Arin kepada Nova.


"Kayaknya sih udah pergi." Jawab Nova sembari menuangkan air putih kedalam gelas.


"Alhamdulillah deh kalo udah pergi kalo belum aduh ngeri aku liat Lala, apalagi saat gigit pergelangan tangan Sezha ihh parah tuh Lala, kerasukan kok kayak vampire gitu."


Saat Arin menyinggung Sezha yang di gigit oleh Lala, ia baru teringat kalo tangan Sezha belum diobati sama sekali.


"Astaga aku sampe lupa, Zha gimana tangan kamu ? bentar ya, aku kasih ini dulu ke ibu nanti aku beri obat sama perban."


"Gak usah Nov, udah gak apa-apa kok. Lukanya juga udah berhenti darahnya (Sezha enggan untuk lukanya diobati). Btw yuk liat Lala, masa ibu kamu sendiri temenin Lala sementara kita di dapur." Kata Sezha mengalihkan.


"Eh bisa infeksi Zha kalo gak diobati lho, lihat ni bekas gigitan Lala ya ampun tapi cepet juga darahnya berhenti ngalir ya." Timpal Arin.


"Udah gak usah dibahas, aku gak apa-apa tenang aja. Ni mau liat kondisi Lala atau mau diskusi di sini ?"


"Astaghfirullah sampe kelupaan. Yaudah yuk." Ajak Nova.

__ADS_1


Mereka bertiga pun meninggalkan dapur.


__ADS_2