
Sezha hanya diam dan pandangan menatap kosong.
Desi dan Hanifah masih berjaga di dalam ruangan ini. Ya mereka menunggu perintah dari Mak Iyem.
Ruangan ini bukanlah ruangan untuk melakukan ritual, jika akan melakukan ritual maka mereka menuju ke ruangan lain.
Malam hari pun tiba dan waktu menunjukkan pukul 10 malam tepat itu artinya Mak Iyem' akan memulai ritualnya sebentar lagi.
Mak Iyem kembali mendatangi ruangan dimana Sezha di ikat.
Saat Mak Iyem' masuk, Mak Iyem' langsung menyuruh Desi dan Hanifah untuk segera membawa Sezha ke tempat dimana ritual akan di lakukan.
"Bawa dia, waktu menyenangkanku akan sebentar lagi." Titah Mak Iyem'.
"Njih Mak." Sahut Desi dan Hanifah bersamaan.
"Pastikan semuanya tertata sempurna karena malam ini aku ingin menikmatinya dengan penuh kesenangan."
"Njih Mak." Desi dan Hanifah membungkukkan kepala.
"Bagus, kalian memang pengikutku yang setia."
Desi dan Hanifah membawa Sezha keluar dari ruangan ini, sebelum membawanya mereka berdua terlebih dahulu membuka ikatan yang ada ditangan dan kedua kaki Sezha.
__ADS_1
Mereka berdua menuju ke area luar Persinggahan ini, tepatnya bagian belakang.
Di luar ini sebelumnya Hanifah sudah menyiapkan sebuah tempat tidur yang terbuat dari susunan papan dan juga 6 buah obor berjejer mengelilingi tempat tidur papan ini.
Kemudian Sezha dibaringkan oleh Desi dan Hanifah diatas tempat tidur papan, serta diikat kembali kedua tangan dan kedua kakinya.
Posisi kedua kaki diikat melebar.
Usai mengikat Sezha, Desi dan Hanifah menjauh dari Sezha.
Tak lama Mak Iyem' datang dengan diikuti para mayat hidup yang sudah berubah menjadi manusia jika malam tiba.
Mak Iyem sengaja mengumpulkan semua di area ritualnya. Ia ingin jika disaksikan oleh para penghuni yang ada ditempatnya.
Usai semuanya berkumpul, Mak Iyem' memerintahkan mereka berdiri mengelilingi area ritual ini, tepatnya mereka membentuk sebuah lingkaran.
Biarpun mayat hidup ini kalo malam dapat berubah menjadi manusia, mereka tidak ada berani mengeluarkan suara sepatah kata pun jika berhadapan dengan Mak Iyem, mereka semua diam membisu dan menuruti apa yang diperintahkan oleh Mak Iyem'.
Sementara Desi dan Hanifah berjaga diluar lingkaran yang dibentuk oleh para mayat hidup ini.
Setelah terbentuk sebuah lingkaran sempurna, Mak Iyem' berjalan perlahan kearah Sezha yang terbaring.
Mak Iyem memanggil Hanifah.
__ADS_1
"Ifah, kesini kau." Seru Mak Iyem'.
Hanifah yang berasal diluar lingkaran mendengar panggilan Mak Iyem'.
Hanifah segera bergegas menghampiri Mak Iyem'.
"Njih Mak."
"Ambilkan nampan yang ada di dalam kamarku, aku letakkan di atas meja."
"Njih Mak."
Tanpa bertanya lagi, Hanifah langsung masuk kedalam persinggahan dan menuju ke kamar Mak Iyem'.
Dilihatnya dia atas meja ada nampan yang berisikan semangkuk kecil bunga melati dan juga segelas air yang juga sudah di masukkan beberapa tangkai bunga melati.
Hanifah dengan sigap mengambil nampan itu kemudian kembali keluar menuju tempat ritual.
Hanifah menyerahkan nampan itu ke tangan Mak Iyem'.
Usai menyerahkan nampan itu Hanifah kembali ke posisi awalnya yaitu di luar lingkaran.
Sambil menunggu bulan penuh atau bulan purnama terbentuk sempurna Mak Iyem' memakan satu persatu bunga melati yang diambilkan oleh Hanifah tadi.
__ADS_1