MAMA

MAMA
Bab 56


__ADS_3

Sezha kembali ke kamar, dilihatnya Nova sudah duduk di ranjang sambil memainkan ponselnya.


"Eh udah bangun Nov, kirain masih nyasar dipulau kapuk." Ledek Sezha sembari berjalan menghampiri Nova.


"Bodo'." Balas acuh Sezha.


"Dih ngambek, btw kamu udah sarapan belum ?"


"Udah kenyang." Nova ketus.


"Astaga ni anak lagi pms kali ya, jutek amat ditanyain." Celetuk Sezha.


Nova masih memasang wajah cemberut, karena Nova merasa Sezha tidak mau menunggunya bangun guna pergi bersama-sama untuk sarapan.

__ADS_1


"Aku gak lagi pms, aku heran aja liat kamu Zha, kan kita pergi kesini tu berdua kan ? tapi kenapa kamu seolah-olah datang kesini itu hanya seorang diri. Kamu gak bangunin aku, kamu gak mau dengerin aku, kayaknya aku ini sama sekali gak kamu anggap ada ya." Nova mengeluarkan uneg-uneg.


"Maksud kamu ?" Sezha meminta penjelasan.


"Udah deh Zha, aku mau balik aja hari ini. Buat apa aku disini, toh kamu juga nyaman tanpa aku. Lagian emang kamu yang ingin sekali ketempat ini." Ungkap Nova.


Nova beranjak dari ranjang dan berjalan ke lemari pakaian. Nova mengambil tas ranselnya, ia memasukan pakaiannya satu persatu kedalam tas. Nova ingin secepatnya pulang dari tempat yang dirasanya aneh. Sebenarnya ia berat harus meninggalkan Sezha seorang diri tapi melihat Sezha nyaman berada disini ia pun memutuskan untuk pergi dari tempat ini.


"Nov, kamu kenapa sih ? astaga aku salah apa ? ohhh ok aku tau, kamu kesel karena aku tadi pergi sarapan tanpa ngajak kamu gitu kan. Ni ya aku jelasin tadi aku tu sebelum keluar sarapan, aku udah bangunin kamu tapi kamu sama sekali gak ngerespon jadi aku pikir kamu masih ngantuk makanya aku pergi sendiri ke kantin." Terang Sezha.


"Udahlah Zha, gak usah dibahas. Lagian aku emang udah gak bisa disini, aku ngerasa jika tempat ini tidak aman. Jika kamu percaya sama aku, yok kita pergi dari tempat ini dan kita pulang. Kamu mau percaya sama aku atau gak, tempat ini udah kayak di demensi ghaib. Firasatku bilang kalo gak semua yang ada ditempat ini itu manusia." Nova mengatakan apa yang ia rasakan.


"Nov, bukannya kamu yang mutusin buat ikut bareng aku kan kemarin, kenapa kamu lupa itu ? seakan-akan aku yang paksa kamu untuk ikut." Sezha tidak terima.

__ADS_1


"Gak usah bahas yang kemarin, sekarang gini aja kamu mau ikut aku pulang atau kamu mau tetap tinggal ditempat ini ? kamu tinggal pilih." Nova to the point.


"Terserah kamu aja, kalo kamu kekeh mau pulang yaudah silahkan tapi aku masih mau disini. Aku tenang disini." Sezha menolak ajakan Nova untuk meninggalkan tempat ini.


"Tuh kan kamu keras kepala Zha, kamu emang udah gak mau dengerin pendapatku. Baiklah kalo gitu, permisi aku pulang. Aku harap kamu betah disini sampai sisa 3 hari kedepan. Jaga diri kamu baik-baik. Assalamualaikum."


Sezha memijit dahinya, ia pusing melihat sikap Nova, Sezha bingung jika harus seorang diri berada disini.


Nova sudah sampai di dekat pintu kamar namun Sezha menarik lengan Nova.


"Nov, ok aku minta maaf. Nov, aku mohon kamu itu temenku bisa gak paling tidak besok kita pulang. Aku masih ingin disini sehari lagi, lepas itu baru deh kita pulang." Sezha mencoba membujuk Nova.


Nova menghela nafas kasar.

__ADS_1


__ADS_2