MAMA

MAMA
Bab 269


__ADS_3

Sepulang sekolah, Deon telah menunggu di depan gerbang sekolah.


Sezha sumringah melihat Deon menjemputnya padahal ia tidak meminta untuk dijemput.


"Hallo mas, woah mas jemput. Hm ada apa ni ? mau ngajak aku makan siang ya ?" Sezha merangkul lengan Deon senang.


"Boleh, kamu belum makan ? yaudah yuk, mas anter. Kamu mau makan dimana ?" Tanya Deon.


"Aku lagi pengen makan ayam bakar ni mas."


"Ok, kalo gitu kamu masuk." Deon membuka pintu mobil.


"Makasih mas." Sezha menyentuh lembut pipi Deon.


Arin, Lala dan Nova yang berjalan mendekati gerbang sekolah, melihat Sezha merasa, Arin merasa eneg.


"Dih liat tuh Sezha gak nyadar apa kalo di sekolah, lebay banget." Ketus Arin.


"Biarin lah Rin namanya juga lagi kasmaran, kamu gak boleh sirik." Lala mengingatkan.


"Iya Rin, biar lah bener kata Lala. Yaudah yuk pulang."


"Yaudah deh, kuy lah pulang."


Mereka bertiga pulang dan tidak lagi membicarakan Sezha.

__ADS_1


Sezha dan Deon pergi kesebuah cafe yang menyediakan menu ayam bakar.


Setiba di area pakir, mereka turun.


Sebelum menuju ke meja, Deon terlebih dahulu memesan. Dua porsi ayam bakar, dan dua gelas jus jeruk.


Setelah memesan Deon dan Sezha duduk di meja barisan depan.


Tak lama pesanan mereka datang. Sezha dan Deon menikmati menu yang telah Deon pesan.


Saking senangnya ia makan dengan Deon, ia melupakan bayinya yang ia tinggal sendirian di di dalam kamar.


Bayinya tidak menangis tapi mengamuk karena biasanya Sezha jam segini sudah pulang sekolah tapi sampai saat ini Sezha belum juga, sementara bayinya telah merasa lapar.


Si bayi mengerang sambil mengacak-acak kamar Sezha hingga berantakan.


"Mengapa kau mengamuk ? dimana ibumu ?" Tanya Tukijan.


Si bayi menatap Tukijan dengan mata kemerahan tanda saat ini ia sedang sangat marah.


Tukijan mengerti apa yang disampaikan oleh si bayi.


"Aku mengerti, sepertinya kau belum diberi makan oleh ibumu. Kau tunggu disini, aku akan menyuruhnya untuk pulang dan membawakanmu daging segar. Berhentilah mengamuk, kau hanya membuat seisi kamar ini berantakan."


Si bayi duduk menuruti apa kata Tukijan tapi raut amarah belum hilang darinya.

__ADS_1


Sukma Tukijan mencari tau keberadaan Sezha, ya dengan waktu singkat sukma Tukijan telah mengetahui dimana Sezha sekarang.


Sukma Tukijan membisikkan ke telinga Sezha.


"Pulang sekarang atau anakmu akan semakin tambah mengamuk dan menghancurkan seisi rumahmu."


Sezha tersentak begitu mendengarkan suara Tukijan berbisik di telinganya.


Ya ampun aku sampe lupa, si adek kan belum makan. Duh pasti ngamuk deh si adek di kamar. Kalo gitu aku minta anter mas Deon deh ke pasar.


"Mas, anterin aku ke pasar yuk, aku pengen beli daging sapi nih."


"Kenapa harus ke pasar ? swalayan dekat sini ada kok, fresh juga, daripada jauh-jauh ke pasar."


"Kurang gurih mas dagingnya kalo beli di swalayan, kalo di pasarkan lebih seger dagingnya, lebih manis."


"Hm tapi mas harus balik ke perusahaan sekarang. Mas gak ada waktu buat anter kamu ke pasar, tapi kalo ke swalayan ini, bisalah mas anterin, gimana ?" Deon tidak sempat.


"Yaudah deh mas, aku naik ojol aja. Mas balik kerja aja ok."


"Beneran ni gak apa-apa, kalo gitu mas balik ke perusahaan sekarang ya, udah di calling ni. Maafin mas ya, kamu hati-hati dijalan. Ini yang buat beli dagingnya, cukup kan ?" Deon memberikan Sezha 300ribu.


"Cukup kok mas, makasih. Mas juga hati-hati ya."


"Ya, bye. Yaudah mas balik, tenang mas bayar kok makan kita. Dah ...." Deon beranjak dari kursi.

__ADS_1


"Iya mas, bye. See you." Sezha tersenyum.


__ADS_2