
Siang hari Nova berkunjung kerumah Sezha, diketuknya pintu sembari mengucapkan salam.
Tok...tok... Assalamualaikum !"
Ucapan salam Nova dari arah luar pintu tidak ada yang menyahut.
"Kemana ya ? keliatannya sepi banget. Apa pada tidur siang ya ?" Gumamnya.
Tetangga samping rumah Sezha, melihat ada seseorang yang datang berinisiatif langsung menghampiri.
"Permisi dek, gak dibukain pintu ya ?" Tanyanya julid.
"Eh iya Bu, hm mungkin pada tidur siang."
"Kurang keras suaranya, tunggu ya ibu bantu kali aja denger."
"Makasih Bu."
Perasaan aku ketuk pintu rumah Sezha, kenapa yang nongol malah tetangganya. Batin Nova.
Si tetangga mengetuk sembari memanggil dengan suara yang keras.
__ADS_1
Tok..tokk... Assalamualaikum.....!!!!"
Nova sampai menutup kedua telinganya.
Ibu Sezha yang berasal di kamar tersentak kaget mendengar suara lengkingan yang terdengar dari luar.
"Astagaaaaa..siapa sih siang bolong gini ribut."
Sezha yang sedang istirahat siang sehabis menyusui bayinya juga dibuat terkejut oleh suara keras.
Sezha keluar dari kamar sambil mengupat kesal.
"Kurang aj*r ni orang ya, bertamu gak punya etika apa gimana. Orang lagi enak-enakkan tidur malah direcoki."
"Udah, udah kamu jangan marah. Itu suara ibu sebelah, mungkin dia gak denger sewaktu panggil pelan makanya ibu itu pakai suara keras ." Ibu menenangkan.
"Gak denger apaan, emang dia kira yang dirumah ini tuli. Gak Bu, gak bisa di diemin tetangga kayak gitu, harus dikasih pelajaran etika biar tau cara bertamu kerumah orang. Ibu disini aja biar Sezha yang keluar, sumpah kesel Sezha udah sampe ubun-ubun."
"Sezha udah ah, gak enak ribut sama tetangga. Udah kamu balik ke kamar sana, kasihan bayi kamu kalo denger ribut-ribut, yang ada bisa terganggu tidurnya." Ibu menahan langkah Sezha dengan memegangi lengan Sezha.
"Ish ibu ach, tetangga rese gitu masih dibelain. Lama-lama ngelunjak dia, ck au ah bete. Ibu urus deh sana." Sezha menghentakkan kakinya kesal sembari menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
Ibu Sezha berjalan membuka pintu depan, dan benar saja dilihatnya si tetangga sebelah rumahnya.
"Ibu yang barusan ketuk pintu keras terus suaranya keras sekali?" Tanya ibu Sezha.
"Iya Bu, ini lho daritadi saya lihat adek ini ketuk pintu dan ucapin salam gak ada yang jawab makanya saya inisiatif bantu gitu. Nah ternyata berhasil toh, ibu dengar langsung bukain pintu." Katanya santai tanpa bersalah.
"Oh kamu Nov, yaudah gih masuk. Sezha ada di kamarnya."
"Iya Tante. Kalo gitu saya masuk duluan. Permisi Bu, mari. Saya kedalam dulu." Pamit Nova pada si tetangga karena ia masuk kedalam rumah Sezha.
"Iya dek iya." Balas si tetangga.
Usai Nova masuk barulah ibu Sezha menegur si tetangga.
"Bu tolong ya lain kali dijaga suaranya, jangan terlalu keras memanggil kami yang ada dirumah ini. Pendengaran kami masih sehat kok Bu, jadi tidak perlu dengan suara sekeras tadi."
"Hehe maaf ya Bu, abisnya saya cuma niat bantui adek tadi aja. Tapi jantung ibu masih sehat kan Bu, begitu dengar suara saya." Si tetangga mulai kikuk.
"Untungnya masih Bu, kalo tidak saya pasti pingsan di dalam."
"Alhamdulillah kalo gitu. Yaudah ya Bu, saya permisi pulang masih banyak pakaian yang belum disetrika." Si tetangga pamit pulang karena merasa tidak enak karena ulahnya tadi.
__ADS_1
"Iya Bu." Ucap ibu Sezha dengan senyum dipaksakan.