MAMA

MAMA
Bab 227


__ADS_3

Ustadz Dedek mendekat dan memeriksa apakah makhluk ghaib yang menguasai kedua bapak ini telah pergi atau belum.


Ustadz Dedek memeriksa dari kelopak mata kedua bapak ini.


"Alhamdulillah, pengaruh makhluk ghaib telah hilang."


"Bener pak ustadz, ya Allah Alhamdulillah. Saya takut sekali pak ustadz." Ucap syukur si ibu kedua.


"Ibu tenang saja kondisi bapak sudah tidak apa-apa sesaat lagi akan segera sadar."


"Terimakasih banyak pak ustadz, terimakasih. Tapi pak ustadz bagaimana dengan ibu itu, dia pingsan karena hempasan suaminya tadi." Si ibu kedua khawatir dengan kondisi si ibu pertama.


"Ibu tidak perlu cemas, biar Istri saya yang akan mengobatinya."


"Pak ustadz sebenarnya apa yang terjadi ? biasanya tidak pernah ada kejadian seperti ini disini."


"Saya juga belum mengetahui pasti, intinya saya membantu sebisa saya. Saran saya sudah kejadian seperti ini, alangkah baiknya jika ibu dan keluarga meningkatkan kualitas ibadah ya Bu, ya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Tiada kekuatan yang sehebat dengan kekuatan Allah SWT. Kita sebagai manusia harus selalu meminta bantuan hanya kepada-nya, saya hanya sebagai perantara saja."


"Iya pak ustadz, mungkin ini teguran dari Allah SWT, soalnya kami males sekali kalo mengerjakan Sholah isya, bawaannya mau tidur aja."

__ADS_1


"Malas itu adalah sifatnya syaitan, jadi sebisa mungkin mulai dari sekarang dihilangkan sifat malas itu ya Bu."


"Baik pak ustadz, insya Allah saya akan mulai menghilangnya rasa malas saya. Kalo begitu saya permisi pulang ya pak ustadz, Bu ustadz, sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih.. Wassalamu'alaikum."


"Sama-sama, waalaikum salam."


Si ibu kedua telah pulang dengan memapah si bapak yang masih pingsan sekarang tinggal si ibu pertama dan juga si bapak masih dalam keadaan pingsan kedua-duanya. Anak dari si ibu pertama hanya bisa nangis melihat kedua orangtuanya pingsan dilantai.


Ustadz Dedek menyuruh istrinya untuk memijit pelan kening si ibu pertama dengan membaca shalawat nabi Muhammad Saw sebanyak 3 kali.


Istri ustadz Dedek melakukannya, setelah pijitan ketiga si ibu pertama pun sadar dari pingsannya.


"Syukurlah ibu sudah sadar, sebaiknya ibu minum dulu ya biar agak enakan." Istri ustadz Dedek memberikan si ibu pertama minum air putih.


Usai meminum air putih, ia teringat dengan suaminya.


"Bu ustadz, suami saya bagaimana? apakah masih seperti tadi?"


"Alhamdulillah Bu."

__ADS_1


"Jadi suami saya sudah tidak seperti tadi kan Bu ustadz?" Tanyanya sekali lagi memastikan.


Ustadz Dedek menjawab.


"Alhamdulillah Bu, berkat pertolongan Allah saya bisa mengusir makhluk ghaib yang menguasai tubuh bapak. Hanya saja kondisi bapak masih pingsan karena kelelahan, tapi ibu tidak usah cemas, sesaat lagi pasti akan segera sadar "


"Alhamdulillah terimakasih pak ustadz, terimakasih. Jujur saya takut, takut sekali ketika melihat suami saya seperti tadi."


"Saya paham Bu, tapi kita sama-sama berusaha."


"Pak ustadz maaf ya telah merepotkan pak ustadz dan Bu ustadz malam-malam gini."


"Tidak apa-apa Bu, sudah menjadi kewajiban kami sebagai tetangga membantu. Jangan sungkan jika ingin meminta bantuan. Saya dan suami akan membantu sebisa kami." Ucap santun istri ustadz Dedek.


"Terimakasih banyak Bu, kalo begitu saya permisi pulang. Sekali lagi saya dan suami saya mengucapkan terimakasih. Wassalamu'alaikum."


"Waalaikum salam."


Ibu pertama juga pulang dengan memapah si bapak yang masih pingsan.

__ADS_1


__ADS_2