MAMA

MAMA
Bab 256


__ADS_3

Setibanya dirumah, ia mendengar ayah dan ibunya sedang menenangkan Ega yang tertawa tidak jelas sembari mengoceh.


"Astaga pasti sihir itu sekarang udah di tubuh Ega, maafin kakak, kakak harus ngelakuin ini. Tapi kakak janji, akan cari cara agar sihir itu tidak bertahan lama ditubuh kamu." Sezha berdiri didepan pintu kamar Ega.


Ayah membuka pintu kamar Ega dan melihat Sezha sudah berdiri.


"Ngapain kamu masih disini, sana lihat adik kamu."


"Iya yah." Sezha langsung melangkah masuk ke kamar Ega.


Begitu masuk kamar, ia melihat Ega seperti orang g*la. Tertawa, tiba-tiba menangis sedih, terus seketika berubah marah.


"Bu, Ega kenapa ?" Tanya Sezha berpura-pura.


"Ibu gak tau, tiba-tiba aja adek kamu jadi gini."


"Bawa ke dokter aja Bu, biar diperiksa sama dokter." Saran Sezha.


"Iya nanti, ayah masih mau panggil dokter klinik yang ada di depan sana. Moga aja masih buka, dan dokternya belum pulang."


Ega melihat kearah Sezha dengan mengatakan.

__ADS_1


"Eh kakak, kakak abis pergi ya. Hayo kakak ngaku hihi.."


"Iya, kakak abis pergi tadi. Kamu kenapa Ga ?"


"Ini lho kak, Ega tuh lagi main mobil-mobilan terus ibu sama masuk jadinya mobilnya Ega jatuh hiks hiks Ega kan sedih, ayah sama ibu jahat gara-gara ayah sama ibu mobilan Ega rusak huhuhhhuuu.." Ega bercerita emosinya berubah-ubah.


"Kamu tenang ya, nanti kita beli mobilan yang baru, mau kan ? tapi kamu janji jangan bersikap seperti ini."


"Kakak pun sama, jahat. Kakak suka pergi huhuhhhuuu kalian semua jahat, keluar kalian dari kamarku, keluar ! aku benci lihat kalian, muak tau muak !" Ega mengusir Sezha dan ibunya untuk keluar.


"Ega ni ibu dan ini kakak kamu Sezha, sadar nak, sadar..ya ampun kok kamu bisa sampe jadi begini hiks." Ibu sedih melihat kondisi Ega yang tadinya baik-baik saja berubah seperti ini.


Maafin kakak Ga, maafin.


Sezha sebenarnya merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan tapi ia tak tau cara menyelesaikan masalahnya sendiri. Ia selalu melemparkan kepada orang lain bahkan kali ini harus adiknya yang menanggung dari ulah jahatnya. Tapi itulah Sezha sifatnya masih keras, walaupun menyesalinya belum ada nitan Sezha untuk berhenti melakukan hal-hal yang syirik.


Ayah datang dengan seorang dokter klinik.


"Sini dok, masuk. Ini anak saya tiba-tiba seperti ini."


"Sebelumnya tidak ada gejala apa-apa ?" Tanya dokter.

__ADS_1


"Tidak ada dok, anak saya baik-baik saja." Kata ibu.


"Hm dari gejalanya sepertinya anak ibu mengalami gangguan kejiwaan, mungkin disebabkan berbagai faktor misalnya memedam suatu masalah atau kecanduan dari suatu permainan yang ada di gadget, tapi ini hanya diagnosa saya saja. Karena dilihat dari gejala umumnya."


"Maksudnya anak saya gejala g*la, gitu dok ? dokter jangan asal mendiagnosa dok, gak mungkin anak saya bisa terkena gangguan jiwa seperti yang dokter katakan." Ibu tidak terima dengan hasil diagnosa dini dari si dokter.


"Maaf Bu, saya hanya dokter umum, jika mau hasil pemeriksaan yang akurat ibu bisa menghubungi dokter spesialis kejiwaan atau psikiater ahli. Silahkan ibu dan bapak bisa membawa kerumah sakit umum lalu segera temui psikiater untuk memeriksa kondisi dari anak ibu. Tapi saya akan memberikan obat penenang agar anak ibu tidak terlalu berhalusinasi."


"Baik dok." Wajah ibu lemas.


"Ini obat nya Bu, diminum 3 kali sehari satu tablet. Sekarang bisa diberikan satu tablet." Dokter memberikan satu strip tablet.


"Iya dok, terimakasih. Berapa biayanya dok ?" Ibu menerima obatnya dan bertanya harga dari pemeriksaan ini.


"50ribu Bu." Kata dokter.


"Ini dok, sekali lagi terimakasih." Ibu memberikan uang 50ribu.


"Saya sarankan secepatnya ibu bawa ke dokter ahli, agar anak ibu segera mendapatkan penanganan medis, baik kalo gitu saya permisi, selamat malam." Dokter pamit pulang.


"Malam dok."

__ADS_1


__ADS_2