
Nova berteriak menyuruh kedua sosok anak perempuan ini untuk menghilang dari hadapannya.
"Pergi kalian, pergi !" Teriak Nova sembari memejamkan mata.
Bukannya pergi dari hadapan Nova, melainkan kedua sosok anak perempuan ini malah semakin mendekat kearah Nova, kemudian salah satu dari kedua sosok anak perempuan ini berbicara pada Nova.
"Tolong kami, tolong kami."
"Tidak ! aku tidak mengenal kalian, aku tidak ada urusan dengan kalian. Pergi ! pergi !" Sentak Nova.
Walaupun Nova mengusir untuk pergi namun kedua sosok anak perempuan ini masih berdiri tepat dihadapan Nova.
"Hiks tolong kami, tolong kami." Kedua sosok anak perempuan ini mengeluarkan kesedihan.
Nova sama sekali tidak mau membuka matanya sedikitpun bahkan hanya untuk sekedar mengintip.
Usai menangis kedua sosok anak perempuan ini menghilang dari hadapan Nova.
__ADS_1
Setelah kedua sosok anak perempuan itu pergi barulah Nova tidak merasakan lagi hawa dingin di dekatnya. Ia memberanikan diri untuk membuka mata perlahan.
"Huu Alhamdulillah, akhirnya pergi juga tuh hantu." Nova bernafas lega.
"Tapi tunggu sepertinya kedua hantu anak perempuan tadi pernah aku lihat hm dimana ya." Nova berusaha mengingat.
"Ya gak salah lagi, foto itu. Aku yakin mereka adalah kedua anak perempuan yang ada di foto, lalu kenapa mereka meminta tolong ? apa yang sebenarnya terjadi disini? pasti ada sebuah rahasia tersembunyi dari tempat ini. Aku harus cari tau, ck tapi gimana coba aku aja diikat gini." Banyak tanda tanya di kepala Nova.
Nova memperhatikan tiap sudut ruangan ini. Ia mencari sebuah benda yang dapat membuka ikatan tali.
Kedua mata Nova tertuju ke sisi sudut ruangan ini, ia melihat ada sebuah pisau berkarat teronggok dilantai.
Nova dengan posisi terikat berusaha menggeser kursi untuk mendekati letak pisau itu.
Karena letak pisau ada dilantai Nova menjatuhkan tubuhnya kelantai, setelah bersusah payah akhirnya Nova mendapatkan pisau yang sudah berkarat ini.
Nova meraih pisau itu dengan kedua tangannya yang terikat kebelakang tubuhnya. Nova dengan sabar menggesekkan pisau berkarat tadi ke ikatan tali yang mengikat kedua tangannya.
__ADS_1
Cukup lelah memang, namun usaha Nova tak sia-sia tali ikatan itu pun terputus, usai ikatan yang ditangannya berhasil ia putus ia dengan cekatan membuka ikatan yang mengikat kedua kakinya.
"Akhirnya aku bisa lepas juga, aku harus mencari Sezha." Nova bergegas menghampiri pintu.
Saat Nova hendak memutar handle pintu, pintu tidak dapat terbuka.
"Ck dikunci lagi, gimana ya oh ya pake pisau tadi aja moga bisa." Nova kembali mengambil pisau tadi.
Nova memasukkan ujung pisau kedalam lubang kunci pintu. Nova berharap dapt membuka kunci pintu dengan pisau ini.
"Ayo lah terbuka, Ya Allah bantu hamba-Mu ini." Nova terus berusaha dan berdoa.
Usaha Nova gagal, ujung pisau ini tidak dapat membuka pintu yang terkunci.
"Aduh gak bisa lagi, pake apa ya." Nova terus mencari cari agar dapat keluar dari ruangan ini.
Dalam kebingungan dan rasa panik Nova kembali memperhatikan tiap sudut ruangan ini. Ia berharap akan ada suatu benda selain pisau yang bisa ia gunakan untuk membuka kunci pintu ini.
__ADS_1
Pandangan Nova berhasil menemukan sebuah potongan kecil kawat yang juga berkarat.
"Itu ada kawat, pasti bisa." Nova bergegas mengambil potongan kawat yang ia lihat.