MAMA

MAMA
Bab 38


__ADS_3

Letak kantin terpisah dengan persinggahan ini, tapi tidak terlalu jauh. Dua kantin ini saling berdekatan, namun yang membedakan terletak pada warna cat kantin. Satu kantin bercatkan warna merah dan hitam, sedangkan kantin yang satunya lagi memiliki warna cat hitam dan putih. Kedua kantin ini memiliki warna dasar yang sama yaitu warna hitam.


Sezha dan Nova mulai bingung memilih kantin yang mana. Mereka berduapun berdiskusi terlebih dahulu sebelum masuk ke kantin yang mereka mau.


"Nov, kamu mau kita ke kantin yang mana ? yang warna merah/hitam atau yang hitam/putih ?"


"Hm bingung aku, emng bedanya apa sih toh kita kan mau cari makanan bukan pilih warna cat kantinnya kan ? jadi mau kantin warna cat apa aja gak masalah."


"Iya juga sih, yaudah kalo gitu kita yang ke kantin dengan warna cat hitam/putih aja ok, soalnya lebih enak dilihatnya." Usul Sezha.


"Boleh, yuk." Nova berkenan .


Mereka berdua berjalan ke arah kantin yang sudah mereka berdua sepakati.


Mereka disambut ramah oleh seorang ibu-ibu.


"Selamat datang dan selamat sore mbak-mbak yang cantik, mari silahkan duduk, boleh mau pilih duduk dimana masih banyak yang kosong."


"Sore Bu, iya makasih Bu. Kami duduk disini saja." Kata Sezha.

__ADS_1


"Monggo mbak."


"Bu disini makanan yang paling enak itu apa ? kalo kita boleh tau." Tanya Nova.


"Kalo di kantin saya, makanan yang paling dicari itu pecel, gado-gado dan mi sop kampung dan juga nasi goreng telur spesial. Monggo mbak-mbak mau pesen yang mana biar ibu bikinin." Ibu kantin berbicara logat Jawa.


"Hm kalo ayam bakar ada gak Bu ?" Tanya Nova lagi.


"Di kantin saya tidak ada menu ayam mbak, hanya ada keempat menu itu saja yang tersedia dikantin saya."


"Owh gitu ya Bu. Yaudah deh saya pesen nasi goreng satu sama minumanya teh manis dingin ya Bu." Nova memesan.


"Gak ada ya, yaudah deh air putih aja kalo gitu."


"Siap nanti ibu bikinin, nah kalo mbak yang ayu iki mau pesen apa?" Ibu kantin menanyakan Sezha.


"Sama aja dengan temen saya Bu."


"Baik kalo gitu, tunggu sebentar yo."

__ADS_1


"Iya Bu." Sezha mengangguk.


Setelah ibu kantin berjalan kedapur, Nova mengungkapkan tentang keanehan yang ia rasakan lagi.


"Zha, sssttt Sezha ." Nova dengan suara pelan memanggil Sezha yang kembali sibuk dengan layar ponselnya.


"Apa sih Nov bisik-bisik gitu ?"


"Sini deket." Nova menyuruh Sezha untuk lebih mendekat ke arahnya.


"Dih mulai gak jelas kamu, ngomong aja donk Nova." Sezha kesal.


"Ck ni anak ngeyel amat. Sini dulu ada yang mau aku bilang ini." Desak Nova masih dengan suara berbisik.


"Ishh iya, ada apa sih?" Sezha mencondongkan kepalanya kearah Nova.


"Kamu ngerasa aneh gak, ni kantin sepi cuma kita yang makan disini gak ada orang lain lagi. Astaga ni tempat berasa ada di dimensi lain. Jangan-jangan kita lagi di~." Ucapan Nova terpotong.


"Cukup Nov, stop ok. Jangan berfikir yang aneh-aneh bisa gak sih. Dari kita masih ditaksi, terus sampai disini, lalu masalah kamar, nah sekarang kantin yang kamu bilang aneh, sehabis kantin tempat mana lagi yang kamu bilang aneh Nova, hadeh." Sezha menghela nafas sambil memijit keningnya yang mulai pusing melihat sikap Nova.

__ADS_1


"Ck kamu gak percayaan banget apa yang aku bilang, yaudah deh mulai sekarang aku gak bakal bilang yang aneh-aneh tentang ni tempat, aku simpen sendiri aja." Nova cemberut malas dengan Sezha yang keras kepala.


__ADS_2