
Setibanya dirumah buklek pun menceritakan perihal rumah gubuk yang dilihat oleh Arin tadi.
"Kamu masih penasaran dengan rumah yang tadi?"
"Ya buklek."
"Hm baiklah buklek ceritakan. Rumah itu adalah rumah dari seorang yang bernama Mak Iyem', Mak Iyem' ini seorang penganut ilmu hitam, demi mencapai keinginannya agar ia selalu nampak awet muda, ia tega menjadikan salah seorang dari anaknya di jadikan persembahan untuk dinikmatinya sendiri." Buklek bercerita serius.
"Astaghfirullah buklek, kejem banget, anak sendiri lho." Arin tak menyangka.
"Iya, bukan hanya anaknya saja, suaminya sendiri sengaja ia bikin gila lalu suaminya melompat ke dalam sumur yang ada dirumah mereka sendiri, nyawa suaminya tidak tertolong, dan dia melarang keras warga desa untuk memakamkan jenazah suaminya. Jika ada yang berani menyentuh jenazah suaminya maka ia tidak akan segan-segan mengirimkan sihir."
__ADS_1
"Ya Allah, Mak Iyem' itu bukan manusia lagi buklek melainkan setan tapi berwujud manusia. Dia seorang ibu tega tumbalin anaknya sendiri terus menghabisi suaminya juga. Kenapa gak diusir aja sih buklek dari desa ini ? soalnya dia udah mersahkan warga sekitar."
"Tidak semudah itu toh cah ayu, warga sini belum memiliki keberanian untuk mengusir Mak Iyem'."
"Masih ada 2 pertanyaan lagi ni buklek, tadi kan buklek bilang salah seorang anaknya berarti ada anaknya yang lainkan? udah gitu kenapa ada tulisan persinggahan pondok Mak Iyem' tepat didepan rumahnya ?" Arin semakin penasaran.
"Ya kamu benar, Mak Iyem' memiliki 2 orang anak perempuan kembar. Anak perempuan yang satunya melihat sendiri bagaimana ibunya menghisap darah dari saudari kembarnya. Ia syok dan ia membelalakkan kedua bola matanya, kemudian berteriak kepada Mak Iyem. Mak Iyem' yang sudah dirasuki setan dan ambisinya, tanpa memiliki rasa kasih sayang seorang ibu, ia dengan wajah bengis menangkap dan juga mengikat anak keduanya di dekat saudari kembarnya. Mak Iyem' mengambil sebilah pisau kemudian memotong urat nadi anak keduanya lalu menghisap darah yang keluar dengan sangat rakus, karena kehabisan darah kedua anaknya pun meninggal ditangan ibunya sendiri. Dan dari semenjak kejadian mengerikan itu Mak Iyem' memasang tulisan persinggahan pondok Mak Iyem'."
"Sebenarnya buklek sendirilah yang menyaksikan kejadian yang mengerikan di rumah Mak Iyem', buklek sering menyelinap tanpa Mak Iyem' ketahui. Alasan kenapa tidak melaporkan kepada polisi ? seperti yang buklek bilang, Mak Iyem' tidak akan tinggal diam jika ada yang berani mengusik dirinya dan tempat tinggalnya."
"Apa maksudnya coba bikin tulisan Persinggahan kayak gitu ? dia mau cari korban gitu, dasar manusia setan." Upat Arin.
__ADS_1
"Sudahlah yang penting buklek sudah memberitahukan kamu, ingat jangan sesekali mendekati rumah itu lagi." Ultimatum buklek.
"Iya buklek tapi Arin masih penasaran kenapa dinamai persinggahan coba ?" Desak Arin.
"Hm biaralah itu menjadi rahasia. Intinya buklek sudah menceritakan semuanya ke kamu. Cukup segini yang harus kamu ketahui, tidak baik jika kamu tau terlalu banyak."
"Yahhh buklek masih penasaran juga."
"Tidak baik jika terlalu penasaran, pamali ora ole." Ucap buklek.
"Iya buklek." Arin mengangguk lesu.
__ADS_1
Sekilas tentang persinggahan pondok Mak Iyem'.