
Benar saja saat akan mendekati pintu kamar Nova, Lala yang berjalan disamping Arin tiba-tiba terjatuh ke lantai.
Bughhhh...
Arin terkejut melihat Lala yang secara mendadak jatuh ke lantai.
"Astaghfirullah ! La, kamu kenapa La ?" Arin panik.
Lala masih diam dengan pandangan kosong menatap langit-langit rumah Nova.
Arin merasa jikalau Lala ada yang tidak beres, ia pun berteriak memanggil Sezha dan Nova.
"Sezha ! Nova ! lihat Lala !"
Sezha yang memang sudah ada didalam kamar Nova lebih dulu, terperanjat dan spontan berlari kearah luar kamar.
Saat Sezha keluar kamar dilihatnya sudah ada Arin dan Lala yang tergeletak dilantai.
"Ada apa Rin ?" Sezha menghampiri.
"Ini Zha, tiba-tiba Lala jatuh terus coba lihat matanya, matanya terus memandangi atas gitu." Arin menjelaskan dengan kepanikan.
Sezha beralih ke Lala yang tergeletak.
__ADS_1
"La, sadar La, Lala." Sezha melambaikan sebelah tangannya guna memastikan Lala masih sadar.
Begitu mendengar suara Sezha, pandangannya yang tadi menatap ke langit-langit, sontak melirik tajam ke arah Sezha. Ya saat ini Lala sudah dirasuki oleh sosok anak perempuan dan sosok arwah bayi Sezha.
Sezha yang mendapati Lala melihatnya dengan tatapan yang aneh, ia pun sadar jikalau Lala sekarang sedang dirasuki oleh makhluk ghaib.
"Kita mundur Rin, dia bukan Lala." Sezha mengajak Arin untuk menjauh dari Lala.
Arin yang takut mengiyakan perkataan Sezha, Arin pun mundur beberapa langkah dari Lala sedangkan Sezha saat akan mundur, pergelangan tangan kanan Sezha dicengkeram oleh Lala. Sehingga Sezha tidak dapat menjauh dari Lala.
"Lepaskan tanganku, dasar setan !" Sentak Sezha sambil berusaha melepaskan tangannya yang dicengkeram kuat oleh Lala.
Lala tak bergeming, masih dengan menatap tajam ke Sezha, Lala mengambil posisi duduk dan sekarang mereka berdua sejajar saling menatap satu sama lain.
"Huh, kau kira aku akan takut hah ! jangan mimpi." Sezha meremehkan.
Mendengar ucapan itu, mendadak Lala menangis layaknya seorang bayi. Wajah Lala berubah mewek.
"Oekkk ..oekkk ..oek..."
Sontak Sezha mengetahui jika yang merasuki Lala adalah sosok arwah bayi yang mendatanginya kemarin.
"Kau lagi ternyata, bayi setan untuk apa kau masuk kedalam tubuhnya?"
__ADS_1
Lala tidak menjawab, ia terus saja menangis tangisan seorang bayi.
"Oekkk...oekkk..oekkkk" Tangisannya sedikit kencang dari yang tadi.
Nova dan ibunya yang berada didapur mendengar suara tangisan itu, mereka berdua pun bergegas menghampiri arah suara tangisan.
"Bu, suara bayi siapa ya Bu ? sepertinya dari arah dalam deh Bu ? coba liat yuk Bu." Ajak Nova sembari meninggalkan gelas minuman yang akan ia bawakan.
"Iya hayuk, ibu juga penasaran." Timpal ibu.
Nova dan ibunya mempercepat langkahnya, arah suara tangisan itu terdengar di dekat kamar Nova. Mereka pun langsung menuju ke kamar Nova.
Saat akan sampai Nova melihat Arin berdiri dan Sezha berjongkok yang tangannya di cengkram oleh Lala.
"Ada apa ini ?" Tanya Nova heran.
Arin dan Sezha berbarengan menoleh kearah Nova.
"Ini Nov, Lala aneh kayaknya dia kerasukan Nov." Kata Arin.
"Kerasukan ? apa sih ni jangan becanda deh gak lucu tau gak?" Nova tidak percaya dengan apa yang dikatakan Arin.
Lala mengalihkan pandangannya kearah Nova.
__ADS_1
"Eh kakak, sini kak main sama aku." Sapa Lala seketika berubah layaknya anak perempuan kecil manja. Lala mengembangkan senyuman aneh kearah Nova.