MAMA

MAMA
Bab 63


__ADS_3

"Permisi bapak-bapak." Sapa Nova.


"Iya, ada apa ?" Balas salah satu bapak.


"Maaf pak, saya boleh minta bantuan?"


"Bantuan ? bantuan opo toh?" Kedua bapak saling melempar pandangan.


"Saya dari kota pak, tadinya saya menginap di persinggahan itu." Tutur Nova sambil menunjuk kearah persinggahan.


ia


"Mbak dari sana?" Tanyanya dengan raut wajah kaget.


"Iya pak, tapi temen saya masih berada disana." Ucap Nova wajah tegang.


"Astaga mbak, kenapa bisa kesana ?" Salah satu bapak menepuk jidat.


"Temen saya yang mengajak untuk datang dan menginap disana pak. Sekarang teman saya pasti sedang di tawan oleh mereka." Nova cemas.


"Yowes ora usah bingung yo, mending sekarang mbak ikut kerumah bapak. In sya Allah, istri bapak bisa bantu."


"Bener boleh pak ? Alhamdulillah terima kasih banyak pak." Nova mendapat angin segar.


Si bapak mengangguk sambil tersenyum ramah kepada Nova.


"Iya, tapi rumah bapak tidak sebagus yang ada dikota." Si bapak merendah.


"Ya Allah, pak. Saya tidak mementingkan bagaimana bentuk rupa dari rumah bapak. Bapak sudah mau menerima saya untuk tinggal saja, saya sangat bersyukur sekali pak."


Disela pembicaraan Nova dan si bapak, teman si bapak permisi untuk pamit terlebih dahulu.

__ADS_1


"Kasan, aku ra bali dese yo." Kata teman si bapak.


"Oh iyo, iyo, podo aku juga ra muleh iki." Balas pak Kasan.


Teman pak Kasan pun meninggalkan Nova dan pak Kasan.


"Kalo gitu mari mbak kerumah bapak." Ajak pak Kasan.


"Iya pak, mari." Timpal Nova sopan.


Nova berjalan disamping pak Kasan, sembari berjalan Nova menanyakan beberapa pertanyaan kepada pak Kasan.


"Pak, saya boleh bertanya sesuatu kepada bapak ?"


"Monggo, mau nanya opo."


"Hm gini lho pak, saya heran disini kan lumayan banyak rumah penduduk tapi suasananya kenapa sepi ya ? saya lihat juga tidak ada anak-anak bermain ?"


"Nanti saja bapak jawab yo."


H**eran tadi katanya boleh nanya tapi tiba aku nanya malah suruh nunggu lagi. Ck sebenarnya ada apa sih di desa ini. Nova sibuk dengan pikirannya.


Setelah cukup lama mereka berjalan, sampailah mereka disebuah rumah yang terbuat dari papan, walaupun terbuat dari papan tapi masih terlihat bagus.


"Nah ini rumah bapak, bagaimana tidak sebagus rumah yang ada di kota kan ?"


"Ah bapak, ini juga udah bagus kok rumahnya."


"Yo wes monggo masuk, istri bapak ada didalam." Pak Kasan mempersilahkan.


"Iya pak, terimakasih."

__ADS_1


Pak Kasan membukakan pintu, ya pintu rumah pak Kasan tidak terkunci.


"Assalamualaikum buk." Ucap salam Pak Kasan.


Nova mengikuti dari belakang.


"Waalaikum salam." Jawab suara perempuan.


Dari arah dalam keluar seorang ibu-ibu dengan mengenakan pakaian Jawa dengan rambut di gulung seperti di sanggul.


Si ibu melihat ke arah Nova dengan tatapan bingung.


Pak Kasan tau jika istrinya sedang bingung lalu pak Kasan memperkenalkan Nova.


"Kenalkan mbak ini dari kota ingin menumpang digubuk kita untuk beberapa waktu ." Tutur pak Kasan pada istrinya.


"Dari kota yo, hm." Istri pak Kasan memandangi dari atas kepala sampai ujung kaki.


"Iya Bu." Nova mengganguk kikuk.


"Opo iki koncone Arin yo." Gumam istri pak Kasan.


"Ibu ngomong opo toh, ora jelas toh buk." Tegur pak Kasan.


"Iki lho pak, Arin sempet cerito kalo koncone iku eneng seng teko nang daerah kene."


"Ah moso toh Bu."


"Iyo pak, makane ibu lagi mikir opo iki wonge ngono lho."


"Yo wes toh buk mung takon ae."

__ADS_1


"Iyo se' pak." Timpal istri pak Kasan.


Pak Kasan dan istrinya berbahasa Jawa, Nova nampak menggaruk kepalanya yang mendadak gatal. Nova tidak tau apa yang sedang dibicarakan oleh pak Kasan dan istrinya.


__ADS_2