MAMA

MAMA
Bab 263


__ADS_3

Dokter beserta 2 orang perawat yang menangani Ega masuk.


Sebut saja nama dokternya Tio.


"Selamat siang." Sapa dokter.


"Siang dok." Balas ibu sembari berdiri dari duduknya.


Sezha memandang dokter sedikit tidak suka.


Pantesan aja lama diagnosanya, dokter magang kayaknya ni. Awas aja kalo Ega dibuat ajang praktek, bakalan aku tuntut.


Dokter Tio sadar jika Sezha melihat kearahnya, dokter Tio hanya memberikan senyum ramah.


Sezha membuang wajahnya.


Dih sok oke.


Ibu bertanya pada dokter.


"Bagaimana dok, kondisi anak saya ? sebenarnya sakit apa anak saya dok ?"


"Kemungkinan anak ibu sedang mengalami suatu masalah yang berat sehingga tidak bisa ia ungkapkan, tapi saya akan berusaha melakukan yang terbaik."


"Dok, harus ya adik saya diikat seperti itu ? bukannya dokter sudah beri obat seharusnya tidak perlu diikat ?" Sambung Sezha.


"Iya saya tau kekhawatiran dari keluarga pasien tapi ikatan ini tidak akan lama, jika pasien sudah menunjukkan gejala kesehatan emosional yang mulai stabil, ikatan ini akan dibuka, anda tidak perlu risau, tindakan ini kami ambil semata-mata demi kebaikan pasien." Jelas dokter Tio.

__ADS_1


"Oh.." Balas Sezha singkat terkesan acuh.


"Ayah, ibu, Sezha keluar bentar mau cari makanan, pasti ayah sama ibu belum makan kan ?"


"Ya belum." Jawab ibu.


"Yaudah Sezha beli makan dulu, ibu gendong adek ya."


"Sini."


Sezha keluar ruangan ini, untuk membeli makanan. Sezha harus turun ke lantai bawah.


Usai Sezha keluar dokter Tio menanyakan perihal Sezha.


"Maaf Bu, gadis yang barusan anak ibu ?"


"Ya dok, anak saya. Ada apa ya dok ?"


"Oh bukan dok, ini cucu saya."


Dokter Tio tersenyum tanpa bertanya lagi.


Dokter melanjutkan pemeriksaan kepada Ega. Saat dokter Tio memeriksa, Ega bangun dari tidurnya dan terkejut.


"Mau apa kalian hah ?! pergi kalian, aku tidak kenal sama kalian, pergi ! Ibu, ayah, usir orang ini, aku gak suka dengan mereka." Ega meronta ,mulai emosional.


"Kamu tenang ya, saya hanya ingin memeriksa keadaan kamu saja. Saya juga sudah izin dengan kedua orang tua kamu." Ucap dokter Tio tenang.

__ADS_1


"Iya Ega, ini dokter." Timpal ibu.


Ayah mendekat kearah Ega untuk menenangkan Ega.


"Dokter mau periksa Ega, Ega mau jangan marah, Ega mau sembuh kan ?"


"Mau yah huhuhhhuuu (Ega menangis), tapi aku gak mau sama dia yah, suruh pergi dia." Ega berubah marah dan kembali mengusir dokter Tio.


"Saya tidak akan lama, saya hanya memeriksa kamu dan memberikan kamu obat. Setelah ini saya juga keluar, oh ya kamu harus makan ya, agar kamu cepat sehat." Dokter Tio bersikap tenang sembari memperhatikan sikap Tio.


"Dok, ini obatnya ? apa perlu pasien diberikan suntikan penenang dok ?" Tanya suster.


"Tidak perlu sus, biarkan pasien memakan makanannya terlebih dahulu. Nanti setelah itu diberi obatnya saja."


"Baik dok."


"Bu, pastikan pasien sebelum meminum obat ini terlebih dahulu untuk makan ya." Dokter memberikan obat kepada ibu.


"Ini obat apa dok ?" Tanya ibu.


"Obat ini untuk membantu mengontrol emosional anak ibu."


"Iya dok."


"Baiklah kalo gitu saya permisi, jika ada apa-apa, ibu bisa panggil saya diruangan saya."


"Terimakasih dok."

__ADS_1


Usai memeriksa Ega, dokter Tio meninggalkan kamar Ega.


Saat berjalan dokter Tio berpapasan dengan Sezha, namun Sezha tidak sedikitpun berniat untuk menyapa dokter Tio, pandangannya lurus kedepan.


__ADS_2