
Nova hendak masuk kedalam kamarnya, ia membuka pintu yang dikunci sebelum mereka pergi tadi.
Saat Nova akan masuk kedalam, dari arah belakang ada yang menepuk pundaknya.
"Ya." Nova menoleh."
Seseorang yang menepuk pundaknya adalah Hanifah si resepsionis.
"Malam mbak." Sapa Hanifah.
"Malam kak Hanifah, ada apa ya ?" Tanya Nova langsung.
"Tidak, saya hanya menyapa saja."
"Oh yaudah deh, saya masuk ke dalam dulu ya kak."
"Silahkan mbak, selamat beristirahat. Saya permisi." Hanifah pamit.
"Makasih kak."
Hanifah beranjak pergi namun baru beberapa langkah Hanifah berjalan, Nova memanggilnya.
"Kak Hanifah tunggu !" Seru Nova.
Hanifah menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Nova.
Nova menghampiri Hanifah.
"Kak, saya boleh tanya sesuatu gak?"
__ADS_1
"Boleh mbak, silahkan."
"Ini lho kak, kenapa malam suasananya lumayan ramai tidak seperti tadi siang ya ?"
"Mbak ini lucu, bukankah sudah saya katakan jika mereka beristirahat di jam siang dan mereka akan keluar seusai waktu malam tiba."
"Lho kok gitu kak ? emang mereka selain menginap juga bekerja begitu ?" Nova masih belum paham sepenuhnya.
"Bisa di katakan seperti itu, maaf mbak saya masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan. Kalo mbak masih ada pertanyaan lagi silahkan besok saja, soalnya saya harus menyelesaikan tugas saya malam ini. Mari mbak, saya tinggal dulu."
"Eh tapi kak, kata temen saya disini memiliki 2 resepsionis kan namanya kak Desi." Celetuk Nova.
"Mbak Desi lagi cuti beberapa hari kedepan."
Disela obrolan, ada yang menegur mereka.
Mereka berdua menoleh kearah seseorang yang berdehem secara bersamaan.
Hanifah langsung menundukkan kepalanya setelah melihat siapa yang ada dihadapannya.
"Maaf Mak."
Nova memandangi Hanifah dan seseorang ini.
Melihat Nova seperti bingung dan penasaran, seseorang ini pun memberitahu siapa dirinya.
"Selamat malam neng ayu, perkenalkan nama saya Mak Iyem' pemilik dari tempat ini."
"Owh anda yang bernama Mak Iyem'." Nova memperhatikan dari mulai ujung kepala sampai ke ujung kaki.
__ADS_1
"Ada yang aneh dengan penampilan saya ?" Tanya Mak Iyem' ramah.
"Tidak kok, saya hanya takjub dengan penampilan anda."
"Takjub hm." Mak Iyem' menunjukkan ekspresi meminta jawaban dari kata takjub yang dimaksud Nova.
"Iya, penampilan anda seperti sedang berada di area keraton. Pakaian adat Jawa lengkap, dan juga interior disini kental dengan budaya Jawa banget."
"Saya memang wong jowo, makanya saya desain sedemikian rupa dengan menggunakan pernak/pernik budaya Jawa."
"Ok, tapi bolehkah saya bertanya sesuatu mengenai tempat anda ini ?"
"Monggo, mau tanya opo toh."
"Tempat ini kenapa siang sepi sekali beda dengan ini malam ? saya jujur masih merasakan keanehan dari tempat anda. Maaf sebelumnya jika ucapan saya menyinggung perasaan anda."
"Tidak apa-apa, kebanyakan dari tamu saya yang menginap disini itu tidak terlalu suka dengan namanya sinar matahari, itu sebabnya mereka lebih memilih keluar di malam hari karena mereka bilang pemandangan dimalam hari lebih indah dibanding saat pagi atau siang hari. Wajar jika kamu menganggap aneh persinggahan saya karena kamu masih pendatang baru disini, nanti juga kamu akan terbiasa."
"Masa sih ada tipe manusia yang gak suka dengan sinar matahari, saya baru tau . Yaudah deh hoammmmm (Nova menguap). Terimakasih sudah mau menjawab pertanyaan saya. Saya permisi balik ke kamar saya dulu."
"Mimpi indah." Mak Iyem' tersenyum.
Nova berjalan masuk kedalam kamarnya.
Usai memastikan Nova sudah masuk kedalam kamarnya, Mak Iyem' menyuruh Hanifah untuk ikut bersamanya menuju keruang khusus.
"Ayo ikut aku." Titah Mak Iyem' dengan raut wajah tegas.
"Njih Mak." Ucap Hanifah.
__ADS_1