MAMA

MAMA
Bab 201


__ADS_3

Malam harinya seperti sudah menjadi tumpuan dan kebiasaan untuk Sezha, tiap kali ia ada masalah atau di cemoohkan oleh orang lain pasti ia akan langsung meminta bantuan kepada Ratu Ajeng ataupun Tukijan.


Sezha cukup duduk bersila dan memejamkan kedua mata, maka ia dengan mudah dan cepat memanggil Ratu Ajeng maupun Tukijan.


Namun ia selalu memanggil Tukijan dan malam ini juga ia memanggil Tukijan.


Tukijan datang begitu Sezha memanggilnya untuk kesekian kalinya.


"Ada apa kamu memanggilku ?"


"Saya ingin meminta bantuan pak."


"Bantuan apa lagi yang kamu inginkan ?"


"Saya mau tetangga saya yang menggosipkan saya mendapatkan balasan dengan apa yang mereka bicarakan tentang saya."


Belum lagi Tukijan menjawab, secara tiba-tiba gumpalan asap hitam datang dan memenuhi kamar Sezha. Ya jika gumpalan asap hitam telah datang maka itu tandanya Ratu Ajeng hadir ditempat yang ia mau.

__ADS_1


Sontak Tukijan dan Sezha terkejut dengan kedatangan tiba-tiba Ratu Ajeng di antara mereka.


Sontak sukma Tukijan duduk bersimpuh begitu pun Sezha melihat sukma Tukijan berlutut, ia pun spontan duduk bersimpuh. Mereka menyambut kedatangan Ratu Ajeng.


Ratu Ajeng menampakkan dirinya.


"Apa sebenarnya yang sedang terjadi ?" Tanya Ratu Ajeng.


Sukma Tukijan menjawab.


"Jadi begitu, kau tidak salah. Kau boleh tinggalkan tempat ini sekarang. Biar aku yang urus." Ratu memerintahkan Tukijan untuk pergi.


"Baik Ratu, aku pamit." Sekejap sukma Tukijan menghilang.


Selepas sukma Tukijan meninggalkan kamar Sezha, Ratu Ajeng beralih bertanya pada Sezha.


"Mau minta bantuan apa lagi kau padanya ? bukankah ketiga keinginanmu yang kemarin sudah aku kabulkan. Apakah masih kurang ?"

__ADS_1


"Ampuni saya Ratu, ampuni jika saya lancang. Tapi jujur keinginan saya yang ingin disenangi banyak orang walaupun saya salah itu belum saya rasakan Ratu, karena banyak orang diluar sana yang tidak suka dengan saya. Bahkan mengatakan saya yang menyinggung perasaan saya. Jujur saya sangat kesal Ratu, kesal sekali dengan omongan mereka tentang saya."


"Ternyata aku bisa melupakan keinginan kau yang kedua, baiklah karena ini adalah kesalahan dariku maka kau tidak perlu melakukan sesuatu. Aku akan melakukannya untukmu malam ini."


"Terimakasih banyak Ratu, terimakasih banyak. Saya sangat senang mendengarnya."


"Hal semacam ini sangat mudah bagiku." Ratu Ajeng menengadahkan kepalanya bangga.


"Saya tidak salah memilih Ratu menjadi penolong dalam hidup saya."


"Ha-ha-hahaha ya kau memang tidak salah pilih menjadikan aku sebagai penolong di hidupmu ha-ha-ha-ha. Terus pujalah aku, panggillah aku, jika perlu kau ajak orang lain untuk memujaku semakin banyak semakin bagus ha-ha-ha." Ratu Ajeng tertawa puas, ia seperti mendapatkan kekuatan baru ketika mendengar ucapan Sezha yang secara tidak langsung mengagungkan dirinya diatas Sang Maha Pencipta.


"Abdi setia saya tidak perlu Ratu sangsikan, tapi mengenai untuk mengajak orang lain untuk memuja Ratu, ampun Ratu, jujur saya belum bisa dan memahami caranya agar mereka mau mengikuti apa yang saya ucapkan. Saya takut jika saya sampai melakukan kesalahan, jadi ampuni saya Ratu, saya belum mampu." Sezha tidak bisa melakukan permintaan Ratu.


"Tidak masalah, aku tidak memaksamu. Sudahlah aku harus pergi." Ratu Ajeng memutuskan untuk pergi, namun sebelum pergi Ratu Ajeng melirik sekilas kearah bayi Sezha yang tertidur.


"Bagus kau telah menjaga dan merawat bayi ini. Ingat jangan pernah mengecewakanku atau kau tau akibatnya." Ratu Ajeng pun menghilang.

__ADS_1


__ADS_2