
Deon mengatarkan pulang Sezha hingga kerumah tapi Deon tidak ingin mampir karena dia harus balik ke perusahaan.
"Mas, gak singgah ya. Soalnya mas mau balik ke perusahaan lagi, masih ada kerjaan yang belum selesai."
"Ya."
Sahutnya lemas, ekspresi wajah Sezha seperti menyimpan sesuatu.
Deon mengetahui kalo Sezha saat ini ingin mengatakan sesuatu padanya, Deon pun bertanya.
"Kok wajahnya ditekuk gitu ? kenapa lagi hem ?" Tanya Deon sembari memegang dagu Sezha lembut.
"Ini lho mas, mas kapan nikahin aku ? Aku capek mas tanpa kejelasan gini, nasib anak kita juga kasian, masa sampe sekarang dia belum punya seorang ayah."
"Iya mas ngerti kok, tapi kan masalahnya coba deh kamu nilai sendiri, istri mas lagi sakit memang sih fisiknya sehat tapi mentalnya, gak mungkin donk mas nikah sama kamu sementara istri mas seperti itu, ditambah lagi kerjaan mas juga masih padat-padatnya, intinya mas akan tetap disini buat kamu dan buat anak kita juga."
"Istri mas lagi, istri mas lagi, selalu aja istri mas yang di nomer satuin, kapan gantian sama aku coba ?" Sezha cemberut cemburu karena Deon lebih sibuk perhatikan istrinya ketimbang dirinya.
"Yaudah kalo gitu mas nomor satuin kamu terus ntar mas digugat cerai, nah abis itu pihak keluarga istri mas minta harta gono-gini, dah setelah itu harta mas abis dibagi 2, emang kamu seperti itu ? kita nikah tapi hidup sederhana, mau ?"
"Ck au ah pusing, aku mau masuk dulu. Uang sakunya jangan lupa ditransfer, awas lho kalo mas sampe lupa." Sezha bersiap turun dari mobil.
"Iya sayang. See you."
__ADS_1
"See you too, hati-hati dijalan."
"Bye sayang, mas berangkat ya."
"Bye."
Mobil Deon pun pergi, Sezha memasuki rumahnya dan langsung menuju ke kamar ibunya karena ia tau pasti bayinya ada dikamar ibunya, dugaan Sezha benar jika bayinya sedang dikamar ibunya.
"Nangis gak Bu ?" Tanya Sezha menghampiri ranjang.
"Gak kok, baik budi malah."
"Minum apa si adek ?"
"Gak mau minum apa-apa Zha, dari kamu pergi sekolah sampe sekarang tidur aja. Bangun sebentar tidur lagi."
"Kamu udah makan ? makan dulu kalo belum."
"Ya nanti Bu, Sezha masih kenyang."
Sezha menggendong bayinya dan membawa ke kamarnya.
Sesampainya dikamar, bayi Sezha langsung bangun.
__ADS_1
Sezha mengeluarkan pu*ingnya lalu kemudian si bayi menghisap dengan lahap.
Ibu Sezha masuk kedalam kamar Sezha dan bertanya.
"Ibu mau tanya ni ?"
"Tanya apa Bu ?"
"Kamu kok kayaknya hari ini pulang lama ya ? ada pelajaran tambahan disekolah ?"
"Oh gak kok Bu, tadi singgah kerumah temen sebentar."
"Kirain ibu ada pelajaran tambahan, yaudah karena kamu lagi nyusui, ibu ambilin makan ya. Udah jam segini soalnya, nanti kamu masuk angin lagi."
"Boleh deh Bu, Sezha juga udah laper. Apalagi liat ni, si adek kuat banget nyusunya."
"Ya maklumlah namanya juga hampir seharian dia gak minum apa-apa coba, ibu aja heran liat cucu ibu, tahan banget sampai nungguin mamanya pulang."
"Iya Bu, jagoan Sezha ini."
"Bentar ibu kedapur dulu, biar ibu ambilin kamu makan. Mau banyak atau sedang aja nasinya?"
"Lumayan banyak aja deh Bu, laper banget perut Sezha. Udah keroncongan."
__ADS_1
"Tunggu ya."
"Makasih Bu."