
Setelah menghubungi untuk kesekian kali akhirnya sambungan telpon diangkat juga oleh bulek.
'Percakapan bulek Sukini dan Arin.'
"Bulek : " Assalamualaikum, Arin."
"Arin : " Waalaikum salam, bulek."
"Bulek : " Ada apa nelpon bulek?"
"Arin : " Ini lho bulek, ada yang mau Arin tanyai sama bulek tentang temen Arin yang berkunjung kesana tempo hari.
"Bulek : " Owh kedua temen kamu itu, emang kamu mau tanya apa ?"
"Arin : " Sebenarnya apa yang terjadi bulek pada mereka sewaktu disana ? bulek bisa ceritain gak ke Arin, Arin janji kok gak akan cerita ke siapa-siapa. Arin cuma penasaran aja."
"Bulek : " Kamu yakin ingin tau ?"
"Arin : " Ya bulek ingin tau banget."
"Bulek : " Baiklah bulek ceritakan sedikit, salah satu dari temen kamu kalo gak salah yang namanya Zha gitu ya, nah dia baru saja jadi korban ritual dari Mak Iyem."
"Arin : " Sezha,,maksud bulek ? hm korban ritual gimana bulek ?"
"Bulek : " Bulek lupa, abisnya temen kamu itu manggil Zha gitu aja."
__ADS_1
"Arin : " Yaudah deh terus maksud korban ritual Mak Iyem itu gimana bulek ? Arin belum paham."
"Bulek : " Temen kamu si Zha itu ternyata sedang hamil waktu menginap di pondok Mak Iyem, kemudian di waktu yang pas untuk melakukan ritual, janin yang ada di rahim Zha di ambil paksa oleh Mak Iyem."
"Arin : " Astaghfirullah Sezha hamil (Arin terkejut). Gak nyangka aku."
"Bulek : " Ingat ya, ini aib teman kamu. Bulek memberi tahu kamu karena kamu ingin tau tapi jangan sekalipun memberitahu siapapun. Janji sama bulek."
"Arin : " Iya bulek, Arin janji. Terus bulek abis itu gimana lagi setelah janin Sezha diambil?"
"Bulek : " Cukup itu saja yang harus kamu tau. Bulek mau balik ke sawah lagi, palek kamu sendirian itu."
"Arin : " Tapi bulek, Arin masih penasaran."
"Bulek : " Tidak baik jika terlalu ingin tau masalah orang lain cukup sekedarnya saja. Ya udah ya bulek harus buru-buru ini."
"Bulek : " Waalaikum salam."
'Sambungan telpon terputus.'
Perbincangan Arin dengan bulek melalui saluran telpon sungguh panjang, hingga Lala yang berada di sebelah Arin tanpa sadar mulai tertidur.
"Astaga Lala, aku nelpon ngomong panjang lebar malah dia yang tidur, dikira aku lagi dongeng apa. La..bangun donk, yaeelah ni anak, kebo banget abis makan langsung tidur." Arin menggoyangkan pundak Lala sembari menggerutu kesal.
Lala yang belum lama tertidur mulai membuka matanya yang terpejam.
__ADS_1
"Ada apa Rin? hoaammm." Lala perlahan membuka mata sambil menguap.
"Ada hantu ! ck apaan kamu sih La, tadi katanya mau tau tentang Sezha, bukannya dengerin aku ngomong tadi malah molor, kebangetan kamu deh."
"Hehehe maaf Rin, biasa kalo jam segini abis makan pasti ngantuk eh gak sadar ketiduran aja ni mata." Lala cengengesan."
"Hilih dasar kebo betina kamu."
"Dih kebo betina, kebo jantannya mana mooooooooo." Ledek Lala sambil memeragai suara kerbau.
"Garing krik..krik..gak lucu."
"Iya deh iya, skip dah. Ceritain donk tadi waktu kamu tanya sama bulek kamu. Aku gak denger keburu pergi ke alam mimpi tadi."
Arin memutar bola matanya malas.
"Jadi tadi kata bulek aku, kalo Sezha itu korban ritual dari Mak Iyem. Nah yang bikin aku makin kaget, ternyata Sezha itu waktu pergi kesana lagi~." Ucapan Arin menggantung.
"Ish lagi apa Rin, ck pake ngegantung segala ceritanya." Lala berdecak.
"Ternyata Sezha lagi hamil, La." Tandas Arin.
"Whatttttt !!! serius Rin ? waduh gak nyangka aku." Lala terbelalak kaget.
"Iya, bulek aku yang bilang tadi." Timpal Arin.
__ADS_1
"Woah parah sih nih, kalo pihak sekolah tau, Sezha pasti di keluarin dari sekolah."