MAMA

MAMA
Bab 173


__ADS_3

Saking senangnya Sezha segera memberi tahu Deon jikalau dia telah melahirkan anak mereka.


Sezha mencoba menghubungi nomor ponsel Deon namun tidak dapat dihubungi.


Beberapa kali Sezha mencoba tetap saja sambungan telpon tidak tersambung.


"Ck mas Deon kemana sih ? daritadi aku hubungi gak aktif."


Ibu yang masih berada dikamar Sezha mendengar decakan kesal yang keluar dari mulut Sezha, walaupun pelan masih bisa didengar oleh ibunya yang berada tak jauh dari ranjangnya sambil menggendong bayi Sezha.


"Kamu kenapa lagi sih ? ibu liat kesel banget kayaknya. Ada apa hem ? cerita sama ibu, jangan dipendem sendiri nanti yang ada kamu stres terus asi kamu bisa gak keluar, kan kasihan bayi kamu."


"Ini lho Bu, mas Deon. Sezha telponin tapi gak aktif terus ponselnya. Gak tau kemana."


"Mungkin dia lagi sibuk, coba nanti kamu hubungi sekali lagi."


"Iya Bu, sini Bu biar Sezha kasih asi. Kasihan daritadi belum ada nyusu." Sezha ingin menyusui bayinya untuk pertama kali.


"Yaudah nih, kalo gitu ibu tinggal dulu kedapur ya. Ibu mau masak sayuran rebus untuk kamu."

__ADS_1


Sezha mengangguk.


Sekeluarnya ibu dari kamar Sezha, bayi Sezha menangis cukup keras.


"Oekk...oekkk..oekkk .."


"Cup...cup..kamu haus ya." Sezha menenangkan bayinya.


Walaupun Sezha masih belia ia tau jikalau bayi menangis pasti karna haus. Lalu ia pun mengeluarkan payu*ara dan perlahan mengarahkan pu*ing tepat ke mulut bayinya.


Si bayi menghisap dengan sangat lahap. Sampai-sampai Sezha merasa kesakitan.


Namun bayinya tidak memperdulikan rasa sakit di rasakan Sezha, bayinya terus saja menghisap dengan lahapnya.


Tubuh Sezha sampai gemetar menahan sakitnya.


"Ssshhhhhhh....aduh sakit banget. Apa emang gini ya nyusui bayi ? aduhhh kalo gini mending aku kasih susu formula aja deh daripada aku ngerasain sakit gini, yang ada bisa lepas pu*ing ku."


Mendengar ucapan kalo Sezha berencana tidak ingin menyusui lagi, bayinya kesal. Dengan rasa geram, pu*ing Sezha di gigit sekuatnya hingga mengeluarkan darah.

__ADS_1


"Awww..sakit..." Sontak Sezha melepaskan bayinya dari menghisap pu*ingnya.


Bayi Sezha menyunggingkan senyuman seram dan memberikan lirikan sinis tapi Sezha tidak memperhatikan, ia fokus dengan pu*ing yang terluka.


"Astaga, kenapa kamu menggigit pu*ing mama ? Sampe luka gini, aduhhh sssshhh sakit perih." Sezha terkejut.


Sezha meletakkan bayinya diranjang, ia segera beranjak ke lemari pakaian. Ia mengambil sebuah obat luka dan juga kain kasa.


Sezha mengobati perlahan luka pu*ingnya sambil meringis.


"Ya ampun, gini banget sih tuh aku. Kirain punya anak itu enak, gak taunya bikin pusing aja. Tau gini jadinya, males aku minta sama Ratu kemaren. Mana si Deon dihubungi gak bisa, emang ya." Sezha menggerutu kesal.


Bayinya mendengar lagi gerutu yang keluar dari mulut Sezha.


Tiba-tiba bayi Sezha dapat mengeluarkan suara dan berbicara pada Sezha.


"Kau harus rawat bayimu. Jangan sekali-kali kau menyesal atau berencana menyia-nyiakannya. Ingat jangan pernah kau memberikan bayi ini susu sembarangan, kau harus memberikannya susu yang berasal dari payu*aramu. Ini terakhir kalinya aku mengingatkanmu, hati-hati dengan perilakumu, karena aku akan selalu mengawasi gerak-gerikmu."


Sezha mengenal suara ini, ya suara ini tak lain adalah suara Ratu Ajeng.

__ADS_1


Ratu Ajeng berbicara melalui bayi Sezha.


__ADS_2