
Malam harinya di jam 2 dini hari ustadz Dedek setelah menyelesaikan sholat tahajjud ingin mendatangi kediaman rumah Sezha tapi bukan secara tubuh dirinya yang pergi kesana melainkan sukmanya yang akan menuju kesana, sama halnya seperti Tukijan, ustadz Dedek juga dapat melakukan sukma keluar dari jasad. Ustadz Dedek bertujuan tujuan untuk mengetahui sejauh apa yang tersembunyi pada kediaman Sezha.
Sebelum sukma ustadz Dedek keluar dari jasadnya, ustadz Dedek terlebih dahulu duduk bersila sembari memejamkan kedua mata, dengan awal membaca istighfar, shalawat, syahadat, basmallah lalu takbir diakhir, kemudian berdoa kepada Allah SWT.
Benar saja tak lama kemudian, sukma ustadz Dedek keluar dari jasadnya.
"Alhamdulillah, Ya Allah ridhoi niat baik hamba malam ini. Sesungguhnya hamba hanya berserah diri hanya kepada-Mu."
Usai memohon perlindungan kepada Allah SWT, sukma ustadz Dedek pun pergi menuju ke rumah Sezha.
Saat tiba di perkarangan rumah Sezha langkah ustadz Dedek tertahan sejenak.
__ADS_1
"Ya Allah, sungguh gelap rumah ini. Bismillahirrahmanirrahim." Sebelum masuk ke dalam rumah Sezha, ustadz Dedek membaca basmallah.
Namun saat akan masuk, langkah ustadz Dedek terhentinya karena ia dihadang oleh sukma Tukijan yang tak lama tiba disini juga.
"Mau apa kau dengan lancang datang kesini ? apa keperluanmu ?" Tanya Tukijan lantang.
"Aku tidak ada urusan denganmu, urusanku dengan pemilik rumah ini yang tinggal disini." Jawab ustadz Dedek tegas.
"Jika urusanmu dengan pemilik rumah ini maka otomatis kau berurusan denganku."
"Seluruh keluarga ini dalam pengawasanku, kau tidak berhak mencampuri yang bukan urusanmu." Tukijan menyuruh ustadz Dedek untuk meninggalkan rumah Sezha.
__ADS_1
"Keluarga ini telah tersesat, jauh dari jalan Allah. Sudah menjadi tugasku untuk menyadarkan mereka dan kembali ke jalan Allah."
"Huh, tak perlu repot-repot kau menyadarkan mereka yang sudah hidup tenang tanpa kau suruh mereka untuk menyembah Tuhan." Cemooh Tukijan.
"Jadi kau yang telah menyesatkan keluarga ini, segera tinggalkan keluarga ini, dan biarkan mereka menjalani hidup mereka tanpa ada hasutan darimu."
"Lucu sekali, kau mengusir ku (Tukijan tertawa mengejek). Ku beritahu padamu, bukan aku yang menyesatkan mereka tapi salah satu dari penghuni dirumah ini yang meminta langsung bantuan dariku. Jadi kau tidak berhak mengusirku, malah sebaliknya kau tamu yang tak diundang tapi berani datang menyelinap diam-diam, apakah itu bukan maling huh. Kau mengaku patuh pada aturan Tuhan tapi kau tak tau bagaimana caranya beradab." Sindir Tukijan.
"Aku akan memutuskan perjanjian antara kau dan salah satu penghuni rumah ini, jadi ku ingatkan jauhi penghuni rumah ini atau aku akan melakukan tindakan." Ancam ustadz Dedek.
"Kau mengancam ku, tidak semudah itu huh ( Tukijan meremehkan). Dia telah mengucapkan ikrar setia padaku dan junjunganku. Kau tidak ada sedikitpun hak untuk memutuskan itu, kecuali kau mau melihat dari salah satu keluarga ini m*ti mengena*kan." Ancaman Tukijan lebih tak punya hati, ia mengatakan itu dengan senyuman jahat.
__ADS_1
"Hidup dan m*ti hanya kepada Allah azza wa jalla, jadi tidak ada satu makhluk pun di dunia ini berhak menentukan hidup dan m*ti dari satu manusia." Ustadz Dedek mulai geram ketika Tukijan seolah-olah ia bisa mengambil nyawa seseorang dengan seenaknya.
"Itu jika manusianya belum ada perjanjian denganku dan junjunganku tapi asal kau tau manusia yang telah berikrar setia pada kami maka dia tidak akan dengan mudah lepas, sampe aj*l menjemputnya. Ku peringatkan padamu, tinggalkan tempat ini atau kau tidak akan tega apa yang bisa ku perbuat." Sorot mata Tukijan mengintimidasi.