MAMA

MAMA
120


__ADS_3

Di jam istirahat Sezha mengajak Nova ke kantin sekolah.


"Nov, kantin yuk. Tenang aku yang traktir."


"Dapet rezeki nomplok ya Zha, wih mantul donk. Hayuklah kalo gitu, bebaskan mau pesen apa."


"Bebas, asal harga menu masih dalam jangkauan ya pfftttt." Gurau Sezha sambil menahan senyum.


"Lah bisa gitu niat traktir kok nanggung yaelah Zha, Zha. Masa iya udah pesen makan sama minum tiba harga diluar jangkauan dibalikin ke provider, ngaco kamu dah."


"Becanda kali Nov, astaga ni anak sensitif banget. Lagi pms Bu wkwkwk."


"Ekhem perasaan hawa-hawanya ada yang lagi seneng ni." Ledek Nova.


"Tiap hari itu harus selalu seneng Nov, udah ah ngemeng mulu kapan kantinnya keburu masuk batal deh traktiran."


"Eits jangan donk, main batalin aja. Let's go."


Nova dan Sezha menuju ke kantin sekolah dengan saling tertawa becanda bersama.


Setiba di kantin, sudah ada Arin dan Lala sedang menikmati makanan dan minuman yang telah mereka pesan.


Sezha tidak ingin bergabung dengan Arin dan Lala. Sezha hanya ingin berdua saja dengan Nova tanpa mau diganggu sebab Sezha ingin menceritakan rasa bahagianya pagi tadi.


"Nov, kita duduk dipojokkan aja ya. Gak usah deket mereka. Males aku berisik." Sezha menunjuk meja yang berada disudut kantin.


"Yaudah deh, duduk dimana aja yang penting kenyang dan gratis." Timpal Nova.

__ADS_1


Sezha dan Nova berjalan melewati Arin dan Lala yang sedang makan. Arin memanggil Nova dan Sezha untuk duduk bareng dengan mereka.


"Nova, Sezha ! duduk sini aja bareng kita."


Nova dan Sezha menoleh bersamaan tapi Sezha dengan cepat mengatakan tidak sambil menunjuk kearah sudut kantin.


"Gak usah Rin, kita duduk disana aja."


"Yaudah deh kalo gitu kita ikut kalian ya, bolehkan ?" Arin ingin satu meja dengan Nova dan Sezha.


"Udah kita duduk masing-masing aja, kamu sama Lala dan aku sama Nova. Ntar kalo berempat terlalu sempit." Terang Sezha.


"Gak kok, kan seru rame ya gak La." Arin ingin.


"Aishh ribet deh, kalian disini nah kami disana. Please diskusinya nanti lagi ya. Yang ada bentar lagi bel, udah gitu batal deh makan." Nova menengahi.


"Betul." Sahut Lala singkat sambil meminum es menggunakan sedotan.


"Udah ah yuk buruan pesen keburu bel." Sezha menarik lengan Nova agar segera menuju meja yang sudah mereka unjuk tadi.


Nova dan Sezha meniggalkan Arin dan Lala, mereka duduk di pojokan kantin.


"Kamu mau pesen apa Nov ? biar sekalian aku pesankan."


"Aku bakso kosong aja, terus minumnya es jeruk."


"Ok, tunggu bentar." Sezha berjalan kearah ibu kantin.

__ADS_1


Saat Sezha sedang memesan makanan dan minuman, di samping kantin Nova melihat ada seorang anak perempuan seperti sedang menggendong bayi tapi anak perempuan ini membelakangi Nova.


"Sejak kapan, disini ada anak perempuan udah gitu gendong bayi lagi. Kayaknya aku belum pernah liat deh, masa pak satpam gak tau kalo ada anak perempuan masuk bawa bayi kedalam area sekolah." Gumam Nova sambil terus memperhatikan sosok anak perempuan yang dirasanya asing disekolah ini.


Nova yang serius memusatkan perhatiannya kearah sosok anak perempuan sedang menggendong bayi, Sezha datang dengan membawa nampan berisikan pesanan mereka tadi.


"Nov, liatin apa sih sampai serius banget gitu ?" Tanya Sezha sembari meletakkan nampan diatas meja.


"Eh, kamu Zha (Nova tersadar). Itu lho sini deh, coba kamu lihat." Nova meminta agar Sezha untuk ikut melihat kearah samping kantin.


"Lihat apaan sih ?" Sezha melihat kearah samping kantin yang ditunjuk oleh Nova.


Setelah mereka berdua melihat kearah yang Nova katakan, sosok anak perempuan tadi sudah tidak ada di situ.


"Lho, kok gak ada sih. Kemana perginya anak itu ?" Nova kaget karena sosok anak perempuan tadi sudah menghilang.


"Ck efek laper kamu ini, udah ni buruan makannya. Asyik ngomong mulu, jadi waktu istirahat tinggal sebentar lagi deh ach." Sezha berdecak kesal.


"Ya Allah, beneran Zha tadi aku lihat sumpah, aku gak bohong dan aku gak berhalusinasi." Tegas Nova.


"Ok skip, waktunya makan aja Nov. Lupain aja apa yang kamu lihat gak penting, yang penting perut." Sezha mengacuhkan apa yang Nova katakan tentang sosok anak perempuan.


"Iya deh ya."


Aku yakin pasti itu arwah anak perempuan yang rasuki Lala kemarin dan bayi yang ia gendong apa ia sedang menggendong arwah bayi Sezha.


Nova menduga dalam benaknya.

__ADS_1


__ADS_2