
Mereka berdua diarahkan ke sebuah kamar yang letaknya berada diujung dari persinggahan ini.
"Ini kamarnya mbak, silahkan masuk." Hanifah mempersilahkan.
"Iya kak, makasih." Ucap Sezha.
Nova nampak tidak terlalu senang dengan letak kamar mereka yang berada diujung.
"Oh ya kak Hanifah, gak ada kamar lain gitu masa diujung gini sih." Nova belum terima.
"Maaf mbak, disini hanya tersisa 2 kamar saja. Jika mbak keberatan untuk berada dikamar ini tidak apa-apa saya bisa menunjukkan satu kamar lagi yang masih kosong."
"Boleh sih kak tapi dimana kamar yang satunya ?"
"Ada disebelah sana mbak." Hanifah menunjuk kearah luar dari Persinggahan ini.
Kedua bola matanya mengikuti arah tangan Hanifah. Hanifah menunjukkan letak kamar yang satunya lagi itu berada di luar persinggahan ini.
Ketika Nova tau kalo kamar yang satunya itu terletak diluar, terpisah dengan bangunan utama ini, ia mengurungkan diri untuk menolak kamar yang sekarang.
"Yaudah deh kak disini aja, masa iya diluar sana."
__ADS_1
"Ya mbak, ini kunci kamarnya Mbak. Ada lagi yang ingin mbak berdua ini tanyakan ? Jika tidak, saya mau permisi soalnya saya masih ada pekerjaan yang belum saya selesaikan."
"Gak ada kok kak, makasih. Kakak boleh balik kok, lagian kita juga mau istirahat ini mau tiduran cantik." Sezha berkata sudah berbaring di ranjang.
"Baik kalo begitu mbak, selamat beristirahat. Jika memerlukan sesuatu mbak tinggal panggil saya saja."
"Siap kak Hanifah." Tandas Sezha.
Baru selangkah Hanifah berjalan, Nova memanggilnya.
"Kak Hanifah tunggu bentar !" Panggil Nova.
"Gini lho kak, aku mau nanya tapi kakak harus jawab jujur ya."
"Silahkan mbak, mbak mau tanya apa ?"
"Ini lho kak, kok keliatannya sepi ya ? pada kemana orang-orang yang menginap disini ? soalnya saya liat dari begitu sampe disini terus masuk, sepi-sepi aja gak ada orang lain selain kita." Nova menanyakan kemana perginya tamu lain.
"Oh saya kira ada apa. Biasanya mbak kalo di jam segini mereka lebih memilih istirahat di dalam kamar mereka masing-masing jadi persinggahan ini seperti terlihat sepi dan tidak berpenghuni."
"Jadi ramainya jam berapa mbak ?"
__ADS_1
"Mbak ini lucu ya, penasaran sekali keliatannya dengan Persinggahan ini." Hanifah tersenyum tipis.
"Hm ya gitu deh kak." Nova merasa malu.
"Saya maklum sih mbak bersikap begitu, karena mbak kan baru pertama kali datang kesini."
"Hehehe iya kak, jadi keponya akut ini." Nova nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tapi mbak sama temennya itu berbeda ya, kalo mbak itu saya lihat lebih hati-hati dan waspada gitu sedangkan temen mbak kelihatan lebih santai, maaf jika saya salah menilai." Hanifah membungkukkan tubuhnya tanda ia meminta maaf.
"Ah tidak apa-apa kok kak, temen saya itu emang gak terlalu bawel seperti saya. Saya juga minta maaf deh kak kalo saya banyak nanya-nanya."
"Jangan sungkan mbak, sudah tugas saya menjelaskan apa yang ingin diketahui oleh tamu. Ada lagi yang ingin mbak tanya dan ketahui ?"
"Tidak kak, cukup kok. Kak Hanifah lanjut ma tugasnya aja, saya juga mau istirahat."
"Baik kalo begitu, mari saya permisi mbak. Selamat beristirahat."
"Makasih kak."
Hanifah berjalan meninggalkan Nova, Hanifah menuju ke meja resepsionis, sedangkan Nova masuk kedalam kamar yang sudah ada Sezha berbaring sambil memainkan ponselnya.
__ADS_1