
"Tidak mungkin bulek, saya yakin kalo yang ada di sana bukan temen saya. Pasti temen saya saat ini lagi dikurung dan juga diikat sama seperti yang saya alami." Nova tidak mempercayai.
"Ssstttt..kamu diam, sepertinya Mak Iyem' sedang memanggil sesosok makhluk."
"Maksud bulek, baca mantra gitu ?"
"Ya, sebaiknya kita dengarkan saja apa isi seruannya."
"Baik bulek."
Jarak mereka tidak terlalu jauh dari tempat Mak Iyem' akan melakukan ritual persembahannya, keberadaan mereka belum diketahui oleh Mak Iyem' dan para antek-anteknya.
Mak Iyem menengadahkan kepalanya ke langit, ia melihat bulan sudah terbentuk dengan sempurna, kemudian setelah memastikan Mak Iyem membaca sebuah kalimat pemanggil dalam bahasa Jawa.
"Rawuh panjenengan ratu Ajeng."
Mak Iyem membaca seruan itu seluruh pengikutnya pun berlutut secara serempak.
Begitu seluruh pengikut Mak Iyem' berlutut, barulah Nova dan bulek dapat melihat dengan jelas jika memang Sezha yang ada ditengah-tengah mereka dengan posisi terbaring dan juga terikat.
Betapa sangat terkejutnya Nova menyaksikan Sezha terikat tak berdaya.
"Sezha !" Sontak Nova membelalakkan kedua bola matanya.
__ADS_1
"Ternyata benar dugaan bulek." Jantung bulek berdetak kencang.
"Bulek ayo kita kesana bulek, kita harus tolongi Sezha sekarang. Saya gak mau kalo sampai Sezha harus dijadikan tumbal ritual gila ini." Desak Nova dalam kepanikan.
Bulek nampak tidak tau harus apa, mereka hanya berdua dan lagipula mereka tidak membawa senjata apa-apa untuk membela diri.
"Bulek, ayo bulek, ayo kita kesana (Nova menarik pelan lengan bulek) ya Allah..Sezha hiks." Nova mulai sangat sedih.
"Kita pasti akan tertangkap jika kesana."
"Bulek, apa bulek lupa sebelum kita pergi tadi bulek suruh pakai gelang bambu ini, bukankah bulek bilang gelang bambu ini bisa menghalau mereka, ya kan bulek ?" Nova mengingatkan bulek tentang gelang bambu yang sudah mereka kenakan sebelum menuju ke persinggahan pondok Mak Iyem'.
Bulek memperhatikan gelang bambu yang mereka berdua kenakan. Dengan wajah ragu, bulek pun bersedia untuk menghampiri tempat ritual Mak Iyem'.
"Iya ayo bulek."
Bulek dan Nova menunjukkan posisi mereka.
"Heyy ! hentikan ritual sesatmu ini !" Suara lantang bulek.
Mendengar suara lantang itu Mak Iyem' dan para antek-anteknya melihat tajam kearah bulek dan Nova.
Sorot mata Mak Iyem' begitu sangat marah, ritualnya terganggu.
__ADS_1
"Setan alas ! beraninya masuk ke tempatku tanpa izin. Kalian sudah berani mengganggu ritualku." Mak Iyem dengan nafas menderu.
"Lepaskan gadis tu !" Seru bulek.
"Huahahhhaaa...kau berani memerintahku, pfuihhhh. Gadis ini akan menjadi sarana awet muda ku, kau memintaku untuk melepaskan huahahhhaaa, mimpi !"
"Bebaskan gadis itu sekarang atau aku akan memanggil seluruh warga kampung untuk membakar tempat sesatmu ini Iyem !" Bulek tidak mau kalah, bulek mengancam Mak Iyem'.
"Peduli setan ! tangkap mereka !"
Mak Iyem sama sekali tidak memperdulikan ancaman bulek Sukini, malah Mak Iyem' memerintahkan antek-anteknya yang mayat hidup ini untuk menangkap mereka berdua.
Para mayat hidup ini berjalan berkerumun mendekati Nova dan bulek.
"Bulek, jumlah mereka banyak sekali." Nova nampak takut.
"Tenanglah mereka tidak akan bisa menyentuh kita."
"Iya bulek." Nova memejamkan mata dibalik tubuh bulek.
Para mayat hidup ini semakin mendekat ke arah Nova dan bulek.
Tidak di pungkiri jika wajah bulek terlhat tegang dan juga was-was.
__ADS_1
Saat ini yang menjadi keberanian mereka berdua karena gelang bambu kuning yang ada di pergelangan tangan mereka.