
Tepat pukul setengah 12 siang, Deon bergegas berangkat untuk menjemput Sezha tapi sebelumnya Deon kembali mengirimkan pesan singkat.
\=Mas udah dijalan. Tunggu di simpang ya❤️\=
Ting.. Pesan singkat dari Deon masuk ke ponsel Sezha.
Sezha yang bersantai menonton tv, terdengar ponselnya berdenting. Dilihatnya nama yang tertera dilayar ponsel yaitu pesan dari Deon.
"Mas Deon udah otw, kalo gitu aku siap-siap dulu deh. Hm sebaiknya aku suruh jemput kerumah aja kali ya biar ayah sama ibu kenal. Lagian juga kan mas Deon bakalan ngelamar aku." Sezha senang karena akan bertemu dengan Deon.
Ega yang berada di sebelahnya mulai menggoda Sezha.
"Cieee...siang ini mau pergi ya kak. Asekkk jangan lupa janji kakak, beliin ponsel baru." Ucap Ega sambil memainkan kedua alisnya.
"Iya, tenang aja. Hari ini kamu bakalan punya ponsel baru. Yaudah deh kakak mau siap-siap dulu." Sezha beranjak dan masuk ke kamarnya.
__ADS_1
Sezha memilih sebuah dress selutut, karena agar ia nyaman sebab perutnya sudah sedikit kelihatan, kandung Sezha saat ini sudah terlihat memasuki hampir 4 bulan.
Ada perasaan aneh yang Sezha rasakan dengan kehamilannya. Kehamilannya sudah kembali karena Ratu Ajeng. Ia merasa jikau pertumbuhan janinnya terasa lebih cepat. Pagi tadi perutnya belum begitu tampak menonjol ya walaupun tetap terlihat tapi hanya beberapa jam saja, lingkar perut hamilnya seperti bertambah sedikit dari pagi tadi.
"Bayiku kayaknya cepet besar soalnya perasaan tadi pagi lingkar perutku gak segini, hm sekarang udah nampak banget." Sezha bercermin sembari mengelus perutnya.
Ibu masuk ke kamar Sezha, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Kata adik kamu, kamu mau pergi ya sama pacar kamu ?" Ibu bertanya sambil berjalan menghampiri.
'' Eh ibu, iya Bu. Sezha bosen dirumah pengen jalan-jalan aja."
"Iya Bu, kesini kok tadi Sezha udah chat dia buat kerumah, biar ibu bisa kenalan."
"Yaudah intinya sekarang dia mau bertanggung jawab atas kehamilan kamu. Kalo bisa secepatnya kalian segera menikah, tidak baik kalo terlalu lama. Kasihan sama anak yang ada di kandungan kamu. Dia juga ingin mendapat sentuhan dari ayahnya." Ibu mengelus lembut penuh kasih sayang perut Sezha.
__ADS_1
" Ibu gak usah khawatir, secepatnya kok Bu."
"Bagus kalo gitu, ya sudah ibu mau kedapur dulu. Nanti begitu pacar kamu sampe, panggil ibu ya."
"Ok Bu."
Ibu pun keluar dari kamar Sezha. Sezha segera memakai dress yang sudah ia ambil tadi, kemudian Sezha berias natural tidak terlalu mencolok.
Selesai berdandan santai, Sezha keluar kamar dan kembali duduk di sebelah Ega yang masih menonton tv.
"Widih kakak cakep dah. Bagi uang jajan donk kak, 10 ribu aja. Ega mau main warnet didepan." Puji Ega ada maunya.
"Hilih kamu ada maunya aja muji kakak tapi kakak emang cantik sih ( timpal Sezha memuji dirinya sendiri ). 5 ribu ada nih kalo 10 ribu gak ada. Gimana kamu mau gak?" Sezha menyodorkan uang selembar 5 ribu.
"Masa 5 ribu sih kak, bentar aja donk mainnya. 10 ribu gitu jadi bisa 3 jam aku main. Soalnya sejam nya itu 3500 nah kalo 3 jam pas 10 ribu." Rayu Ega.
__ADS_1
"Ck idih kamu ni ya, yaudah nih 10 ribu. Eits awas jangan minta lagi sama ibu." Sezha mengingatkan.
"Beres kak, terimakasih kakak ku yang cantik." Ega mengambil uang dari Sezha kemudian ia pun langsung menuju pintu dan keluar rumah dengan perasaan senang.