MAMA

MAMA
Bab 131


__ADS_3

Dokter Prita meminta Sezha untuk naik ke ranjang pemeriksaan.


Sezha pun naik ke ranjang diiringi degup jantung yang semakin tak beraturan.


Dokter Prita mengeluarkan alat medis yaitu stetoskop, tensimeter dan juga alat pemeriksa kandungan CTG (cardiotography).


Dokter Prita terlebih dahulu memeriksa tekanan darah dengan menggunakan tensimeter.


"Tekanan darah Anda normal."


Sezha hanya tersenyum kaku.


Usai memeriksa tekanan darah, dokter Prita beralih memeriksa detak jantung Sezha dengan menggunakan stetoskop. Karena Sezha yang gugup, detak jantung Sezha lebih cepat dari biasanya.


"Sepertinya anda gugup, rileks saja ya."

__ADS_1


"Iya dok." Ucap Sezha mengangguk.


"Ok, tekanan darah normal sekarang kita cek kandungannya ya."


Setelah selesai dengan kedua pemeriksaan umum yang dilakukan, kemudian dokter Prita beralih memeriksa bagian perut Sezha.


Dokter Prita menempelkan alat CTG di atas perut Sezha, wajah dokter Prita seketika berubah bingung dan terus memutar alat ini guna mencari tanda adanya janin dirahim Sezha tapi tidak ada tanda detak jantung dari janin yang ada di rahim Sezha.


"Maaf, saya tidak merasakan adanya janin di kandungan anda. Darimana anda yakin kalo anda sedang mengandung ?" Tanya Dokter Prita.


"Saya yakin, anda tidak sedang mengandung." Tandas dokter Prita.


"Kenapa saya bisa gak hamil, dok ? jelas-jelas saya di cek sama bidan deket rumah dan katanya saya hamil dok." Wajah Sezha berubah tegang dan panik.


"Mungkin secara tidak sadar kandungan anda lemah dan kemungkinan jatuh, sebab di saat usia kandungan anda masih muda. Usia kandungan di trisemester pertama antara 1bulan sampai dengan 4bulan itu masih rentan sekali."

__ADS_1


"Dokter tapi saya rasa, saya tidak keguguran dok. Saya sehat-sehat saja."


"Bisa jadi waktu itu keluar darah dan anda kira itu hanya menstruasi biasa tidak tau nya itu adalah gumpalan darah dari janin yang anda kandung."


Sezha mencoba mengingat kapan ia pernah mengeluarkan darah dari alat vi*al nya. Ingatan Sezha langsung tertuju pada saat ia dirumah bulek Sukini. Pada saat itu celana yang ia pakai berlumur darah.


Sezha menelan salivanya, ia tertegun dan membayangkan bagaimana jika sampe Deon mengetahui kalo dia ternyata tidak hamil.


Dokter Prita menyadarkan Sezha dengan melambaikan tangan ke wajah Sezha.


"Anda melamun, pemeriksaan sudah selesai. Anda bisa kembali kerumah dan administrasinya silahkan ke bagian resepsionis tadi." Dokter Prita menyudahi pemeriksaan.


"Dok tunggu dok, dokter tolong saya dok, dokter bisa gak buat keterangan yang isinya kalo saya itu hamil, tolong dok bantu saya. Soalnya saya bilang ke pacar saya kalo saya ini hamil dan pacar saya mau bertanggung jawab menikahi saya. Jika sampai pacar saya tau kalo saya tidak hamil pasti pacar saya cap saya sebagai pembohong dan dan pacar saya pasti tinggalin saya dok, saya tidak mau kalo sampe itu terjadi." Sezha mendesak dokter Prita untuk membuatkan sebuah diagnosa palsu mengenai kehamilan Sezha.


"Maaf, saya tidak bisa melakukan kecurangan seperti itu. Silahkan, anda boleh keluar dari ruangan saya. Urusan pribadi anda bukan menjadi ranah profesi saya. Saya dokter kandungan memiliki kode etik yang harus saya pegang bukan membuatkan diagnosa palsu untuk pasien." Dokter Prita tegas menolaknya dan menyuruh Sezha untuk segera meninggalkan ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2