
Nova telah selesai melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Dilihatnya Sezha sudah tertidur pulas. Sementara jam dinding masih menunjukkan pukul 18:30 wib.
Nova melipat mukena dan sajadah nya, terdengar dari arah luar suara orang berbincang-bincang, tidak seperti siang tadi tempat ini seperti tidak berpenghuni. Lain halnya lepas waktu Maghrib ini, suasana diluar kamar mereka terdengar ramai.
Nova merasa heran dengan yang dari sepi tiba-tiba bisa seketika ramai.
"Aneh ya kayaknya tadi waktu aku sholat ni tempat masih sepi, kenapa mendadak bisa ramai orang diluar ?" Gumam Nova sembari berfikir.
Nova membangunkan Sezha yang tertidur.
"Zha, bangun Zha, Sezha ya Allah ni anak gak cuma makan aja kayak kebo, tidur pun kayak kebo." Nova mengguncang-guncabg tubuh Sezha yang belum juga terbangun dari tidurnya.
Nova memiliki ide agar Sezha bisa cepat terbangun dari tidur pulas nya.
__ADS_1
"Ok, kalo kamu pake cara manual gak bisa bangun, gimana kalo aku pake cara alami masih tetap tertidur atau gak." Nova berjalan kekamar mandi dan mengambil sedikit air digayung.
Nova memercikkan sedikit demi sedikit air yang ia ambil tadi dari kamar mandi. Cara Nova berhasil Sezha terbangun dengan ekspresi panik dan juga juga kocak.
"Ujan, ujan !!" Sezha terkejut sambil mengusap wajahnya yang dirasanya basah oleh air yang entah dari mana datangnya.
"Pfttt bhaaaaaaa, iya ujan wkwkkkk ujan lokal wkwkkkk." Nova terbahak-bahak melihat tingkah kocak Sezha.
Sezha baru tersadar kalo ini ulah Nova, Sezha pun kesal dibuat ulah jahil Nova yang mengganggu tidurnya.
"Hehehe maaf deh abis kamu dibanguni pake cara manual gak bangun-bangun, ya dengan terpaksa dan sukarela aku pake cara alami." Nova menahan senyumnya.
"Au ah, aku mau lanjut tidur lagi." Sezha nampak tidak mau ambil pusing tindakan Nova, Sezha berbaring kembali sambil menutup wajahnya dengan bantal.
__ADS_1
"Eh gimana sih, kok malah tidur lagi. Zha bangun bentar donk ada yang mau aku bilangin ini, serius ." Nova menghampiri Sezha yang berniat ingin tidur lagi.
"Bodo' amat ah, awas ah, aku ngantuk, aku pengen tidur Nova." Sezha masih menutupi wajahnya dengan bantal.
"Ish bentar Zha, kamu gak mau keluar emangnya soalnya di luar lagi rame tuh. Kayaknya yang nginap disini udah pada keluar dari kamar mereka deh."
"Hah ! seriusan Nov, masa sih." Sezha terperanjat belum mempercayai.
"Iya, makanya jangan tidur mulu, coba deh kamu dengerin."
Mereka berdua berhenti bicara sejenak guna ingin mendengar suara orang lain di luar kamar mereka.
"Eh iya Nov, kayaknya rame orang lagi ngomong-ngomong gitu. Liat yuk kali aja ada cowok ganteng, mayan kan buat temen selama kita nginap disini." Ajak Sezha dengan ide konyolnya.
__ADS_1
"Cowok ganteng dari Hongkong hem, ni tempat udah kayak balik ke jaman dahulu tau gak, serba antik, dah gitu aku ngerasa kayak ada aneh-anehnya lagi. Masih sempetnya mikirin cowok ganteng." Nova melengos.
"Ih awas ya kalo aku nemu cogan, jangan iri wek." Sezha meledek Nova dengan menjulurkan lidahnya sedikit."