MAMA

MAMA
Bab 106


__ADS_3

Balik ke cerita Sezha dkk.


Ditengah perbincangan mereka, terdengar suara handle pintu dibuka.


Ibu Nova yang membuka pintu kamar.


"Nova, di depan ada temen kamu tuh." Kata ibu.


"Temen? siapa Bu ?" Tanya Nova berfikir.


"Ibu gak tanya nama mereka, intinya temen sekolah kamu. Buruan gih temuin, ibu masih repot didapur." Perintah ibu.


"Ya bu, Nova kedepan ini." Nova beranjak.


Ketika Nova hendak beranjak keluar kamar, Sezha bertanya perihal yang datang.


"Nov, kamu ada janji sama siapa?" Tanya Sezha penasaran.


"Yaelah Zha, kalo aku tau gak mungkin aku tanya ke ibu tadi. Ni masih mau aku lihat, siapa yang datang. Kamu tunggu sini aja."


"Ok deh."

__ADS_1


Nova berjalan keluar kamar menuju pintu depan, begitu sampai di pintu depan dilihatnya Arin dan Lala sedang berdiri diteras.


"Lho Arin, Lala. Ada apa ?" Tanya Nova heran dengan kedatangan mereka berdua.


"Ya ampun ada ya tuan rumah model ginian, tamu bukannya disuruh masuk malah ditanyai ada apa, hadeh." Arin menepuk jidatnya pelan.


"Masih mending aku tanya ada apa daripada kayak ibu aku stel gak kenal emang mau kalian hem."


"Dih songong amat ni orang, astaga."


"Udah cukup skip stop, okay." Lala menengahi.


"Yaudah deh yuk masuk, kebetulan ada Sezha juga tuh di dalam." Nova mengajak masuk.


"Hilih jangan julid, julid memperpendek usia tua." Sindir Nova.


"Halo halo bisa gak ya hm jangan bikin aku kayak papan net, serasa diantara atlet bertanding aku." Sela Lala.


"Ih apaan sih La, gak jelas deh kamu." Celetuk Nova.


"Kalian masuk aja ke kamar aku, disana juga udah ada Sezha kok. Aku mau kedapur dulu bikin minum sama ambil cemilan."

__ADS_1


"Kamar kamu yang mana Nov?" Tanya Arin.


"Itu lurus aja, ntar ada pintu kebuka nah itu kamar aku, kalian duluan aja."


"Yaudah deh kalo gitu kita duluan. Yuk La." Ajak Arin ke Lala.


"Yuk lah." Timpal Lala.


Saat mereka berdua jalan kearah kamar Nova tanpa mereka ketahui ada sosok anak perempuan dan sosok bayi hadir di belakang mereka.


Sosok anak perempuan ini berencana ingin merasuki raga Arin atau Lala, ada yang ingin disampaikan oleh sosok anak perempuan ini kepada Sezha namun sekarang Sezha tidak dapat didekati. Sosok arwah anak perempuan dan sosok bayi terhalang oleh minyak yang diberikan oleh Tukijan kepada Sezha.


Namun ketika sosok anak perempuan ini mencoba merasuki raga Arin, ia terpental menjauh dari tubuh Arin.


Sosok arwah anak perempuan ini juga tidak bisa merasuki tubuh Arin.


Ya dipergelangan tangan Arin terdapat gelang bambu kuning pemberian dari bulek Sukini untuknya. Arin selalu memakainya, kalaupun ia lepas saat ia mandi dan buang hajat barulah ia melepas gelang bambu kuning ini.


Sosok arwah anak perempuan ini tidak menyerah, ia mengalihkan yang tadinya ingin merasuki Arin, kini ia membidik Lala untuk ia rasuki.


Sebenarnya tujuan sosok anak perempuan ini hanya meminjam raga saja untuk bisa berkomunikasi dengan Sezha.

__ADS_1


Ya sosok arwah anak perempuan ini merasuki raga tidak sendiri, masuknya dia ke raga seseorang bersamaan dengan sosok bayi ini juga. Karena sekarang sosok bayi ini selalu berdampingan dengan sosok arwah anak perempuan ini.


__ADS_2