MAMA

MAMA
Bab 240


__ADS_3

Pak Abram memberi mereka sebuah tugas percakapan, terdiri dari masing-masing 2 orang.


Namun yang memilih adalah pak Abram jadi siapapun temen percakapan harus kompak.


"Baiklah, kali ini saya ingin kalian melakukan percakapan, jadi saya akan memilih masing-masing 2 orang untuk maju kedepan."


Nova mengacungkan tangan bertanya.


"Pak ! percakapan tentang apa ?"


"Ok pertanyaan bagus Nova. Percakapan ini isinya yang ada di buku, buka halaman 136 nah disitu bercerita tentang kehidupan sehari-hari antara Dea dan Keysha. Jadi nanti dua orang yang sudah saya pilih akan maju kedepan kelas kemudian satu ada yang berperan sebagai Dea, lalu satunya lagi berperan sebagai Keysha. Saya mau kalian hayati isi percakapannya, cara dialog mereka di teks itu."


Salah satu siswa laki-laki bertanya sebut saja namanya Hendri.


"Pak ! saya mau nanya ni."


"Ya, mau tanya apa." Sahut pak Abram.


"Pak ini kan percakapannya tentang Dea dan Keysha, itu artinya percakapan antara dua cewek donk pak. Nah gimana dengan kami yang cowok ini, pak ? masa kami berperan sebagai cewek, rada geli pak." Hendri bertanya kocak."


Mendengar pertanyaan kocak dari Hendri, seluruh siswa yang ada dikelas pun tertawa serentak.


"Bhahhhaaaaa....."

__ADS_1


Dinilai sangat berisik, tertawa mereka terlalu keras dan ramai, pak Abram menggebrak meja.


Brakkk....." Diam semuanya !"


Sontak seluruh siswa seketika terdiam tanpa berani berkutik.


"Hendri, kamu disini hanya saya suruh seolah-olah berdialog dengan teman kamu, ini dialog tentang kegiatan sehari-hari dan nama bisa kalian rubah dengan nama kalian masing-masing. Apa kalian paham ?!"


"Paham pak !!" Sahut serentak.


"Baiklah hm saya rasa, saya tidak perlu memilih, cukup teman semeja kalian saja yang akan menjadi teman dialog kalian masing-masing. Saya kasih waktu 15 menit untuk kalian saling bertukar dialog. Ingat yang dialognya paling bagus, akan saya kasih nilai A, jadi lakukan dengan baik dialog ini."


"Iya pak !!""


Mereka berdialog di meja masing-masing, waktu yang diberikan oleh pak Abram 15 menit.


Di sela mereka sibuk berdialog sesama teman se meja, tiba-tiba terdengar dari pengeras suara sekolah bahwasanya akan diadakan rapat antar guru dan para siswa di persilahkan untuk pulang lebih awal.


"Diumumkan kepada para guru untuk menghadiri rapat, di kantor kepala sekolah, sebab akan diadakan rapat. Untuk para siswa boleh pulang kerumahnya masing-masing, sekian !"


Mendengar pengumuman itu, pak Abram menunda percakapan ini kemudian menyuruh kami untuk pulang.


"Percakapan kita tunda besok, kalian boleh pulang. Selamat siang !"

__ADS_1


"Siang pak !"


Pak Abram meninggalkan ruangan kelas.


Para siswa membereskan buku dan peralatan tulis kedalam tas.


Sezha pulang lebih dulu, Nova memandangi punggung Sezha. Ada rasa ingin menegur Sezha tapi ia tau jika Sezha tidak berniat lagi untuk berteman dengannya.


"Zha, kenapa kamu berubah begini ? andai kamu masih seperti dulu, pasti kita akan selalu kompak dan akan menjadi seperti sekarang."


Arin dan Lala memperhatikan Nova yang memandangi punggung Sezha dengan pandangan harap.


"Nova kayaknya masih berharap berteman lagi sama Sezha, coba deh kamu liat tatapan Nova berharap gitu." Kata Lala.


"Kayaknya sih gitu La, ya namanya juga mereka sohib kan, ya wajarlah Nova kayak gak nyangka gitu sama sikap Sezha. Tapi yaudahlah, kita samperin Nova aja yuk, daripada gegana ( gelisah galau merana) kasian kan."


"Beuh gegana bahasa kamu Rin, kayak Nova abis putus cinta kali ah wkwkwk." Lala ngakak sama istilah yang dipakai Arin.


"Udah gak dibahas." Arin acuh.


Arin dan Lala menghampiri Nova.


"Pulang bareng yuk Nov." Ajak Arin.

__ADS_1


"Ya Nov, biar seru." Timpal Lala.


"Yuk deh." Nova mau.


__ADS_2