
Tepat jam 10 malam Sezha keluar dari kamar dan menuju dapur untuk mengambil darah yang ia simpan dikulkas, ya malam ini ia akan melakukan ritual khusus untuk meminta keinginan lagi pada Ratu Ajeng.
Usai mengambil darah di kulkas, Sezha pamit pada ibu dan ayahnya yang masih menonton tv, untuk pergi dengan alasan pergi kerumah sakit untuk menjenguk temannya sekaligus mengantat darah ini.
"Bu, Sezha berangkat ya. Si adek udah tidur dikamar, pintu kamar Sezha kunci. Sezha gak lama kok. Ibu sama ayah kalo mau tidur, tidur aja, Sezha bawa kunci cadangan biar gak ganggu tidur ibu sama ayah."
"Lho kok kamar kamu dikunci, kalo si adek nangis gimana ibu mau masuk, Sezha ? aneh kamu ya, anak masih bayi ditinggal sendirian malah dikunci, sini kuncinya gak usah kamu bawa." Ibunya melarang Sezha untuk tidak mengunci pintu kamarnya.
"Ish gak apa-apa Bu, si adek kalo udah tidur gak bakalan merengek jadi ibu tenang aja. Yaudah ya Bu, Sezha berangkat dulu. Dah ayah, ibu."
"Astaga ni anak dibilangin kok ngeyel, Sezha ! kunci kamar kamu tinggal aja !" Seru ibu meminta kunci kamar.
__ADS_1
Sezha tidak menggubris seruan ibunya, ia terus berjalan kearah pintu dan buru-buru keluar rumah agar ibunya tidak lagi meneriakinya gegara kamar dikunci oleh Sezha.
"Untung cepet-cepet, ish lagian gak mungkin kan ibu aku suruh jagain adek jam segini, yang ada ibu bisa kaget karena liat si adek berubah kalo udah masuk jam 11 malem. Bisa ribet urusan kalo ibu, ayah sama Ega tau. Pusing aku cari apa alesan."
Sezha berjalan santai di jam 10 malam, suasana sudah mulai sepi di daerahnya. Saat ia sampai di persimpangan, Sezha melintas tepat di depan warung, dan ibu warung melihat Sezha berjalan sendiri, mencoba menegur.
"Sezha !" Panggilnya.
"Ya, ada apa ? ibu panggil saya ?"
"Iya ibu panggil kamu. Kamu mau kemana malem-malem gini ? sendirian lagi." Tanyanya ingin tau.
__ADS_1
"Saya mau kedepan Bu, yaudah ya Bu saya buru-buru." Sezha pergi begitu saja.
Ibu warung timbul perasaan curiga tentang Sezha yang keluar malem-malem seorang diri.
"Aneh, mau kemana dia ? ditanyain ketus banget, gak ada ramahnya, padahal ibunya ramah, eh tapi belakangan ini baik ayah dan ibunya tidak pernah lagi aku lihat ikut pengajian atau perwiritan gitu, hm kenapa keluarga mereka berubah ya ?" Ibu warung berfikir jika keluarga Sezha telah berubah kebiasaan dari biasanya.
Sezha menggerutu kesal karena ditanya sama ibu warung, ia merasa tidak senang.
"Ibu warung kepo, mau tau aja urusan orang. Awas aja kalo besok aku denger gosip-gosip murahan tentang aku, abis tuh ibu warung aku buat, liat aja. Oh ya gak mungkin Ratu kan udah janjiin kalo aku bakalan di sukai semua orang yang ada disini biarpun aku salah, it's oke lah berarti aku aman dan aku yakin si ibu warung gak akan berani cerita jelek tentang aku."
Sedikit lagi Sezha akan sampai dirumah Tukijan. Memasuki area lingkungan Tukijan suasana sedikit berubah dingin, karena memang di jam segini rumah-rumah tetangga Tukijan telah tertutup rapat.
__ADS_1
"Beuh udah sepi ni jalan, hm tapi bagus deh aku gak perlu ditanyai sama orang-orang yang gak penting."