MAMA

MAMA
Bab 65


__ADS_3

Meninggalkan cerita Nova yang sudah berhasil lolos dari kejaran Hanifah sedangkan Sezha masih berada di Persinggahan pondok Mak Iyem'.


Saat ini Sezha sedang berada di sebuah ruangan yang asing baginya. Diruangan ini sudah ada Desi dan Hanifah.


Sezha sebenarnya nampak bingung dengan alasan dia dibawa ke ruangan ini, karena tiap kali Sezha bertanya mereka tidak ada yang mau menjawab.


Sudah cukup lama Sezha berada diruangan ini. Ruangan ini minim penerangan, memiliki jendela tapi tidak dibuka, suasana ruangan juga lembab.


"Saya mau pergi, untuk apa saya disini. Saya bertanya tapi tidak satupun dari kalian menjawab pertanyaan saya." Sezha mulai kesal.


Sezha berjalan kearah pintu, ia berjalan sambil menghentakkan kedua kakinya dan tentunya sembari menggerutu kesal.


Saat Sezha akan memutar handle pintu, Desi menghalangi Sezha.


"Mbak belum boleh pergi, mbak harus menunggu kedatangan Mak Iyem' ."


"Huh akhirnya mau bicara juga, ni ya saya disini udah daritadi dan sekarang saya mau pergi kakak larang untuk menunggu Mak Iyem'. Saya harus menunggu berapa lama lagi hah ?" Sezha ketus.


"Silahkan menunggu." Ucap Desi.

__ADS_1


Ciri khas dari mereka selalu bertutur kata sopan tapi seperti tersirat sebuah penekanan dari setiap ucapan yang keluar dari mulut mereka.


"Iya mbak, mohon bersabar. Tidak lama lagi Mak Iyem akan segera datang." Timpal Hanifah.


"Omong kosong, sekarang saya mau tanya sama kakak berdua ya, kenapa daritadi saya hanya didiamkan tanpa mau menjawab pertanyaan saya? nah saat saya akan keluar malah kalian menahan saya, apa maksudnya coba?" Sezha habis kesabaran.


"Maafkan saya dan rekan saya, tapi disini mbak adalah tamu Mak Iyem' jadi kami selaku pegawai tidak boleh mengajak bicara, karena jika kami melakukannya maka kami dianggap lancang, mohon pengertiannya." Desi menundukkan kepalanya.


"Ok, saya tunggu sebentar lagi kalo Mak Iyem' tidak kunjung datang juga, maaf saya akan keluar dari ruangan ini." Sezha melakukan kesepakatan.


Desi dan Hanifah hanya membalas dengan senyuman.


Tak lama berselang pintu terbuka, ternyata Mak Iyem' yang datang.


Desi dan Hanifah sudah paham tugas mereka masing-masing.


Sezha merasa aneh dengan sikap Desi dan Hanifah begitu melihat Mak Iyem masuk mereka berdua seperti mengambil posisi.


Mak Iyem tersenyum ramah namun sorot matanya tajam kearah Sezha.

__ADS_1


"Maafkan saya sudah buat kamu menunggu lama (ucap Mak Iyem kepada Sezha ).


Desi tolong dudukan tamu kita di kursi itu ya. Kasian berdiri saja nanti tamu kita bisa capek." Suruh Mak Iyem'.


"Njih mak." jawab Desi.


"Mari mbak, silahkan duduk.'


Sezha semakin aneh karena diruangan ini hanya memiliki satu kursi saja.


"Tidak perlu, saya tidak capek. Langsung saja, kenapa saya dibawa disini ?" Sezha menolak untuk duduk.


"Saya hanya ingin mengobrol santai. Ck Hanifah lama sekali, tamu masa tidak disuguhi minum." Mak Iyem bertutur kata lembut.


"Saya tidak haus, tolong jawab pertanyaan saya." Sezha menolak jamuan dari Mak Iyem'.


"Aduhhh...gadis ayu kok marah-marah ora ilok, nanti ayu ne iso luntur. Mari-mari duduk se' yo."


Mak Iyem menggiring Sezha untuk duduk di kursi yang tadi.

__ADS_1


Sezha memutar kedua bola matanya malas.


"Udah deh langsung aja, ini sebenarnya mau apa sih ? astaga." Sezha menghela nafas .


__ADS_2