
Ustadz Dedek bukan tidak ada keberanian untuk memukul mundur Tukijan dari rumah keluarga Sezha.
Ustadz Dedek tidak mau ambil resiko jika Tukijan ia hempaskan disini, ia memiliki firasat jika akan ada sosok yang dikatakan sebagai junjungan itu bertindak licik saat dia melawan Tukijan.
"Aku harus menunggu waktu yang tepat, disini hanya ada seorang. Aku harus menunggu saat mereka hadir bersamaan. Sebaiknya aku kembali. Yang terpenting aku sudah tau, bahwa dirumah ini benar-benar melakukan sebuah perjanjian dengan syaitan." Gumam Ustadz Dedek, ia memutuskan untuk kembali.
Tukijan melihat mimik wajah ustadz Dedek, mengejeknya.
"Kenapa kau takut ya ? Sudah kukatakan dari tadi padamu, kau tinggalkan tempat ini sekarang atau kau akan menyesalinya."
Tanpa membalas perkataan Tukijan, sukma ustadz Dedek telah menghilang dari sini. Ia kembali masuk kedalam tubuhnya.
Tukijan tersenyum miring, ia merasa puas telah bisa mengusir pengganggu dari area tempat tinggal Sezha.
"Huh, dasar lemah tapi sok mau menantang ku. Baru di gertak saja, kau sudah bingung."
Selepas sukma ustadz Dedek pergi, sukma Tukijan juga menghilang dan kembali ke tubuhnya.
Saat sukma Tukijan baru kembali, Ratu Ajeng hadir dihadapannya.
"Ratu." Spontan Tukijan duduk bersimpuh.
"Aku mengetahui darimana kau, apa kau berhasil mengusir manusia itu dari sana ?"
"Sudah Ratu."
"Apa kau yakin bahwa dia tidak akan kembali lagi kesana ?"
__ADS_1
"Sepertinya tidak Ratu, karena saya telah mengancamnya. Saya yakin dia tidak akan berani lagi mengganggu kita, Ratu."
"Kau salah, manusia licik itu sedang mengatur siasat. Jangan lengah, terus awasi keluarga perempuan itu, aku tidak mau sampai ada manusia lain ikut campur dalam urusanku."
"Baik, Ratu tenang saja saya akan memantau tanpa lengah."
"Bagus, aku akan memberi pelajaran pada manusia tidak tau sopan santun itu. Berani mengusikku berarti menantangku. Dia tidak mengindahkan peringatanku, jangan salahkan aku bertindak diluar batas. Aku mau lihat, apakah dia bisa mengatasi kekacauan yang ku buat nanti ha-ha-ha." Ratu Ajeng akan membuat kegaduhan diarea tempat tinggal ustadz Dedek.
"Tunjukkan padanya Ratu, kekuatan dia tidak ada apa-apanya dihadapan Ratu. Agar ia tau dengan siapa di berhadapan." Tukijan mendukung.
"Ha-ha-hahaha." Ratu Ajeng tertawa kemudian menghilang perlahan dari hadapan Tukijan.
Ratu Ajeng telah pergi Tukijan harus memberi tahu Sezha soal ini. Agar dia juga tidak gegabah.
"Ratu pasti akan memberi pelajaran pada manusia itu, sekarang tugasku adalah memberi tahu gadis itu tentang hal ini. Jangan sampai ia lengah dan manusia itu berhasil memperdaya mereka."
Begitu tiba dilihatnya Sezha sedang tertidur pulas.
Tukijan menghembuskan udara dari mulutnya, dan mengarahkan tepat diwajah Sezha.
Sezha yang tidur pulas, mulai gelisah karena ia merasakan hembusan angin menerpa wajahnya.
Sezha bangun setengah sadar, matanya masih mengantuk, ia belum mengetahui jika sukma Tukijan telah ada di kamarnya.
"Angin darimana sih, perasaan jendela udah aku tutup rapat hoammmm...ngatuk banget, tidur lagi aja." Sezha berencana tidur lagi.
Sukma Tukijan menegur.
__ADS_1
"Bangun !" Sentak Tukijan.
Sezha sontak tergugah, langsung duduk seketika matanya melek penuh tanpa ada rasa kantuk.
"Iya ." Sahutnya jelas.
"Kedatangan saya kesini, untuk mengingatkanmu."
"Mengingatkan apa pak ? gak bisa besok pagi ya pak ?"
"Dasar pemalas, apa kamu tau jika sukma ustadz gadungan itu tadi akan masuk kerumah ini ? untung saya bisa mengusirnya pergi. Tapi saya yakin dia pasti akan kembali lagi kesini, jadi jangan lengah sedikitpun."
"Ustadz gadungan ? Owh iya ustadz yang beberapa hari ini sering lewat depan rumah. Ya ampun orangnya gak bisa masuk malah ikut-ikutan sukmanya yang mau masuk. Awas aja kalo besok pagi, aku lihat dia lewat sini lagi, bakalan aku tegur tuh ustadz, berani-beraninya tanpa izin dari ku main menerobos masuk."
"B*doh, atas dasar apa kamu menegur ? yang ada orang lain pasti curiga. Tidak perlu seperti itu, kamu cukup waspada dan jangan sampai lengah, paham."
"Paham pak, hm tapi kalo bentuk sukma kayak bapak gini, apa saya juga bisa lihat ?"
"Tenang bayimu akan memberitahu jika ada sukma lain yang hadir kecuali saya."
"Iya, saya mengerti pak."
Usai memberi tau, sukma Tukijan meninggalkan kamar Sezha dan kembali ke kediamannya.
Sementara Sezha kesal saat Tukijan menyampaikan sukma ustadz Dedek mencoba masuk kerumahnya tanpa sepengetahuan dirinya.
"Ngakunya ustadz, gak taunya kurang aj*r main masuk aja kerumah orang. Emang pantes kalo dikatai ustadz gadungan, awas aja besok kalo dia lewat terus lihatin rumahku lagi bakalan aku damprat rada kasar, biar kapok tuh yang ngakunya ustadz gak taunya huh hadeh. Hoammmm udah ah mikirin tuh ustadz gak penting, mending lanjut tidur lagi deh."
__ADS_1