MAMA

MAMA
Bab 144


__ADS_3

Singkat cerita Sezha sudah menyelesaikan ritual mandi bunga kantil selama 4 malam berturut-turut dan sesuai perkataan Tukijan seusai malam ke 4 atau malam terakhir maka bunga kantil yang telah ia masukkan ke dalam air mandi, harus Sezha makan sampai habis. Setiap kali ia mandi bunga kantil, ia selalu mengenakan pakaian sebab ia tidak mau disaat serius dengan mandi bunga kantil tiba-tiba Tukijan muncul dihadapan dan melihatnya tidak mengenakan pakaian pasti Sezha akan sangat malu sekali.


Masih dengan mengenakan pakaian yang sudah basah, tanpa rasa ragu Sezha mengunyah ke 4 tangkai bunga kantil itu sekaligus.


Sesaat dia telah menelan habis bunga kantil tersebut, sosok arwah anak perempuan dan juga arwah bayi Sezha muncul tepat dibelakang Sezha. Kali ini arwah bayi Sezha tidak mengeluarkan suara tangisan seperti biasanya.


Sezha dapat merasakan kehadiran mereka di dekatnya.


"Kalian lagi, kalian lagi. Kalian kira aku takut sama kalian." Sezha menoleh dengan raut wajah geram.


Sosok arwah anak perempuan ini hanya diam sembari kedua tangannya mendekatkan arwah bayi ini kehadapan Sezha.


Sosok bayi ini bentuk fisiknya sudah seperti bayi berusia 6 bulan, kepalanya botak, kelopak matanya besar, tidak memiliki alis, dan jenis kelamin sosok arwah bayi ini adalah laki-laki.


Sosok arwah bayi menatap Sezha lekat tanpa berkedip.


Sontak Sezha yang mendapati tatapan seperti itu merasa sangat tidak senang.


"Apa hah apa ? kalian kira aku takut heh, berhenti melihatku seperti itu." Sezha membulatkan matanya penuh.


Sosok arwah bayi ini mengeluarkan suara tapi bukan tangisan.

__ADS_1


"Ma~ma." Ucap arwah bayi terbata sambil tersenyum lebar menunjukkan gusinya yang berwarna hitam pekat, ya alias masih ompong belum tumbuh gigi.


Mendengar arwah bayi ini memanggil dirinya dengan Mama, seketika Sezha membelalakkan kedua bola matanya marah, ia semakin meradang.


"Setan kurang ajarr kalian, sejak kapan aku punya anak setan hah ! aku bilang pergi kalian, pergi ! berhenti mengganggu hidupku !" Bentak Sezha penuh rasa marah.


Mereka berdua tidak pergi dari hadapan Sezha, malah arwah bayinya merangkak mendekap pada perut Sezha.


Sezha semakin frustasi dengan arwah bayi, ia mencoba mengusir sosok arwah bayinya dari mendekap perutnya.


"Pergi..pergi...menjauh dari perutku..bayi setannn." Sezha mendorong kuat tubuh kecil arwah bayinya agar terlepas dari dirinya.


"Ha..haha..hiiii...hahha...hii."


Sezha berteriak memanggil ayah dan ibunya untuk meminta tolong.


"Ayah...ibu....!! tolong Sezha Bu.." Serunya dari dalam kamar mandi.


Kali ini, baik ayah ataupun ibu sama sekali tidak mendengar suara teriakan Sezha. Mereka sudah tertidur pulas begitu juga dengan adiknya.


Ditengah teriakannya yang tidak didengar oleh keluarganya, Tukijan mendadak muncul dihadapan Sezha yang sekuat tenaga mengusir sosok anak perempuan dan arwah bayinya.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu mengusir mereka karena mulai malam ini kamu akan dapat melihat makhluk ghaib secara nyata didepan mata kamu secara jelas." Ucap Tukijan gamblang.


Mendengar suara Tukijan datang, Sezha meminta bantuan agar mengusir kedua setan kecil ini dari hidupnya.


"Kebetulan bapak datang, tolong saya pak, tolong usir mereka pak. Sumpah, saya sangat terganggu dengan kehadiran mereka pak. Saya mau mereka pergi jauh dari hidup saya." Cerca Sezha meminta bantuan.


"Kamu tidak mendengar apa yang saya ucapkan barusan. Saya ulangi sekali lagi, mulai malam ini kamu akan dapat melihat kehadiran para mahluk ghaib disekitar kamu secara nyata. Kamu tidak bisa menolak hal itu dan asal kamu tau kalau kedua setan cilik ini ada hubungannya dengan kamu." Tegas Tukijan.


"Apa maksud bapak ? saya tidak kenal dengan setan-setan ini, saya juga tidak ada urusan dengan mereka. Tolong pak, usir mereka pak, usiiirrr." Sezha menyangkal tuduhan Tukijan.


"Rupanya kamu belum tau, baiklah akan saya beritahu siapa kedua setan cilik ini padamu."


"Saya tidak butuh penjelasan pak astaga..yang saya perlukan itu, bapak tolong usir mereka dari hidup saya. Persetan ! siapa mereka, saya tidak peduli." Sezha tidak ingin mendengar penjelasan.


"Dasar keras kepala ! asal kamu tau, arwah bayi ini adalah anak kamu, darah daging kamu. Intinya mulai malam ini baik mereka ataupun para makhluk ghaib diluar sana akan dapat kamu lihat wujud aslinya. Jangan lupa, kamu masih ada satu ritual lagi dan besok malam tepat pukul 10 malam kamu harus datang kerumah saya untuk menyelesaikan ritual yang terakhir. Paham kamu."


"Hah.....anakku..bayiku.." Sezha terkejut bukan kepalang ketika Tukijan memberitahunya.


"Gak, gak mungkin, bapak pasti berbohong pada saya, gak mungkin saya punya bayi setan, gak..gak mungkin, gak !!!" Sezha histeris tidak menerima kenyataan kalo arwah bayi ini adalah anaknya.


Tukijan nampak tidak mau menanggapi Sezha yang benar-benar sangat terkejut, ia pun menghilang dari hadapan Sezha. Menghilangnya Tukijan juga diikuti dengan menghilangnya sosok arwah anak perempuan dan juga arwah bayinya.

__ADS_1


__ADS_2