MAMA

MAMA
Bab 226


__ADS_3

Kedua ibu-ibu ini dan dibantu oleh anak mereka masing-masing memapah bapak-bapak yang terkena sihir oleh Ratu Ajeng.


Ketika masuk kedua bapak-bapak ini mengerang dengan bola mata yang memerah seperti akan menyerang ustadz Dedek yang berdiri sambil melafazkan zikir.


"Dasar ustadz si*lan, ustadz bre*sek erghhhh, kau tidak akan bisa mengusir kami huwahahhaa..."


Ustadz Dedek tetap tenang tanpa mau terprovokasi oleh ucapan salah satu bapak yang kerasukan.


Melihat ustadz Dedek tenang, salah satu dari bapak menghempaskan istrinya hingga tersungkur ke lantai.


Istri si bapak pun pingsan tak sadarkan diri.


Istri si bapak yang satunya lagi ketakutan ketika melihat si bapak yang kedua menghempaskan begitu saja istrinya ke lantai.


Istri yang kedua mengambil jarak dengan si bapak kedua yang kerasukan.


Ustadz Dedek sebelumnya telah menyiapkan segelas air putih yang didalamnya telah di berikan 7 helai daun Bidara.

__ADS_1


Melihat kedua bapak ini seperti sudah kehilangan kendali karena telah menyelakai istri-istri mereka. Pak ustadz Dedek memercikkan air Bidara kearah kedua bapak yang sedang dirasuki makhluk halus dari tiupan sihir Ratu Ajeng.


Kedua bapak ini meraung kepanasan, menggeliat di lantai.


Ustadz memercikkan sembari terus membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an, yang ia latunkan didalam hati.


"Hentikan ustadz b*doh !! ahhhh panas..panas...tubuhku serasa terbakar." Teriak si bapak satu.


Karena tak tahan seperti akan terbakar si bapak dua merangkak ingin keluar dari rumah ustadz Dedek.


"Tutup pintunya ! jangan sampai si bapak keluar."


Si ibu kedua dengan sigap menutup pintu agar si bapak tidak dapat keluar.


Si bapak yang melihat istrinya menutup pintu, memandang penuh amarah. Ia berduri dan akan mencekik istrinya sendiri karena telah menghalanginya.


"Jangan pak, ini saya istri kamu." Si istri mundur ketakutan.

__ADS_1


Ustadz Dedek dengan cepat memercikkan keara bapak kedua ini agar tidak menyakiti istrinya.


Si bapak kedua pun kembali terkapar di dilantai sambil meraung kepanasan.


"Keluar kalian dari tubuh -tubuh ini, tempat kalian bukan di dunia ini !" Ustadz Dedek menyuruh makhluk halus yang menguasai tubuh kedua bapak ini untuk segera keluar.


"Hahahaha.....kenapa apa kau takut ? hahaha. Kau dulu yang mulai ustadz si*lan berhenti mengusik urusan kami maka kami akan berhenti mengusik hidupmu ha-ha-ha-ha." Bapak kedua mengancam ustadz Dedek.


"Kalian meminta saya untuk melakukan dengan cara kasar ternyata, pergi kalian atau kalian akan hangus terbakar jadi debu." Ustadz Dedek tidak main-main lagi. Kali ini ustadz akan membacakan ruqyah penghancur makhluk ghaib.


"Hahahaha kami tidak takut, kami senang melihatmu kewalahan ustadz b*doh... hahaha."


Usai tertawa mengejek kedua bapak ini pingsan dan tidak lagi memperlihatkan gejala kerasukan seperti tadi.


Ya sihir Ratu Ajeng telah keluar, sihir Ratu Ajeng berupa makhluk ghaib lemah yang bertugas untuk menguasai tubuh manusia agar hilang kesadaran, setelah tugas mereka selesai maka makhluk ghaib ini akan keluar dari tubuh si manusia yang mereka rasuki. Intinya para makhluk ghaib suruhan Ratu Ajeng ini takut bila sampai hangus terbakar.


Ustadz Dedek selalu melakukan negosiasi kepada seseorang yang dirasuki oleh makhluk ghaib, jika makhluk ghaib itu bersedia keluar sendiri maka ustadz tidak akan membacakan ayat-ayat ruqyah jitu agar makhluk ghaib itu hangus terbakar.

__ADS_1


__ADS_2