
Usai berberes rumah, Nova berniat ingin menemui Arin, jujur ia penasaran dengan cowok yang mencari Sezha di sekolah.
"Aku kok penasaran ya ? apa jangan-jangan cowok itu, cowok yang udah ngehamilin Sezha? gini aja deh daripada aku nebak-nebak sendiri toh gak tau juga siapa, mending aku kerumahnya Arin aja kali ya. Hitung-hitung cari informasi, hm sebenarnya gak ada hak aku juga sih cari tau tentang tuh cowok gak bertanggung jawab tapi rasa penasaranku udah akut jadi aku harus ngobatin rasa penasaranku sebelum semakin akut, bisa berabe kalo gak segera aku obatin bisa gak nyenyak aku tidur malam ni. Aishh udah stres aku, ngomong sendiri dikamar. Gerah, mandi ah. Abis tuh pakaian, terus otw kerumah Arin bawel."
Nova berbicara dan menerka siapa cowok yang dikatakan oleh Arin padanya. Usai capek berbicara sendiri ia pun bergegas mandi. Setelah mandi, ia lalu berpakaian santai, selesai dengan mandi dan berpakaian, Nova langsung keluar kamar kemudia tak lupa ia meminta izin kepada ibunya.
Ibunya sedang berada di dapur, Nova pun menghampiri.
"Bu, Nova kerumah temen bentar ya ? gak lama kok."
"Ya sudah, tapi jangan lama-lama, tidak baik anak gadis pulang malam-malam." Ibu berpesan.
"Siap Bu, pergi dulu ya Bu. Assalamualaikum." Nova pamit dengan mencium punggung tangan ibunya.
"Waalaikum salam, hati-hati dijalan. Jangan lupa baca doa keluar rumah agar selalu dalam perlindungan Allah SWT dimana pun kita berada." Ibu mengingatkan.
"Iya Bu, Nova berangkat."
__ADS_1
Selepas ibunya memberi izin, Nova meninggalkan dapur dan melangkah kearah pintu depan tak lupa Nova membaca doa di dalam hati sebelum ia pergi.
Bismillahi tawakkaltu 'alallahi, La hawla wa la quwwata' illa bi llah.
Artinya : " Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.
Sehabis membaca doa, Nova pun berjalan kearah tepi jalan. Ia sedang menunggu becak motor lewat.
Sembari menunggu Nova memainkan ponselnya sejenak, saat Nova sibuk dengan ponselnya sebuah becak motor berhenti tepat di hadapannya. Nova pun mengalihkan pandangannya dari layar ponsel dan melihat becak motor yang berhenti.
Dilihatnya Sezha yang turun dari becak motor.
"Hai Nova." Sapa Sezha sumringah.
"Hai Zha, kirain siapa tadi rupanya kamu." Nova berpura-pura.
"Iya aku donk Nov emang kirain siapa ? ada yang mau datang kerumah kamu ya, saudara kamu ?" Sezha menerka.
__ADS_1
"Ah gak kok, btw ada apa ni ?" Tanya Nova to the point.
"Mau main kerumah kamu lah Nov, astaga pake nanya. Hm dilihat-lihat kayaknya kamu pergi ya ? ikut donk. Bete ni dirumah aja." Sezha memperhatikan dadanan Nova keseluruhan.
"Ya rencananya tadi aku mau pergi kerumah Arin, mau tanya tugas, kali aja ada tugas setelah ujian gitu tapi karena kamu dateng ya udah deh nanya nya lewat telpon aja." Terang Nova.
"Ihh ngapain dibatalin, jadi aja nah aku ikut kita barengan kesana ok ( Sezha ingin ikut dengan Nova kerumah Arin ). Lagian Nov, mana ada tugas lagi, paling tinggal nunggu kapan penerimaan raport. Udah gak sabar aku lihat nilaiku."
"Yaudah deh bener juga kata kamu. Kapan-kapan aja kerumah Arin nya. Kalo gitu yuk masuk, kita ngobrol didalam." Nova mempersilahkan Sezha untuk masuk kerumahnya, ia membatalkan niatnya untuk pergi kerumah Arin.
Didalam benak Nova.
Hadeh gagal deh kerumah Arin, mana pengen kepo lagi. Eits apa aku tanya langsung aja ya sama Sezha, kali aja dia tau. Eh tapi gak mungkin aku tanyain hal sensitif dan privasi gini yang ada aku dikata julid lagi, ck au ah besok aku masuk sekolah aja deh nah abis tuh baru aku tanyain Arin.
Sezha menepuk pundak Nova yang kelihatan bengong.
"Nov ! malah bengong ni anak. Kuy lah, kebetulan ada banyak yang mau aku obrolin ke kamu." Sezha bersemangat.
__ADS_1
"Eh Ok." Sahut Nova terperanjat sambil nyengir.