MAMA

MAMA
Bab 187


__ADS_3

"Udah berapa banya perempuan yang papa tiduri hah ?! jawab pa ! jawabb !!" Istri Deon histeris sambil menarik kerah kemeja Deon.


"Mama ngomong apa sih ? jangan gila donk ma, papa tuh kerja untuk mama dan anak-anak." Deon berkelit.


"Kerja ? (Senyum mengejek), kerjai perempuan lain itukan maksud papa ? huh papa gak bisa bohongi mama lagi. Sezha ya Sezha, siapa perempuan itu pa, siapa ?!" Istri Deon kembali menyentak Deon.


Deon diam terpaku dan lidahnya keluh.


"Kenapa, gak bisa jawab ? iya lah temen tidur, gimana mau jawab." Istri Deon terus mencerca Deon.


"Ma, ayolah itu temen papa bukan siapa-siapa." Deon masih saja menutupi.


"Udahlah pa, gini aja (istri Deon berkata sambil menahan air matanya agar tidak tumpah dan juga menahan rasa sesak di dadanya). Mama minta cerai dari papa, mama gak bisa hidup serumah dengan laki-laki pembohong seperti papa." Bibirnya bergetar tapi ia harus mengambil langkah ini.


Bagai petir di pagi hari, Deon terkejut bukan kepalang.


"Mama ngomong apa sih, udahlah ma percaya sama papa. Apa yang mama tuduhkan ke papa itu gak bener, fitnah." Deon membela diri.


"Sekali pembohong tetap pembohong, mama akan pergi dari rumah ini begitu juga dengan anak-anak. Selamat karena sudah memiliki anak dari temen tidur papa. Mama pamit." Istri Deon melangkah kelemari pakaian dan mengambil sebuah koper berukuran cukup besar.

__ADS_1


Istri Deon memasuki seluruh pakaiannya dan juga pakaian kedua anaknya.


Deon berusaha menahan namun ucapan Deon sama sekali tidak di pedulikan oleh istrinya.


Deon benar-benar frustasi. Ia mengusap kasar rambutnya.


"Ma tolong percaya sama papa, ma."


Seluruh pakaian sudah dikemas di dalam koper, isteri Deon pun menghampiri anak-anaknya, dan dengan tanpa berpamitan istri Deon membawa kedua anak mereka pergi dari rumah ini.


Kedua anak mereka hanya bisa menangis dan meronta. Sungguh pemandangan yang menyayat hati.


Istri Deon tak bergeming, istri Deon terus berjalan hingga ke tepi jalan dan memberhentikan sebuah taksi yang melintas.


Istri Deon pergi meninggalkan kediaman mereka dengan membawa kedua anak mereka.


Deon hanya nampak pasrah dan berdiri diam terpaku melihat istri dan anaknya pergi meninggalkannya.


Deon masuk kedalam rumah, ia pun membantingi pernak pernik yang tertata rapi di atas meja ruang tamu.

__ADS_1


Semua terlempar berpecahan.


"Ahhhh.....!!!" Deon berteriak frustasi.


Keluarga yang telah berjalan sekian tahun harus diambang kehancuran karena ulah Deon. Deon mengkhianati pernikahannya, maka inilah balasan yang ia terima. Tidak selamanya yang ditutup rapi akan tersimpan rapi pasti suatu saat akan berserah juga.


Dalam frustasinya ia sontak mengingat Sezha.


"Sezha, pasti kamu yang telah memberitahu kepada istriku kalo aku menjalin hubungan denganmu."


Deon segera mengambil ponselnya dan menghubungi Sezha.


Namun beberapa kali Deon menghubungi tidak dijawab oleh Sezha padahal nomor ponsel Sezha aktif.


Deon benar-benar kehabisan akal, ia tidak tau harus melakukan apa.


"Astaga aku harus apa, bagaimana aku harus membuat istriku kembali lagi padaku. Sezha, kamu memang telah berani mengambil tindakan tanpa persetujuan ku. Sekarang rumah tanggaku hancur ahhh." Deon membenturkan kepala di sofa.


Sementara Sezha yang berada di kediamannya tersenyum licik, ia sengaja tidak menjawab telpon dari Deon karena ia tau pasti Deon dan istrinya sedang perang besar karena pengakuannya tadi.

__ADS_1


__ADS_2