MAMA

MAMA
Bab 206


__ADS_3

Pagi harinya Sezha bangun dengan tubuh yang letih sekujur tubuhnya seperti di pukuli. Sezha hari ini memutuskan untuk tidak bersekolah, ia pun mengirimkan pesan singkat kepada Nova.


\=Nov, hari ini aku gak masuk. Soalnya aku kurang enak badan. Sampein ke pak Abram ya. Bye Nov\=


Ting..ponsel Nova berdenting tanda pesan singkat masuk.


Nova yang masih sarapan, membuka isi pesan yang masuk.


"Sezha, sakit." Gumamnya pelan namun masih bisa didengar oleh ibunya yang duduk bersebelahan dengan Nova.


"Apa ? Sezha sakit ?" Tanya ibu memastikan.


"Eh iya nih Bu, Sezha baru aja kirim pesan kalo dia hari ini gak masuk karena kurang enak badan."


"Oh mungkin Sezha gejala mau demam atau bisa jadi flu."


"Mungkin sih Bu, gak tau juga soalnya kan semalam Sezha masuk sekolah sehat-sehat aja kok, gak lagi sakit atau gimana gitu."


"Ya namanya juga manusia, pasti sakit. Sakit itu gak bisa diprediksi kapan datangnya, semua Allah yang nentuin."


"Iya juga ya Bu. Yaudah ah, sarapan Nova udah abis. Nova berangkat ya Bu. Assalamualaikum."


"Waalaikum salam, hati-hati dijalan ya."


"Siap Bu."

__ADS_1


Baru akan melangkahkan kakinya keluar pintu, terdengar dari arah dapur suara ibunya yang memanggil dirinya dengan suara keras.


"Novaaaa...!! Panggil ibu Nova.


Sontak Nova menghentikan langkahnya dan lari berbalik masuk dimana suara ibunya memanggil.


"Ibu..." Nova bergegas.


Betapa terkejutnya ia melihat ibunya sudah terduduk di lantai dengan kuah sayur yang telah tumpah membasahi pakaian ibunya.


"Allahu Akbar...ibu....!!" Nova terkejut kemudian dengan cepat berlari menghampiri ibunya.


Nova memapah ibunya lalu mendudukkan ibunya di kursi.


"Ibu tadi tu pengen letakin sayurnya di lemari eh gak taunya lantainya licin, jadi ibu kepeleset." Ibu menerangkan sambil memegangi pinggang.


"Pinggang ibu sakit ? kita ke klinik yuk Bu biar diperiksa." Tanya Nova cemas.


"Tidak perlu, tolong ambilkan minyak gosok aja di kamar ibu ya." Ibu menolak.


"Tapi Bu, ibu harus diperiksa. Kalo pinggangnya kenapa-kenapa gimana ?"


"Ya Allah, gak apa-apa kok. Udah ah buruan ambilin minyak gosok ibu ya."


"Yaudah deh, tunggu bentar Bu biar Nova ambilin."

__ADS_1


Nova berjalan cepat masuk kekamar ibunya dan mengambil minyak gosok yang ada di atas meja rias.


Sewaktu Nova hendak keluar, sekilas tercium bau anyir dan bau asap bakaran.


"Kamar ibu tumben bau ginian, sejak kapan ?" Nova mengendus-endus mencari asal bau.


Nova mencium minyak gosok yang di pegangnya tapi aroma minyak gosok ini dengan bau yang ia cium sekilas di kamar ibu sungguh berbeda.


"Gak sama bau nya, sama ni minyak. Aduh apa perasaan ku aja kali ya karena terlalu khawatir sama ibu makanya aku indera penciumanku ikut bercampur aduk gini. Au ah, bodo' amat sama tuh bau sekarang aku harus cepat kasih minyak ini ke ibu." Nova lekas keluar dari kamar ibunya dan ia tidak terlalu menghiraukan bau yang sempat tercium tadi. Walaupun sebentar tapi bau nya cukup menyengat.


Nova segera mendatangi ibunya kemudian memberikan minyak gosok ini kepada ibunya.


"Bu ini minyak nya, mau Nova bantuin olesi ya Bu. Sekalian bantu pijit biar gak keram."


"Tidak usah, ibu bisa sendiri kok. Udah kamu berangkat ke sekolah aja, nanti kalo kamu urusin ibu yang ada kamu telat lho ke sekolah nya."


"Ish sekolah nanti aja deh bahasnya, Nova bisa kirim pesan ke temen terus tinggal bilang kalo Nova izin gak masuk, gampangkan. Yang terpenting sekarang itu kesehatan ibu."


"Eh mana boleh gitu, udah ibu gak apa-apa beneran deh."


"Gak mau, pokoknya Nova hari ini izin. Mau nemenin ibu dirumah."


"Iya deh terserah kamu aja. Ya udah buruan kamu kasih kabar ke temen kamu ya sekalian permisiin si Sezha jangan sampe lupa."


"Iya Bu, beres kok."

__ADS_1


__ADS_2