
Usai menggantikan pakaian Sezha, Nova pun merasa sangat ngantuk.
"Hoammmm... sebaiknya aku tidur deh, lumayan istirahat beberapa jam."
Nova naik ke ranjang, ya dikamar ini hanya memiliki satu ranjang saja jadi Sezha dan Nova tidur di ranjang yang sama.
Sezha sudah terlebih dahulu tertidur karena memang tubuhnya masih sangat lemas.
Ditengah tidur nyenyaknya Sezha bermimpi melihat seorang bayi laki-laki tergeletak di tanah sambil menangis.
Di dalam mimpi itu ia penasaran dengan bayi yang menangis, ia pun berjalan mendekati bayi yang tergeletak.
Ada rasa takut dalam diri Sezha untuk mendekati bayi ini, tapi rasa penasaran Sezha mengalahkan rasa takutnya.
Jarak Sezha dan bayi ini sudah sangat dekat. Sezha berjongkok, ia ingin menggendong bayi ini. Di dalam mimpi ini tidak ada siapapun kecuali hanya dia dan bayi ini.
Saat Sezha akan meraih bayi ini, betapa syok nya Sezha begitu melihat air mata yang mengalir bukanlah air mata melainkan darah.
Sezha terkejut, ia tidak dapat berteriak lidahnya terasa peluh. Ia hanya menatap penuh takut kearah bayi ini.
Walaupun ini mimpi tapi Sezha merasakan seperti nyata.
Bayi ini menoleh ke arah Sezha yang terduduk kaku sambil menangis memekikkan telinga.
"Oekkk....oekkkk...oekkkkk!!!!!"
__ADS_1
Sezha menutup kedua telinganya karena suara tangisan bayi ini semakin menjadi, ia sangat ingin berteriak tapi tidak bisa. Pergerakan mulut dan tubuhnya seperti sudah terkunci.
Suara tangisan bayi ini begitu memekakkan gendang telinganya.
Sezha menutup mata sembari menutup kedua telinganya. Akhirnya lidah yang tadi terasa keluh dapat juga ia mengeluarkan suara.
"Hentikan..ku mohon berhentilah menangis." Pinta Sezha pada si bayi misterius.
Mendengar perkataan Sezha si bayi bukannya berhenti menangis malah semakin nangis.
"Oekkkkkk ....oekkkk....oekkkk!!"
Sezha tidak tau harus apa, ia masih tidak tau alasan kenapa bayi ini masuk kedalam mimpinya dan terus menangis.
"Kumohon hentikan." Sezha kembali meminta si bayi untuk berhenti menangis.
Sezha pun berani membuka kedua matanya yang ia pejamkan dan tidak lagi menutup kedua telinganya.
"Huuuu (Sezha bernafas lega) akhirnya bayi itu sudah pergi." Dilihatnya si bayi tidak ada lagi dihadapannya.
Namun saat Sezha akan berdiri secara tiba-tiba si bayi misterius ini kembali muncul dan yang membuat Sezha semakin histeris si bayi menempel di area bagian perutnya sambil menangis melengking.
"Oekkkkkk....oekkkk...oekkkk..!!!"
Sontak Sezha menjerit histeris karena melihat wajah si bayi yang menempel di perutnya.
__ADS_1
" Ahhhhhhhh.....pergiii!!!" Sezha berteriak sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Nova yang belum lama tertidur mendengar Sezha mengigau.
Kedua mata Nova masih sangat berat, tapi ia berusaha membuka matanya perlahan. Nova mengucek matanya agar ia bisa melihat jelas. Dilihatnya Sezha mengigau dengan sudah keringat bercucuran membasahi wajahnya.
"Hoammm, Zha..bangun Zha..'' Nova menahan kantuk sembari mengguncangkan pelan pundak Sezha.
Sezha yang masih berada di alam mimpi pun terbangun cepat begitu Nova membangunkannya.
Sezha membuka matanya dengan nafas ngos-ngosan.
"Nov !" Sezha spontan memeluk Nova.
"Kenapa Zha ? Ada apa ?" Tanya Nova panik dan rasa kantuknya langsung hilang.
"Hiks Nov, aku bermimpi buruk hiks." Sezha menceritakan dengan sedih.
"Mimpi buruk apa Zha ? emang kamu mimpi apa ?"
"Aku mimpi bayi Nov, hiks bayi. Aku gak tau kenapa bayi itu ada di mimpiku Nov, bayi itu terus saja menangis dan air matanya darah Nov hiks aku takut Nov, aku takut hiks." Tubuh Sezha gemetar.
Apa jangan-jangan itu adalah bayi Sezha yang diambil Mak Iyem dan dia datang untuk memberi tahu Sezha. Tapi apa aku harus bilang sementara dia masih seperti ini belum pulih sepenuhnya, sebaiknya aku tidak memberitahunya sekarang.
Nova berbicara dalam hati, Nova bimbang apakah dia harus menyampaikan atau tidak karena melihat kondisi Sezha belum sepenuhnya pulih. Ia takut jika disampaikan sekarang itu akan membuat Sezha akan semakin sedih. Nova lebih memilih menyembunyikan, paling tidak jika kondisi Sezha sudah pulih, baru ia akan memberi tahu tentang bayi yang ada dimimpinya.
__ADS_1
"Sudahlah Zha, mungkin kamu hanya lelah. Lupakan saja, aku ada disini kok. Jadi kamu gak usah takut." Nova menenangkan Sezha.