MAMA

MAMA
Bab 138


__ADS_3

Keesokkan paginya Sezha dibangunkan oleh ibu untuk melaksanakan sholat subuh. Sezha yang masih lelap tidur sama sekali tidak mendengar suara ibunya yang mengetuk sembari memanggil dari luar pintu kamarnya.


Tok....tok...tokk


"Sezha ! bangun Zha !" Seru ibu.


"Astaghfirullah ni anak dibangunin susah bener, mana pintu dikunci." Ibu memutar handle pintu namun tidak bisa sebab pintu kamar dikunci oleh Sezha.


Ayah yang melihat ibu berada didepan kamar Sezha berjalan menghampiri.


"Belum bangun juga Bu, Sezha ?" Tanya ayah.


"Belum yah, coba deh ayah yang bangunin. Ibu mau masak."


"Ya sudah, ibu kedapur saja biar ayah yang bangunin Sezha."

__ADS_1


Ibu meninggalkan ayah di depan pintu kamar Sezha dan berjalan ke dapur.


Ayah membangunkan Sezha dengan cara yang ibu lakukan, dari mengetuk pintu kamar sambil memanggil Sezha dengan suara cukupa keras.


"Sezha ! bangun Zha !"


Sezha membuka kedua matanya, ia mendengar suara ayah yang sedang memanggilnya.


"Ayah, mau ngapain sih ahh hoamm masih pagi buta gini ach ck udah berisik aja, gak tau apa anaknya masih ngantuk." Sezha bergumam masih dengan mata terpejam dan tentunya dengan suara parau ciri khas seseorang bangun tidur.


"Sezhaa ! bangun Sezha ! keburu siang ini sholat subuhnya !"


"Iya yahh ! ini udah bangun kok !" Sahut Sezha dari dalam kamar, ia belum beranjak dari ranjangnya.


"Sholat subuh kamu ya, jangan sampe gak lagi ! abis sholat bantuin ibu di dapur !" Ayah berseru masih didepan pintu kamar karena memang pintu kamar tidak di buka oleh Sezha.

__ADS_1


"Iya yahh, ni udah bangun kok !" Balas Sezha lagi.


Ayahnya pun setelah memastikan Sezha sudah bangun, ayah kembali masuk kedalam kamar guna melanjutkan istirahatnya sebelum nanti berangkat bekerja sebagai buruh bangunan.


Di dalam kamar, Sezha bukannya sholat subuh malah bermain ponsel, ia mengecek apakah Deon mengirimkannya sebuah pesan singkat atau tidak, padahal matanya masih mengantuk namun kalo menatap layar ponsel baru rasa kantuknya seketika sirna.


"Untung pintu aku kunci, kalo gak pasti ayah sama ibu makin berisik suruh sembahyangggg mulu hmm bosen aku dengerinnya (Sezha mendengus kesal). Mending liat notif chattingnya Deon ketimbang harus dengerin ayah sama ibu, nah ntar aja bantuin ibunya kalo lama bilang aja apa gitu pasti ayah sama ibu bakalan percaya. Intinya ni minyak ajaib jangan sampe hilang."


Di cek nya notif WhatsApp, tapi sama sekali tidak satupun notif dari Deon masuk ke ponselnya baik itu pesan ataupun telepon.


"Dih dasar, gak inget apa kalo dia tuh punya pacar. Aku juga butuh perhatian, mentang-mentang sibuk sama istri, aku dilupain. Ihhh kenapa sih orang-orang pada ngeselin semua ach." Sezha kesal sambil menepuk bantal.


Di tengah rasa kekesalannya, terbesit dipikiran Sezha untuk menghubungi Deon terlebih dahulu.


"Hmm apa aku hubungin duluan aja kali ya, kasih surprise gitu pasti Deon seneng, atau terkejut. Penasaran aku gimana reaksi Deon ya, kalo aku hubungi dia duluan secara ni ya dia pasti masih dirumah. Nah istri sama anaknya pasti kepo donk, siapa yang nelpon papa mereka pagi-pagi gini. Mumpung Deon belum tau kalo aku udah gak hamil anaknya nah aku pura-pura aja deh kalo masih hamil anaknya gampang kan, jadi mayanlah buat seneng-seneng. Bilang aja kalo anaknya lagi kangen sama papanya. Bodo' dia mau perang dunia sama istrinya, emang aku peduli." Sezha mengesampingkan perasaan istri Deon, yang ada dipikirannya hanya kepuasan dan kesenangan.

__ADS_1


__ADS_2