MAMA

MAMA
Bab 215


__ADS_3

Perseteruan belum berakhir sampai tiba dijam istirahat mereka tidak saling tegur sapa bahkan saling membuang wajah. Sezha duduk seorang diri di meja kantin dan ia merasa jika baru kemarin Arin dan Lala memujinya tapi hari ini berbanding terbalik.


Arin dan Lala berubah, sihir Ratu sepertinya sudah memudar pada mereka buktinya mereka tidak mendukungku lagi. Aku harus bicarakan ini pada Ratu. Tapi kalo memang hilang sepenuhnya pasti sikap pak Abram dan temanku yang lain akan berubah juga kan, nah buktinya tadi gak, berarti pengaruh Ratu masih ada hanya di mereka bertiga telah hilang pengaruh sihir Ratu. (Batin Sezha mengira jika pengaruh Ratu telah hilang).


Sezha nampak cuek walaupun duduk seorang diri, beda dengan Arin, Lala dan Nova yang kompak duduk bertiga. Sebenarnya Nova tidak sepenuhnya sakit hati dengan ucapan Sezha sebab ia tau jika Sezha sedang dalam pengaruh ilmu jahat. Namun Nova tidak bisa berbuat apa-apa, dia ingin mendekati Sezha tapi tidak mungkin karena Sezha telah memutuskan untuk tidak berteman lagi dengannya.


Ya Allah akan sulit bagi hamba untuk menyadarkan teman hamba Sezha, jika hubungan kami renggang seperti ini. Ya Allah berilah hamba kesempatan untuk bisa menyadarkan teman hamba Sezha, aminn .


Walaupun Sezha sudah bicara ketus kepada Nova, tidak sedikitpun Nova merasa marah kepada Sezha malah Nova tetap mendoakan kebaikan untuk Sezha. Nova berharap Sezha bisa sadar dan kembali seperti Sezha yang ia kenal dulu bukan Sezha yang saat ini.


Arin dan Lala tau perasaan Nova sekarang karena memang teman dekat Nova ya Sezha begitu juga Sezha.

__ADS_1


"Nov, kami tau perasaan kamu. Udahlah Nov, gak usah dipikirin masih ada kita kok sebagai teman kamu." Arin memegangi tangan Nova guna memberikan semangat.


"Iya Nov, anggap aja kita ini temen deket kamu. Kalo perlu apa-apa bilang aja ya Nov. Kita siap bantu kok. Inget kata pepatah Nov, mati satu tumbuh seribu. Eh kebanyakan kalo seribu terlalu hiperbola, ralat deh. Mati satu tumbuh kita dua." Timpal Lala becanda sambil mengangkat kedua alisnya kocak.


"Pfftttt ada pula pepatah gitu wkwkwk." Nova merasa lucu dengan ucapan Lala.


"Ish Lala bisa-bisanya ngelawak. Tapi bagus, suasana yang krik-krik balik ceria. Liat aja Nova ketawa." Arin ikut senang.


"Abis Lala kocak, hadeh."


"Udah kok Alhamdulillah, makanya aku bisa sekolah hari ini."

__ADS_1


"Pulang sekolah kita main kerumah kamu yuk Nov ? abisnya aku rada malas ni pulang cepet."


"Boleh sih tapi kenapa kok males pulang cepet ?" Tanya Nova heran dengan perkataan Arin.


"Masa gak tau Nov, biasalah dirumahnya lagi banyak pakaian belum di setrika nah makanya dia males mau pulang, takut disuruh ibunya setrika pakaian." Timpal Lala jujur.


"Ihh ni anak, astaga rem nya blong memang. Gak bisa simpen rahasia, dih jadi ketauan kan. Lala kamu ihhh bikes deh."


"Kan emang iya, ngapain bohong. Ya kan Nov." Lala merasa tidak salah.


"Iya deh iya, makasih ya Lala udah bantu jelasin ke Nova. Makasih banget..kamu memang best friend forever deh." Arin berpura-pura senang padahal hanya gimik.

__ADS_1


"Sama-sama, aku seneng kok bisa berkata jujur apa adanya seadanya."


Nova hanya tersenyum lucu melihat tingkah kocak Arin dan Lala.


__ADS_2