
Sezha benar-benar dibikin kesal dengan Lala yang dirasuki oleh arwah anak perempuan itu. Sezha mengancam akan mengolesi minyak yang di berikan Tukijan kalo dia tidak mau keluar juga dari dalam tubuh Lala.
"Sekarang kau tinggal pilih, aku olesin minyak ini atau kau keluar dari tubuh Lala sekarang." Sezha mengancam sambil mengambil botol kecil berisikan minyak dari dalam saku celananya.
"Coba aja kak, kalo bisa hihihi." Jawab enteng sosok arwah anak perempuan.
"Baiklah, kau ingin aku mengeluarkanmu dengan paksa ternyata."
Sezha memutar tutup botolnya, kemudian mengarahkan botol minyak ini kearah leher Lala.
Namun saat akan mendekati bagian leher, sosok anak perempuan ini yang merasuki tubuh Lala dengan sigap menggigit pergelangan tangan Sezha, ia tidak mengizinkan Sezha untuk mengolesi minyak itu.
Sezha yang spontan mendapatkan sebuah gigitan dari Lala, ia pun sontak berteriak kesakitan.
"Ahhhh....!! tangan ku, sssshhh...sakit..lepasin setan kurang ajar !" Sezha berteriak kesakitan sembari mengupat.
__ADS_1
Mendengar Sezha berteriak, Nova dan Arin yang tadinya mengambil jarak sekarang mereka berdua melangkah mendekati Sezha yang masih ditahan oleh Lala.
Begitu melihat pergelangan tangan Sezha di gigit oleh Lala, mereka pun mulai panik sebab darah segar mengalir dari pergelangan tangan Sezha yang di gigit.
"Astaghfirullah 'al adzim ! Lala ! lepasin tangan Sezha dari gigitan kamu !" Nova meneriaki Lala.
Menyaksikan Sezha disakiti oleh Lala, Arin memiliki keberanian. Arin berusaha melepaskan pergelangan tangan Sezha dari gigitan Lala.
"La, sadar ! ini Sezha temen kita, lepasin La ! Ya Allah tangan Sezha berdarah ini." Sentak Arin sembari menarik pergelangan tangan Sezha.
Lala melepaskan gigitannya dari pergelangan tangan Sezha dan dengan cepat pula beralih meludahi wajah Arin.
Pfuiiihhh...jangan ikut campur, kakak !" Lala menunjukkan raut wajah bengis, beda dengan yang tadi.
Wajah Arin menjadi lengket karena air liur bercampur darah menempel di wajahnya. Arin tercengang karena Lala tiba-tiba meludahi wajahnya.
__ADS_1
"Ihhh Lala ! jorok tau ck." Arin beranjak dan berlari menuju dapur Nova untuk membasuh wajahnya.
"Hihihi..tuh kan makanya jangan ganggu aku. Aku kan lagi main sama kakak tapi dia ganggu."
Lala tertawa puas.
"Dasar setan gila ! pergi kau ! aku bilang keluar dari tubuh Lala dan pergi menjauh dari hidup ku !" Sezha berbicara lantang.
"Aku tidak akan pergi sebelum kakak selesaikan urusan yang belum kakak selesaikan."
"Apa maksudmu hah ?! aku tidak mengenalmu dan aku tidak ada hubungan apapun denganmu."
Emosi Sezha benar-benar memuncak karena sosok arwah anak perempuan ini.
Ibu Nova melihat ini tidak tinggal diam, ibu Nova teringat jikalau ia ada menanam tanaman Bidara di samping rumah. Bergegaslah ibu Nova keluar rumah dan menuju samping rumah kemudian memetik 3 helai daun Bidara. Usai memetik daun Bidara, ibu Nova menuju dapur guna mengambil air putih yang diisikan kedalam gelas ukuran sedang.
__ADS_1
Setelah gelas sudah berisikan air mineral, lalu ibu Nova memasukkan 3 helai daun Bidara yang dipetik tadi dan tak lupa ibu juga menambahkan sedikit garam dapur lepas itu diaduk hingga garam larut sembari ibu Nova membaca beberapa ayat pendek untuk ruqyah mandiri.