MAMA

MAMA
Bab 162


__ADS_3

Ibu Nova dan ustadz Dedek masih duduk di teras, ustadz Dedek membicarakan perencanaan pelebaran bangunan mesjid yang tak jauh dari kediaman Nova.


"Maksud kedatangan saya kesini, ingin menyampaikan kepada ibu ataupun warga agar mau berpartisipasi dalam pelebaran bangunan mesjid kita ini."


"Partisipasi dalam bentuk apa ya pak?" Tanya ibu.


"Partisipasinya bisa dalam bentuk apa saja Bu, bisa itu dana seikhlasnya, ataupun menyediakan makan siang untuk para pekerja nantinya." Jawab pak ustadz.


"Kalo begitu saya bantu dengan dana seikhlasnya saja ya pak. Tunggu sebentar, saya ambil uangnya dulu."


"Silakan ibu."


Ibu Nova masuk kedalam kamar dan mengambil uang selembaran 100ribu sebanyak 3 lembar, lalu ibu Nova kembali keteras menemui ustadz Dedek.


"Maaf ya pak, saya hanya bisa memberi segini (Ibu Nova meletakkan uang tadi diatas map ). Tapi insya Allah nanti kalo saya ada rezeki lebih, saya akan menyumbangkan sedikit rezeki saya lagi.


"Syukur Alhamdulillah ibu, besar kecilnya nominal sumbangan ibu, ini sudah menjadi berkah buat kami sebagai pengurus mesjid. Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih banyak."


"Iya sama-sama pak ustadz."

__ADS_1


Ustadz Dedek mencatat nominal sumbangan yang diberikan oleh ibu Nova tadi.


Usai mencatat, pak ustadz ingin bertanya sesuatu kepada ibu Nova.


"Bu, apakah saya boleh menanyakan sesuatu kepada ibu ?" Tanya ustadz Dedek.


"Boleh pak ustadz, silahkan pak ustadz mau tanya apa ke saya"


"Begini, tadi sewaktu saya sampai ada seorang gadis yang baru keluar dari rumah ibu. Apakah gadis itu salah seorang dari teman anak ibu ?"


"Iya sih pak, soalnya ada 2 temen anak yang datang kerumah barusan. Hm kalo saya boleh tau, ada apa dan kenapa ya pak ?"


"Aura mistik ? maksudnya gimana ya pak?" Ibu Nova masih belum sepenuhnya mengerti.


"Iya Bu, atas izin Allah saya bisa merasakan hawa keganjilan pada tubuh gadis itu. Hanya saja saya belum bisa memastikan keganjilan apa itu."


"Kalo gitu saya panggil anak saya pak, saya juga kurang paham yang beginian."


"Tidak usah Bu, nanti yang ada anak ibu merasa aneh dengan apa yang saya ucapkan mengenai salah seorang temannya tadi." Pak ustadz merasa tidak enak.

__ADS_1


"Tidak apa-apa pak, malahan saya berterima kasih sama bapak karena memberitahu ke saya. Saya akan memanggil anak saya dulu, bapak tunggu disini."


Ibu Nova kembali masuk kedalam, menghampiri Nova dan Arin yang sedang asik bernyanyi ria.


Nova yang melihat ibunya sedang berjalan menuju kearah mereka, Nova mengecilkan volume speaker kemudian bertanya pada ibu ketika sudah mendekat.


"Ada apa Bu ?"


"Itu lho, pak ustadz Dedek mau bertemu dengan kamu dan sama kamu juga (ibu Nova melihat ke Arin juga ). Pak ustadz ingin menanyakan sesuatu pada kalian berdua."


Nova dan Arin saling melemparkan pandangan satu sama lain lalu beralih ke ibu Nova.


"Mau ngapain pak ustadz cari aku sama Arin ? perasaan tadi pak ustadz cuma ada perlu sama ibu deh bukan kita." Nova heran.


"Ibu juga gak tau, daripada penasaran mending buruan temui pak ustadz nya aja dulu. Kasian pak ustadz nya nunggu lama di depan."


"Yaudah deh Bu, yuk Rin." Ucap Nova sembari mengajak Arin.


Arin mengangguk dan beranjak dari duduknya.

__ADS_1


__ADS_2