
Berniat ingin mengirimkan pesan singkat ke Deon agar istri Deon mengetahui ternyata harus ia batalkan sebab suara ibu sudah memanggil dari luar pintu kamar.
"Sezha ! bantuin ibu di dapur ! Ibu tunggu 5 menit kalo kamu tidak keluar dari kamar, kamu tidak ibu bolehin sarapan !" Seru ibu dengan suara keras.
"Iya Bu ! ini juga udah mau keluar kok !" Sahut Sezha dari dalam kamar.
"Ingat ibu tunggu 5 menit, Sezha !" Ultimatum ibu.
"Iya Bu ! iya bentar !" Sahut Sezha lagi dengan suara yang tak kalah keras.
Selepas itu ibu Sezha kembali ke dapur sedangkan Sezha mulutnya terus saja ngedumel kesel sembari beranjak dari ranjangnya.
"Ihhhhh ibu emang ya ngeselin banget, pagi-pagi udah nge-reff mulu. Tadi suruh sembahyang, ini disuruh bantuin masaklah habis itu apalagi coba. Jadi batal deh aku mau chattingan sama Deon, ck bete aku." Sezha berjalan sembari menggerutu dan juga menghentakkan kedua kakinya.
Sezha membuka pintu kamar dan segera menuju kedapur.
Ibu memperhatikan tingkah Sezha yang seperti seseorang baru bangun tidur.
"Sezha, kamu baru bangun ya ?" Tanya ibu penuh rasa selidik.
"Gak kok Bu, daritadi kok." Sanggah Sezha.
__ADS_1
"Jujur aja sama ibu, kamu baru bangun kan ? berarti tadi kamu gak sholat subuh tapi malah tidur lagi, ya kan Sezha ?" Hardik ibu.
"Ihh apaan sih Bu, masa iya ibadah harus keliatan, terus laporan sama ibu kalo Sezha tadi udah sembahyang, gak kan." Alibi Sezha membela diri.
"Sholat Sezha...bukan sembahyang, kan udah ibu bilang semalam." Protes ibu.
"Nah iya itu maksud Sezha, Bu hehehe." Sezha kikuk.
Astaga ni minyak kenapa gak ngefek ke ibu sih, ibu masih aja bawel sama aku. Ni minyak beneran yang kayak kemarin bukan sih, atau jangan-jangan ni minyak palsu lagi yang dikasih tuh dukun. Ck minta di demo ni dukun, awas aja nanti aku bakalan kerumahnya lagi, aku mau protes dikira aku gak berani.
Hati Sezha dongkol pada Tukijan, tanpa ia sadari ia mengepalkan kedua tangannya di dekat ibunya yang berada disebelahnya.
"Kenapa kamu ? kamu marah sama ibu hem." Tegur ibu.
"Kalo gak marah kenapa tangan kamu dikepal begitu ?"
"Ohh tiba-tiba Sezha keinget sama Nova, Bu. Soalnya kemarin dia ngeselin makanya gak sadar Sezha ngepal tangan, abis geram banget liat tingkah Nova kemarin (Sezha berbohong). Oh ya Bu, Sezha harus ngapain ni, soalnya Sezha udah laper ni ?" Sezha mengalihkan pembicaraan.
Aishhh ibu sempat-sempatnya lagi ngeracik cabe merhatiin tangan aku.
"Tuh kan ibu sampe lupa, gara-gara kamu sih ibu jadi lupa kan. Itu ayam sama sayur kamu cuci bersih abis tuh ayamnya kamu rebus dulu sebentar buat ngilangin minyaknya. Setelah direbus lalu ayamnya kamu goreng ya, ibu mau buat bumbu ayam sama iris cabe buat tumis sayurnya." Perintah ibu.
__ADS_1
"Ok Bu, siap." Ucap Sezha.
Sezha berjalan masuk ke kamar mandi dengan kedua tangannya memegang ayam dan sayur. Ia pun mencuci bersih ayam dan sayur yang akan dimasak. Terlebih dulu Sezha mencuci sayur, setelah sayur dicuci Sezha beralih ke ayam yang akan ia cuci bersih namun saat ayam hendak ia cuci tiba-tiba air yang di ember berubah warna menjadi warna merah dan mengeluarkan bau amis khas darah.
"Airnya berubah, kok jadi amis gini kayak bau da~rah." Sezha menciduk air dengan gayung lalu dilihatnya dekat, ia pun heran kenapa air yang tadinya biasa mendadak berubah warna merah darah sekaligus berbau amis.
"Ibu ! sini deh Bu ! Sezha berteriak memanggil ibunya.
Ibunya yang masih mengiris cabe mendengar Sezha berteriak sontak berjalan kearah kamar mandi.
"Ada apa Sezha ? ya Allah kamu ini ya bikin kaget ibu aja."
"Ini lho Bu, Airnya berubah jadi warna merah darah udah gitu bau amis lagi. Sini deh coba ibu liat."
"Jangan ngada-ngada kamu ya, kamu lihat itu warna airnya masih jernih gitu kok dibilang darah. Dari sini ibu udah keliatan kalo itu warna air jernih bukan merah darah, Sezha. Kamu habis nonton film hantu ya jadi halusinasi. Udah buruan kamu cuci bersih, abis tu rebus, lalu goreng. Ibu belum selesai mengiris."
Ibu tidak melihat warna merah darah pada air seperti yang dikatakan oleh Sezha.
"Tapi Bu, Sezha beneran liat, Sezha gak bohong. Tadi itu warnanya merah udah gitu bau amis."
"Udah gak usah dibahas, lanjutin aja yang ibu suruh tadi." Ibu mengabaikan penjelasan Sezha kemudian kembali mengiris cabe.
__ADS_1
Sezha mendengus kesal karena ibunya tidak mempercayai omongannya sekaligus merasa aneh dengan cepatnya warna air berubah padahal jelas kalo air nya berubah warna dan juga bau tapi sewaktu ibunya datang seketika berubah seperti semula.
"Ibu gak percayaan banget. Hm kenapa bisa berubah jadi kayak darah gitu ya tadi ? Shhh bodo' ah, mending aku cepetan cuci ni ayam biar bisa sarapan, laper perutku." Sezha memilih tidak memperdulikan walaupun sedikit penasaran namun ia tidak mau ambil pusing.