MAMA

MAMA
Bab 223


__ADS_3

Kembali ke Sezha.


Ustadz Dedek benar-benar ingin mengetahui apa sebenarnya yang tersembunyi didalam rumah keluarga Sezha.


Ustadz Dedek di sore hari mendatangi rumah Sezha seorang diri, ya ustadz hanya sekedar bertamu, sekaligus mencaritau.


"Assalamualaikum..."


Ibu Sezha yang sedang menonton tv mendengar jika ada yang mengucapkan salam dari luar rumah.


"Siapa ya ?" Tanya ibu Sezha sembari beranjak dari duduknya.


Ibu berjalan kearah pintu depan namun saat akan membuka Sezha menahan ibunya untuk tidak membuka pintu.


"Tunggu Bu !"


"Kenapa Zha ? ada tamu diluar, mau ibu bukain."


"Udah biar Sezha aja, ibu tolong liatin si adek di dalam ya."


"Lho yaudah kamu aja didalam sama adek, ibu biar terima tamu."

__ADS_1


"Ish ibu, biar Sezha. Ibu liatin adek ya. Soalnya itu temen Sezha." Sezha berbohong.


"Ohh temen kamu, yaudah deh kamu yang bukain pintunya, ibu mau gendong cucu ibu dulu."


Ibu Sezha masuk kedalam kamar, Sezha membuka pintu.


Ustadz Dedek memberikan senyum ramah, sedangkan Sezha membalas dengan senyuman kecut terpaksa.


"Assalamualaikum, selamat sore." Sapa ustadz dengan salam.


"Salam, ada perlu apa ? pasti mau ngutip iuran buat mesjid kan ?"


"Oh tidak, kebetulan saya lewat dan ingin bersilaturahmi. Boleh saya masuk."


"Silahturahmi tidak perlu menunggu lebaran, kapan aja bisa."


"Udah deh pak, saya tau kenapa bapak kesini. Bapak kira rumah saya ini sarangnya setan kan ? huh ngaku aja pak." Hardik Sezha.


"Saya tidak bilang seperti itu, saya hanya ingin bertamu. Apa tidak boleh ?"


"Kan tadi saya bilang, gak boleh. Harus saya ulang, lagian ya pak, bapak kan pakaiannya ootd nya ni ya dari atas sampe bawah udah agamis banget nih, nah saran saya bapak bertamu ke mesjid ya bukan kerumah saya, paham." Sezha tidak bisa bersikap ramah kepada tamu, Sezha terkesan mengusir ustadz Dedek.

__ADS_1


Pak ustadz Dedek hanya tersenyum menanggapi ucapan Sezha yang terdengar tidak sopan, tidak menghormati tamu yang datang.


Di tengah obrolan Sezha dan ustadz Dedek, ayah Sezha pulang dari kerjanya.


Begitu sampai, ayah Sezha heran saat Sezha mengobrol di depan pintu.


"Lho kok gak disuruh masuk tamunya, Zha." Tegur ayah Sezha.


"Gimana suruh masuk, ayah kan tadi gak ada dirumah."


"Eh pak ustadz yang kemarin ya, ada apa ni pak ustadz datang kesini ?" Ayah Sezha baru mengetahui jikalau ustadz yang datang setelah ayah Sezha menghampiri.


"Pengen ngobrol sama ayah katanya, makanya gak Sezha kasih masuk."


"Yaudah kalo gitu kita ngobrol didalem aja pak ustadz, gak enak kalo ngobrol diluar." Ayah Sezha mempersilahkan masuk.


"Eh gak usah yah, ngapain juga pak ustadz masuk. Ntar pak ustadz kepanasan, liat aja pakaian pak ustadz ini udah siap-siap pergi ke mesjid. Lagian ayah juga baru pulang, biarin aja pak ustadz duduk diluar. Didalam panas, ya kan pak ustadz." Sezha melarang ayahnya untuk mengajak ustadz masuk dengan alasan yang ngada-ngada.


"Sezha, jaga bicara kamu. Tamu datang itu ngomongnya yang sopan. Masa tamu duduk diluar, kamu ini yang ada-ada aja." Protes ayah Sezha.


"Memang bener kok."

__ADS_1


"Lain kali saja saya mampirnya, bapak juga baru pulang kerja, saya tidak enak. Kalo begitu saya permisi pulang dulu. Mari pak, wassalamu'alaikum."


Ayah Sezha hanya menunduk tanpa membalas salam dari ustadz Dedek.


__ADS_2