
Sezha tidak jadi menelpon kembali nomor ponsel Deon sebab bidan yang akan memeriksa kandungan Sezha telah datang. Bidan beserta ibunya masuk kekamar Sezha tanpa mengetuk pintu lebih dulu.
"Sezha, ini ibu bidan udah dateng." Kata ibu.
"Oh iya Bu. Hai Bu bidan." Sapa Sezha ramah.
"Hai." Balas bidan ramah.
"Bu bidan maaf ya saya tinggal sebentar soalnya tadi selesai nyuci pakaian belum saya jemur. Ibu silahkan periksa saja kandungan anak saya, saya tidak akan lama kok."
"Iya ibu." Timpal bidan.
Ibu Sezha keluar dari kamar dan meninggalkan Sezha bersama bidan.
Usai ibu Sezha keluar bidan mengambil posisi duduk di samping sisi kiri ranjang Sezha.
Bidan merasa bingung melihat kandungan Sezha. Sebab ia merasa dari yang awal melakukan pemeriksaan, sampai hari ini seharusnya kandungannya Sezha masih beberapa bulan saja tapi saat ini bidan melihat jikalau kandungan Sezha seperti terlihat tidak akan lama lagi akan melahirkan.
__ADS_1
"Saya tidak sangka lho ternyata kandungan kamu cepat sekali perkembangannya. Soalnya kalo tidak salah seingat saya, baru beberapa bulan saja, tapi tidak taunya lingkar perut kamu sudah sebesar ini." Kata bidan.
"Saya juga gak tau Bu, kenapa perkembangannya cepat banget. Makanya ibu saya meminta ibu untuk memeriksa kondisi kandungan saya. Apakah ada kelainan atau apa gitu Bu ? jujur saya rasa takut Bu." Terang Sezha yang juga tidak tau.
"Hm begini saja kalo pemeriksaan normal tidak akan bisa ketauan kondisi janin kamu, saya sarankan kamu melakukan USG untuk mengetahui kondisi janin kamu. Kebetulan di puskesmas saya bisa melakukan USG, jika kamu bersedia, sekarang juga kita berangkat ke puskesmas, bagaimana ?" Bidan menyarankan.
"Saya tanya ibu saya dulu ya Bu."
"Iya, saya sabar menunggu kok."
Tak lama kemudian ini Sezha pun datang dan langsung bertanya.
"Saya belum memeriksa kondisi kandungan anak ibu tapi saya menyarankan untuk melakukan USG, agar kita tau kondisi janin yang ada didalam kandungan anak ibu."
"Kalo gitu anak saya harus dibawa kerumah sakit ?"
"Tidak perlu Bu, kebetulan d puskesmas sudah ada alat untuk melakukan USG. Jadi ibu tidak perlu jauh-jauh pergi kerumah sakit."
__ADS_1
"Ya sudah Bu, saya setuju. Sekarang juga kita berangkat ke puskesmas?" Tanya ibu.
"Iya ibu lebih cepat lebih baik. Kalo begitu saya pamit lebih dulu ya, agar saya persiapkan alat pemeriksaan untuk USG nya."
"Baik Bu, silahkan. Nanti saya dan anak saya akan menyusul."
Bidan pun pergi dari rumah Sezha dan kembali ke puskesmas.
Usai bidan pergi, Sezha dan ibunya juga menuju ke puskesmas dengan menaiki becak motor.
Setibanya di puskesmas, bidan meminta Sezha dan ibunya untuk masuk keruangan khusus USG.
"Mari Bu, masuk keruangan ini."
"Terimakasih."
Sezha dan ibunya masuk keruangan khusus untuk USG. Ruangan ini terbilang sempit hanya cukup untuk sebuah ranjang dan sebua alat USG.
__ADS_1
"Kamu baring diranjang. Oh ya USG nya kita pakai yang 3D, jadi agar terlihat jelas kondisi janin kamu."
Sezha berbaring di ranjang pemeriksaan, setelah Sezha berbaring bidan terlebih dahulu mengoleskan gel khusus di perut Sezha dan saat gel sudah dioleskan oleh bidan kemudian bidan menempelkan alat transduser USG ke perut Sezha.