MAMA

MAMA
Bab 234


__ADS_3

Arin sudah merasa enakan, ia duduk perlahan.


Nova juga ada disini.


Sezha melihat dari balik jendela.


"Huh." Sezha melihat sekilas acuh sambil berjalan melewati.


Nova mengetahui jika Sezha tadi berjalan dan melihat Arin sekilas.


Nova hanya menghela nafas tanpa mau memberitahu Arin dan Lala.


"Rin, gimana keadaan kamu ? udah agak mendingan?" Tanya Nova.


"Udah lumayan sih Nov, cuma kepalaku dikit pusing terus tengkuk leherku juga terasa pegel."


"Oh yaudah deh, terus kata ibu guru yang jaga UKS ni kamu udah boleh pulang atau belum ? soalnya kan gak mungkin juga kamu belajar dengan kondisi tubuh kurang sehat gini, kamu harus istirahat dirumah."


"Iya Nov, Lala lagi ambil surat keterangannya."

__ADS_1


"Yaudah ya aku tinggal ke kelas dulu, udah mau masuk ni. Cepet sembuh ya."


"Makasih ya Nov."


Nova meninggalkan UKS ini dan menuju ke kelas, sebab waktu istirahat akan usai.


Arin seorang diri di UKS ini, Lala sedang pergi keruangan ibu guru tadi guna mengambil surat keterangan, karena tanpa surat keterangan itu Arin tidak diperbolehkan pulang sampai jam pulang sekolah.


Arin yang masih lemah kembali ponselnya berdering, dan tertera dilayar masih nomor pribadi itu. Arin segera mematikan ponselnya agar nomor pribadi itu tidak bisa menghubunginya lagi.


"Nomor pribadi ini lagi, matiin aja deh ponselnya, aku lagi gak ada tenaga ladenin orang gak kenal bisa terkuras habis energiku karena kesel nanti."


"Astaghfirullah kok bisa ? kan udah aku matiin ponselnya." Arin menelan salivanya mulai merasa keanehan.


Arin tidak mau menjawab panggilan telpon itu, ia biarkan saja ponselnya terus berdering.


"Gak mungkin, apa bener kata Lala tadi, jangan-jangan yang nelpon itu..." Arin segera menepis dugaannya.


"Duh Lala mana sih, lama banget deh ambil surat keterangan doank. Mana sepi banget lagi ni ruangan." Arin mulai takut.

__ADS_1


Arin yang sedang takut tiba-tiba tercium bau anyir dan amis menyeruak disekitar ranjangnya. Arin merasa bulu kuduknya merinding dengan munculnya aroma yang tidak sedap ini.


"Bau apa ini ? masa iya diruangan ini tercium bau amis gini sih, mana merinding lagi ni. Ya Allah lindungilah hamba, jauhkanlah hamba dari hal-hal yang mengganggu." Arin memejamkan kedua mata sembari memanjat doa memohon perlindungan kepada Allah SWT.


Bau anyir dan amis itu semakin mendekat kearahnya. Arin semakin takut.


"Audzubillah himinassyaithan nirradzim, bismillahirrahmanirrahim, Allahulailaiha illa huwal hayyul qoyyum.." Arin belum selesai membaca ayat kursi, terdengar suara Lala memanggilnya.


"Rin (Lala menepuk pundak Arin ), kamu kenapa kok kayak ketakutan gitu sih ? sampe pejemin mata segala sambil baca ayat kursi gitu, abis liat hantu ya kamu ?" Lala heran melihat Arin seperti habis melihat hantu.


"Syukur deh La, kamu cepet dateng daritadi ditungguin lama banget, ambil surat keterangan doank. Aku udah bisa pulangkan ? yaudah yuk pulang ." Arin mengajak Lala tergesa-gesa.


"Ihh ni anak ditanya malah ajakin pulang, jawab dulu pertanyaanku tadi."


"Nanti aja deh dijalan, kamu mau anterin aku pulang kan ? yaudah yuk buruan." Arin menarik lengan Lala.


"Astaga sakit Arin, aku bisa jalan sendiri. Main pulang aja, kasih dulu surat ini ke pak Abram, baru kamu bisa pulang. Kita ke kelas dulu."


"Yaudah yuk jangan lama-lama."

__ADS_1


Arin dan Lala kembali ke kelas dengan membawa surat keterangan bahwasanya Arin sedang sakit dan buruh istirahat dirumah.


__ADS_2