MAMA

MAMA
Bab 250


__ADS_3

Sezha berangkat sekolah, dengan wajah sumringah, bahkan ia memberikan driver ojol tip yang tidak biasanya Sezha bersikap baik.


Saat memasuki kelas ntah ada angin apa, ia memberi pengumuman kalo hari ini saat jam istirahat akan ia traktir 2 baris meja yaitu barisan dirinya dan barisan meja sebelahnya sedangkan barisan Arin dan Lala tidak ia berikan.


"Pengumuman ! kumpul semua donk. Aku mau traktir kalian tapi ini khusus untuk barisan aku dan barisan sebelah situ aja ya, yang sana sorry banget gak kebagian."


"Widih tajir kamu Zha, beneran nih kita ditraktir ?" Tanya salah satu teman.


"Ya beneran lah, ayo duduk deh dulu biar Sezha bagi-bagi uang jajan. Jangan berebut."


"Wih mantep nih, woy buruan duduk ke posisi masing-masing, Sezha mau bagi uang jajan mayan uang saku kita, di simpen buat beli kuota wkwkwk." Kata salah satu teman.


Kedua barisan tadi serentak duduk dengan antusias.


Sezha mengeluarkan dari dalam tasnya sebuah dompet yang berisikan uang pecahan 100ribu sebanyak 5 lembar.


Ia akan membagikan masing-masing 20ribu karena hanya 2 barisan saja yang diberikan Sezha, kira-kira sebanyak 20orang.

__ADS_1


"Aku gak ada uang kecil, nah aku adanya uang 100 ribuan, jadi aku kasih masing-masing 20 ribu, nah nanti kalian sendiri deh yang bagi ya."


"Siap Zha !" Sahut serentak kedua baris ini.


Sezha mulai berjalan dan memberikan kepada 1 perwakilan untuk 5 orang.


"Ok udah aku bagi ya, makan deh sampe kenyang di kantin."


1 barisan terang-terangan tidak sepersenpun Sezha berikan hingga salah satu yang duduk dibarisan itu protes.


"Dih sorry ya, barisan kalian gak masuk itungan. Udah ach lagian uang aku udah abis dibagiin ke mereka jadi mohon harap bersabar ya semoga lain kali bisa beruntung seperti mereka." Sezha dengan gaya menyepelekan.


"Yaelah Zha, bagi donk..kita kan juga mau."


"Udah abis." Sezha acuh.


Arin dan Lala memandang Sezha dengan tatapan muak. Arin dan Lala memutuskan untuk keluar kelas sebentar karena eneg lihat sikap Sezha.

__ADS_1


"La, ayo kita keluar, gerah aku lama-lama dikelas ini." Ajak Arin.


"Udah mau bel Rin, bentar lagi pak Abram masuk. Emang kamu kena hukum, kalo aku sih gak. Lagian ngapain kamu ambil pusing sikap Sezha, aku b aja."


"Pusing liat tingkahnya, sok banget." Arin mendengus kesel.


"Biarin aja namanya juga merasa okb ya gitu, lagak." Lala tidak mau ambil pusing dengan sikap Sezha.


"Bener kamu, yaudahlah anggap aja kalo dia tu wayang golek lagi ngomong." Cemooh Arin menyamakan Sezha dengan wayang golek.


Sezha masih di depan kelas berjalan ke mejanya sembari berkata nada sindiran.


"Duh tiba-tiba berubah jadi panas banget ya kelasnya, besok aku bawa kipas angin aja kali ya biar ni kelas adem gak gerah."


Nova hanya menghela nafas melihat perilaku Sezha, ia tidak ingin berkomentar lebih. Ia bersikap cuek namun jujur ia terus juga merasa gak habis pikir dengan Sezha.


Ya Allah bisa-bisanya Sezha seperti ini. Bagaimana caraku untuk menyadarkan Sezha agar ia sadar kalo yang ia lakukan itu salah ? tapi aku gak tau caranya. Andai kan kamu gak mutusin hubungan pertemanan kita pasti aku akan berusaha mengingatkan kamu, Zha. Nova berbicara dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2