MAMA

MAMA
Bab 252


__ADS_3

Sepulang sekolah tanpa membuka sepatu Sezha buru-buru pergi kedapur untuk memeriksa darah yang di simpannya di dalam kulkas.


Setelah dicek, darah masih dalam kondisi baik, tidak ada perubahan warna.


"Untung aja, masih bagus." Sezha menghela nafas lega.


Ibu yang sedang menonton tv, heran dengan sikap Sezha. Sezha masuk rumah begitu saja tanpa menyapa ibunya.


"Ni anak kenapa sih ? masuk-masuk main lari aja ke dapur."


Ibu beranjak dari duduknya dan menghampiri Sezha.


"Kamu cari apa Zha ? ibu perhatiin masuk kok buru-buru banget."


"Oh ini lho Bu, Sezha cek darah yang Sezha simpan di kulkas. Kirain bakalan berubah gitu Bu, ternyata masih bagus." Sezha menunjukkan kantong darah.


"Belum kamu kasih ke temen kamu ? kirain ibu udah kamu anter." Ibunya sangka sudah di anter oleh Sezha.


"Belum Bu, rencana kan sih nanti malam, ya kira-kira jam 10-an gitu lah."


"Hah ? jam 10, gak salah kamu ? emang ada rumah sakit yang kasih izin buat jenguk jam segitu ?" Ibunya setengah tidak percaya.


"Ya ada donk Bu, buktinya rumah sakit yang ngerawat temen Sezha bisa jenguk jam 10 malam."


Ish ibu ribet bener dah, heran nanyain harus detail.

__ADS_1


"Kalo bisa sekarang kenapa harus nanti malam Zha ? Kasian temen kamu nungguin darahnya sampe malem."


"Udah ya Bu, kalo sekarang Sezha capek baru pulang sekolah, terus Sezha juga harus ngerjain PR, jadi jam 10 malam Sezha baru kesana. Si adek mana Bu ?"


"Yaudah terserah kamu aja, minta tolong sama Ega buat anterin kamu ke rumah sakit, gak mungkin kan kalo kamu pergi sendirian malem-malem."


"Gak usah deh Bu, Sezha bisa sendiri kok. Ribet ditemenin Ega, yang ada pusing kepala Sezha. Ish ibu, si adek mana ?"


"Ada kok di kamar kamu, lagi tidur. Ibu tadi kaget pas ibu tinggal mandi, tibanya ibu masuk kamar kamu tau-tau anak kamu ada di bawah. Padahal setau ibu, anak kamu belum bisa miring-miring kan, duh anak kamu ini memang bikin ibu jantungan."


"Ya namanya juga bayi Bu, bisa aja kan dia gerak-gerakin kayak hentakan kakinya gitu eh gak taunya merosot, jatuh deh. Ihh ibu kayak Sezha sama Ega langsung gede aja, masa lupa tingkah bayi itu gimana."


"Justru ibu punya kalian, makanya ibu. Gak pernah tu bayi baru berusia 1bulan lebih udah bisa miring-miring atau hentakan kakinya sampe merosot dari ranjang, baru cucu ibu yang begitu."


"Yaudah kamu makan, ibu mau liat si adek dulu di kamar, kali aja si adek udah bangun."


"Iya Bu."


Ibu meninggalkan Sezha di dapur, ibu berjalan masuk ke kamar Sezha untuk memeriksa bayi.


Ibu Sezha mendekati ranjang dimana si bayi tidur, betapa terkejutnya ia ketika mendapati seekor anak ayam mati dengan kepala terlepas dari tubuhnya dan posisi anak ayam yang mati ini tepat di sebelah bayi Sezha yang sedang tertidur.


"Ya ampunnn..kenapa ada anak ayam mati disini, udah gitu kepalanya terlepas. Sejak kapan ? Sezha ! Sezha !" Ibunya memanggil dengan suara keras.


Sezha yang sedang makan terperanjat ketika mendengar ibunya berteriak memanggil dirinya.

__ADS_1


"Ibu kenapa lagi sih astaga orang lagi makan juga ?"


Sezha berlari kecil agar cepat sampai kamarnya.


"Ada apaan Bu ? Sezha lagi makan ish ibu gak asyik ach."


"Sini coba kamu lihat ini." Ibunya menyuruh Sezha untuk lebih dekat.


"Apa Bu ?"


"Tuh ada anak ayam m*ti di dekat si adek."


"Hah ? kok bisa. Ih ibu jangan becanda, gak lucu Bu. Masa iya ada anak ayam m*ti." Sezha tercengang.


"Sini makanya biar kamu lihat sendiri."


Sezha mendekat keranjangnya, benar saja ada anak ayam m*ti berlumuran darah dengan kepala terpisah dari tubuhnya.


"Ihhh kok bisa ada anak ayam ihhh, pasti ada yang sengaja naruh ni bangkai dikamar aku. Ya pasti Bu." Sezha menuduh seseorang.


"Tadi ibu lihat tidak ada anak ayam ini." Ibu heran dan bingung.


"Ega mana Bu, suruh buangin tuh bangkai ayam. Sezha jiji*. Lihat aja kalo aku sampe tau siapa yang kurang aja* naruh ni anak ayam m*ti di ranjangku." Sezha mengepal sebelah tangannya.


"Jangan asal menuduh kamu, ya sudah mungkin tadi ada anak ayam masuk terus jadi mainan sama adek. Ibu panggil Ega dulu."

__ADS_1


__ADS_2